Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Ende, Potensi Aftershock dan Tsunami Dipantau BMKG

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Ende, Potensi Aftershock dan Tsunami Dipantau BMKG
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gempa bumi berkekuatan magnitude 5.6 mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (15/08/2026) pukul 01.18 WIB.
  • Pusat gempa terdeteksi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan bumi, berjarak sekitar 61 kilometer arah utara‑barat‑utara (NNW) dari kota Ende.
  • Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat sebagai gempa tektonik dengan fokus pada zona sesar aktif yang melintasi Pulau Flores.

Gempa bumi berkekuatan magnitude 5.6 mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (15/08/2026) pukul 01.18 WIB. Pusat gempa terdeteksi pada kedalaman 10 km di bawah permukaan bumi, berjarak sekitar 61 kilometer arah utara‑barat‑utara (NNW) dari kota Ende.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tercatat sebagai gempa tektonik dengan fokus pada zona sesar aktif yang melintasi Pulau Flores. Guncangan dirasakan hingga beberapa kabupaten di sekitarnya, termasuk Sikka, Ngada, dan sebagian wilayah Kabupaten Manggarai. Laporan awal menunjukkan tidak ada kerusakan struktural signifikan, namun beberapa bangunan tidak tahan gempa melaporkan retakan pada dinding dan atap.

Pihak berwenang setempat, termasuk Satpol PP dan Tim Penanggulangan Bencana Daerah (TPBD), segera melakukan evakuasi terhadap warga di daerah rawan longsor dan menyiapkan posko bantuan. Pemerintah Kabupaten Ende menginstruksikan warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan selama 24‑48 jam ke depan.

BMKG menegaskan bahwa gempa dengan magnitude 5.6 umumnya tidak menimbulkan tsunami, mengingat kedalaman yang relatif dangkal dan arah pergerakan sesar yang bersifat transversial. Namun, wilayah pesisir tetap diminta untuk memantau peringatan dini dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende berada di antara lempeng Indo‑Australia dan lempeng Eurasia, dimana interaksi kedua lempeng menghasilkan zona subduksi Sunda‑Megathrust. Di sepanjang zona ini terdapat sejumlah sesar sekunder, antara lain sesar Flores, sesar Alor, dan sesar Ende‑Sikka yang aktif secara periodik. Sejarah seismik mencatat beberapa gempa kuat, seperti gempa magnitude 7,0 pada 1992 di Flores dan gempa magnitude 6,5 pada 2018 di Lombok, yang menimbulkan kerusakan luas dan tsunami.

Gempa 5,6 pada 15 Agustus 2026 terjadi pada sesar transversial yang memotong struktur batuan beku di bagian barat Pulau Flores. Analisis spektrum gelombang menunjukkan bahwa energi utama terfokus pada frekuensi menengah, yang biasanya menghasilkan guncangan kuat pada bangunan berlantai satu hingga dua. Potensi tsunami tetap rendah karena pergerakan sesar tidak menimbulkan perpindahan vertikal signifikan pada dasar laut.

Secara ilmiah, wilayah ini tetap berisiko tinggi terhadap gempa susulan (aftershock) selama beberapa hari pertama. Model probabilistik yang diterapkan BMKG memperkirakan peluang terjadinya aftershock magnitude 4,0‑4,5 sebesar 30 % dalam 48 jam ke depan. Masyarakat disarankan untuk memperkuat struktur bangunan, menyiapkan paket darurat, dan mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan.

Meow! Tanya Nesi!
😸