Gempa M7,7 Guncang NTT: Hotel Jayakarta Hancur, Pemerintah Dihujat!
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Ringkasan Singkat Gempa magnitude 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Barat pada Sabtu pagi, menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur publik.
- Hotel Jayakarta di Labuan Bajo menjadi salah satu bangunan paling parah, dengan lobi, dinding, serta perabotan hancur total.
- BMKG mengimbau warga tetap tenang, namun kritik tajam mengarah pada kesiapan penanggulangan bencana daerah.
Ringkasan Singkat
- Gempa magnitude 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Barat pada Sabtu pagi, menimbulkan kerusakan luas pada infrastruktur publik.
- Hotel Jayakarta di Labuan Bajo menjadi salah satu bangunan paling parah, dengan lobi, dinding, serta perabotan hancur total.
- BMKG mengimbau warga tetap tenang, namun kritik tajam mengarah pada kesiapan penanggulangan bencana daerah.
Pada pukul 05.58 WITA, Sabtu (15/8), gempa berkekuatan awal 7,0 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTT). Setelah analisis ulang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan magnitudenya menjadi 7,7, menempatkan peristiwa ini sebagai salah satu gempa terkuat dalam dekade terakhir di wilayah tersebut.
Kerusakan paling mencolok terlihat di kawasan wisata Labuan Bajo, khususnya pada Hotel Jayakarta. Lobi hotel mengalami retakan lebar, dinding runtuh sebagian, dan sejumlah meja serta kursi hancur berantakan. Saksi mata melaporkan suara gemuruh yang memekakkan telinga, diikuti oleh getaran yang membuat kaca jendela berderak. Tidak hanya hotel, fasilitas publik seperti balai desa, pasar tradisional, dan jalan utama juga mengalami keretakan struktural yang mengancam keselamatan warga.
BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera turun ke lapangan. Mereka mengeluarkan pernyataan resmi yang menekankan pentingnya ketenangan masyarakat, mematuhi arahan resmi, serta menahan diri dari penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Namun, respons cepat pemerintah daerah dipertanyakan mengingat kurangnya sistem peringatan dini yang memadai dan minimnya latihan evakuasi di wilayah rawan gempa.
Para ahli geologi menilai bahwa zona sesar aktif di sekitar Pulau Flores dan Sumbawa berpotensi memicu gempa berulang dengan intensitas serupa. Mereka menekankan perlunya peninjauan kembali standar bangunan, terutama pada sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi NTT. Tanpa reformasi struktural, kerusakan serupa dapat terulang, menambah beban ekonomi dan menurunkan kepercayaan wisatawan internasional.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis investigasi, saya menyoroti kegagalan sistemik yang terungkap dari tragedi ini. Pertama, BMKG memang berhasil mengukur magnitudo secara akurat, namun tidak ada sistem peringatan yang menghubungkan data tersebut langsung ke otoritas lokal. Keterlambatan dalam penyebaran peringatan mengurangi waktu respons warga dan pihak berwenang.
Kedua, regulasi bangunan di NTT masih jauh dari standar nasional. Hotel Jayakarta, yang dibangun pada awal 2000-an, tidak memenuhi kriteria tahan gempa yang ditetapkan setelah gempa besar 2004. Pemerintah daerah tampaknya mengabaikan inspeksi rutin, mengingat banyak bangunan publik yang masih beroperasi meski sudah menunjukkan retakan sejak gempa sebelumnya.
Ketiga, kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia masih bersifat reaktif. Setiap kali terjadi gempa, alur bantuan mengalir, namun tidak ada upaya jangka panjang untuk memperkuat infrastruktur kritis. Investasi pada sistem peringatan dini, pelatihan evakuasi massal, dan retrofit bangunan harus menjadi prioritas, bukan sekadar slogan.
Akhirnya, dampak ekonomi tidak boleh diremehkan. Labuan Bajo adalah magnet wisata dunia; kerusakan pada hotel dan fasilitas publik dapat menurunkan kunjungan turis secara signifikan. Pemerintah pusat dan provinsi harus segera mengalokasikan dana darurat, sekaligus menyiapkan paket insentif bagi pelaku usaha yang bersedia melakukan perbaikan struktural sesuai standar tahan gempa.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa magnitudo pasti gempa yang mengguncang NTT?
A: BMKG mengonfirmasi magnitudo akhir sebesar 7,7 pada pukul 05.58 WITA, Sabtu 15 Agustus 2026. - Q: Apakah ada korban jiwa akibat gempa ini?
A: Hingga saat ini, laporan resmi belum menyebutkan korban jiwa, namun sejumlah orang terluka dan banyak yang mengungsi. - Q: Bagaimana cara mendapatkan bantuan darurat bagi yang terdampak?
A: Warga dapat menghubungi nomor darurat BPBD setempat atau mengunjungi posko bantuan yang dibuka di pusat kota Labuan Bajo.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Pembebasan Sanksi Pajak Kendaraan di DKI Jakarta Resmi Berlaku 2 November 2026, Tanpa Perlu Ajukan Permohonan

Rano Karno Soroti Peran Gotong Royong dalam Solusi Ketahanan Kota di Depan Delegasi CityNet

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global
