Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Barat Laut Ende NTT, Pakar Ingatkan Karakteristik Sesar Naik Flores
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.
- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu sore (15/8/2026) pukul 15.14 WIB.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak di laut pada koordinat yang berada sekitar 78 kilometer arah barat laut Kota Ende.
- Berdasarkan estimasi awal, gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal, yang memicu rambatan gelombang seismik yang cukup terasa di wilayah pesisir utara Pulau Flores.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu sore (15/8/2026) pukul 15.14 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa episenter gempa terletak di laut pada koordinat yang berada sekitar 78 kilometer arah barat laut Kota Ende. Berdasarkan estimasi awal, gempa ini terjadi pada kedalaman dangkal, yang memicu rambatan gelombang seismik yang cukup terasa di wilayah pesisir utara Pulau Flores.
Guncangan gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitar Kabupaten Ende, Sikka, hingga Flores Timur dengan skala intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Hasil pemodelan matematis BMKG juga menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki energi yang cukup untuk memicu gelombang tsunami. Kendati demikian, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi runtuhan material dari bangunan yang strukturnya kurang kokoh.
Analisis Pakar Geofisika
Secara tektonik, wilayah utara Flores merupakan salah satu kawasan dengan tingkat seismisitas paling aktif dan kompleks di Indonesia. Gempa bumi magnitudo 5,2 yang berpusat di barat laut Ende ini dipicu oleh aktivitas deformasi batuan pada struktur Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back-Arc Thrust). Sesar ini terbentuk akibat proses kompresi tektonik, di mana kerak samudra dari Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di selatan, sementara di bagian utara busur kepulauan terjadi patahan naik sebagai bentuk akomodasi tekanan tektonik tersebut.
Sesar Naik Flores memiliki rekam jejak historis yang sangat destruktif. Sejarah mencatat bahwa zona patahan ini bertanggung jawab atas peristiwa gempa bumi dan tsunami dahsyat Flores pada 12 Desember 1992 (Magnitudo 7,8) yang merenggut lebih dari 2.000 korban jiwa. Karakteristik sesar naik (thrust fault) di wilayah ini memang sangat efisien dalam memindahkan kolom air laut secara vertikal apabila terjadi patahan dalam skala besar.
Meskipun gempa kali ini berkekuatan M 5,2—yang dikategorikan sebagai gempa berkekuatan sedang (moderate earthquake) dan tidak berpotensi tsunami karena energinya belum mampu mendeformasi dasar laut secara masif—masyarakat di sepanjang pesisir utara Flores harus tetap memahami mitigasi bencana secara mandiri. Karakteristik dari Sesar Naik Flores sering kali memicu rangkaian gempa susulan (aftershocks) dalam beberapa jam hingga beberapa hari ke depan guna melepaskan sisa tegangan (stress) batuan yang menumpuk di zona patahan tersebut. Pemantauan seismik secara real-time terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya migrasi energi ke segmen patahan terdekat.