Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa NTT Magnitudo 7, Guncangan Terasa hingga Makassar dan Bali: BMKG Koreksi Data

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa NTT Magnitudo 7, Guncangan Terasa hingga Makassar dan Bali: BMKG Koreksi Data
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BMKG menurunkan magnitudo gempa Nagekeo dari 7,7 menjadi 7,0.
  • Getaran terasa hingga Makassar, Denpasar, dan sebagian besar wilayah NTT.
  • Skala intensitas MMI bervariasi dari II hingga V, menimbulkan kerusakan ringan hingga gangguan sehari‑hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan pada Sabtu (15/8) bahwa gempa yang terjadi pada 04:58 WIB di koordinat 8.33 LS – 121.32 BT, tepatnya 38 km timur laut Mbay, Nagekeo, memiliki kedalaman 10 km, kini resmi berukuran magnitudo 7,0. Revisi ini menurunkan angka sebelumnya yang dilaporkan sebesar 7,7.

Menurut data BMKG, intensitas gempa dirasakan pada skala MMI IV‑V di wilayah Ruteng, Kota Bima, Kabupaten Dompu, Ende, Labuan Bajo, Maumere, Sumba Timur, serta sebagian Kabupaten Sumbawa Barat. Di daerah‑daerah tersebut, getaran cukup kuat untuk memecahkan gerabah, menggerakkan pintu‑jendela, bahkan membangunkan penduduk pada siang hari.

Skala MMI V menandakan hampir seluruh penduduk di wilayah terdampak merasakan guncangan, sementara skala MMI III‑IV meliputi Flores Timur, Lembata, Adonara, serta sebagian Lombok dan Pulau Bali. Di Bali, intensitas berada pada level II‑III, artinya hanya sebagian kecil penduduk yang merasakan getaran ringan.

BMKG menegaskan bahwa tidak ada laporan kerusakan struktural signifikan atau korban jiwa pada saat penulisan. Namun, potensi longsor dan kerusakan infrastruktur di daerah rawan tetap menjadi perhatian utama.

Analisis Pakar

Revisi magnitudo oleh BMKG menimbulkan pertanyaan serius tentang transparansi dan akurasi data seismik di Indonesia. Penurunan dari 7,7 menjadi 7,0 bukan sekadar angka; perbedaan ini memengaruhi penilaian risiko, alokasi bantuan, serta kebijakan mitigasi bencana. Selama dekade terakhir, Indonesia telah mengalami sejumlah gempa besar, namun masih terdapat celah dalam sistem pemantauan yang dapat menimbulkan kebingungan publik.

Selain itu, penyebaran informasi yang tidak konsisten antara lembaga pemerintah, media, dan platform media sosial memperparah ketidakpastian. Masyarakat di daerah rawan gempa, seperti NTT, membutuhkan data yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Keterlambatan atau perubahan data dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi penanggulangan bencana.

Di sisi lain, respons darurat tampak relatif cepat. Posko‑posko darurat di Nagekeo dan sekitarnya telah diaktifkan, dan aparat setempat melakukan evakuasi preventif di wilayah berpotensi longsor. Namun, kesiapan infrastruktur, terutama bangunan publik dan rumah warga, masih jauh dari standar tahan gempa yang direkomendasikan. Pemerintah daerah harus mempercepat program retrofitting dan penegakan regulasi bangunan tahan gempa.

Terakhir, fenomena gempa yang terasa hingga Bali dan Makassar menegaskan pentingnya jaringan peringatan dini yang terintegrasi lintas provinsi. Koordinasi antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan otoritas lokal harus ditingkatkan, termasuk penggunaan teknologi real‑time yang dapat mengirimkan peringatan langsung ke ponsel warga.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa magnitudo gempa yang sebenarnya?
    A: BMKG telah mengoreksi magnitudo menjadi 7,0 setelah analisis ulang data seismik.
  • Q: Daerah mana yang paling merasakan guncangan?
    A: Guncangan terasa paling kuat di Nagekeo (NTT) dengan intensitas MMI IV‑V, serta di Makassar (Sulawesi Selatan) dan Denpasar (Bali) dengan intensitas MMI II‑III.
  • Q: Apa langkah mitigasi yang diambil setelah gempa?
    A: Pemerintah daerah mengaktifkan posko darurat, melakukan evakuasi preventif di zona rawan longsor, dan mempercepat inspeksi bangunan serta program retrofitting.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸