Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M7 Mengguncang NTT: Tamu Hotel Jayakarta Berjuang Selamat di Tengah Runtuhan

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M7 Mengguncang NTT: Tamu Hotel Jayakarta Berjuang Selamat di Tengah Runtuhan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang Manggarai Barat pada Sabtu (15/8), menimbulkan kerusakan parah pada Hotel Jayakarta di Labuan Bajo .
  • Para tamu terpaksa melarikan diri melalui tangga darurat sambil menghindari runtuhnya dinding dan puing‑puing, tanpa perlengkapan dasar seperti sandal atau ponsel.
  • Pemerintah Kabupaten belum mengeluarkan data resmi mengenai kerusakan total atau korban, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kesiapsiagaan bencana.

Ringkasan Singkat

  • Gempa berkekuatan magnitude 7 mengguncang Manggarai Barat pada Sabtu (15/8), menimbulkan kerusakan parah pada Hotel Jayakarta di Labuan Bajo.
  • Para tamu terpaksa melarikan diri melalui tangga darurat sambil menghindari runtuhnya dinding dan puing‑puing, tanpa perlengkapan dasar seperti sandal atau ponsel.
  • Pemerintah Kabupaten belum mengeluarkan data resmi mengenai kerusakan total atau korban, menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan kesiapsiagaan bencana.

Pada sore hari Sabtu, 15 Agustus 2024, sebuah gempa M7 mengguncang wilayah Manggarai Barat, Nusa Tenggara Barat. Guncangan yang dirasakan selama kurang lebih lima menit menimbulkan kepanikan massal, terutama di Hotel Jayakarta, salah satu akomodasi utama di Labuan Bajo.

Menurut saksi mata, Kadek, seorang tamu yang berada di lobi hotel, suara gemuruh terdengar seolah‑olah ada sesuatu yang mengetuk pintu. “Suara keras, gedung berguncang hebat. Saya kira ada yang mengetuk pintu, ternyata gempa,” ujarnya sambil masih berdebu. Bersama rekannya, Jessie, keduanya bergegas menuruni tangga darurat. Di tengah proses evakuasi, mereka menyaksikan dinding mulai runtuh dan puing‑puing berserakan di koridor. “Kami tidak sempat bawa HP, tidak pakai sandal, langsung lari turun pelan‑pelan bersama tamu lain yang dibantu staf hotel,” kata Jessie.

Setelah berhasil keluar, para tamu berkumpul di area terbuka, menunggu kepastian keamanan. Sementara itu, gempa susulan terus menggema, menambah ketegangan. Hingga kini, otoritas Kabupaten Manggarai Barat belum merilis laporan resmi mengenai jumlah kerusakan struktural atau potensi korban jiwa. Ketiadaan data ini menimbulkan spekulasi tentang kesiapan pemerintah daerah dalam menangani bencana alam yang semakin sering terjadi.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat pola yang berulang: bangunan publik di daerah rawan gempa sering kali tidak memenuhi standar teknik sipil yang ketat. Hotel Jayakarta dibangun pada masa sebelum regulasi anti‑gempa Indonesia diperketat, namun tidak ada bukti bahwa renovasi atau audit struktural dilakukan setelahnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang compliance terhadap peraturan bangunan yang seharusnya melindungi nyawa warga.

Selain itu, respons darurat tampak kurang terkoordinasi. Meskipun staf hotel berhasil mengevakuasi tamu melalui tangga darurat, tidak ada laporan tentang prosedur evakuasi yang terlatih atau sistem peringatan dini yang berfungsi. Pemerintah Kabupaten belum mengumumkan rencana penanggulangan pasca‑bencana, termasuk penilaian kerusakan dan bantuan sementara bagi korban. Keterlambatan ini bukan sekadar birokrasi; ia berpotensi memperparah trauma psikologis dan menambah beban ekonomi bagi para pelancong yang mengandalkan pariwisata Labuan Bajo.

Dalam konteks yang lebih luas, kejadian ini menegaskan perlunya pemetaan risiko gempa yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah pusat dan provinsi harus menegakkan audit rutin terhadap bangunan kritis, terutama hotel dan fasilitas publik di zona subduksi. Tanpa langkah konkret, wilayah NTT akan terus berada dalam bayang‑bayang kerentanan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan kepercayaan wisatawan internasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa magnitudo gempa yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2024?
    A: Gempa tercatat dengan magnitudo 7,0 pada skala Richter.
  • Q: Apakah ada korban jiwa di Hotel Jayakarta?
  • A: Hingga saat ini, tidak ada laporan resmi tentang korban jiwa di hotel tersebut, namun data resmi belum dipublikasikan.
  • Q: Apa langkah selanjutnya bagi pemerintah Kabupaten Manggarai Barat?
  • A: Pemerintah diharapkan segera melakukan survei kerusakan, mengeluarkan laporan transparan, serta mengaktifkan bantuan darurat dan program rehabilitasi bangunan.
Meow! Tanya Nesi!
😸