Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M5,9 Guncang 36 km Timur Laut Labuan Bajo, Potensi Tsunami dan Gempa Susulan Dipantau

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5,9 Guncang 36 km Timur Laut Labuan Bajo, Potensi Tsunami dan Gempa Susulan Dipantau
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 5,9 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 01:13:50 WIB di kedalaman 10 km, berpusat 36 km timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat.
  • Data awal dirilis melalui portal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta jaringan seismik internasional.
  • Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa di wilayah darat maupun laut.

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 5,9 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 01:13:50 WIB di kedalaman 10 km, berpusat 36 km timur laut Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat. Data awal dirilis melalui portal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta jaringan seismik internasional.

Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan signifikan atau korban jiwa di wilayah darat maupun laut. Tim SAR dan otoritas setempat telah melakukan inspeksi lapangan, sementara layanan darurat menyiapkan bantuan bila diperlukan.

Gempa tersebut terjadi pada zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menukik ke bawah lempeng Eurasia di sepanjang Palung Sunda. Di sekitar Labuan Bajo, struktur geologi dipengaruhi oleh patahan Flores Back‑arc Basin yang aktif, sehingga wilayah ini rawan gempuran seismik berulang.

Sejarah kegempaan di sekitar Flores menunjukkan pola gempa berkekuatan menengah hingga kuat setiap 5‑10 tahun. Contohnya, gempa M6,4 pada Februari 2018 yang melanda Lombok dan gempa M6,2 pada Januari 2023 di Flores Barat, keduanya menimbulkan kerusakan infrastruktur dan menimbulkan peringatan tsunami.

BMKG mengeluarkan peringatan tsunami setempat (Peringatan Tsunami Tingkat 1) selama 30 menit setelah gempa, namun tidak ada gelombang abnormal yang terdeteksi oleh buoys dan stasiun pantai. Masyarakat pesisir tetap diminta untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi otoritas.

Pengawasan gempa susulan (aftershock) terus dilakukan oleh jaringan seismik nasional. Hingga kini, beberapa aftershock bermagnitudo di bawah 4,0 tercatat, namun potensi peningkatan intensitas tetap menjadi fokus pemantauan.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Labuan Bajo terletak di zona transisi antara zona subduksi Sunda dan sistem patahan kompleks Flores Back‑arc. Patahan utama, yaitu Patahan Flores‑Komodo, menghubungkan zona subduksi dengan zona tarik (pull‑apart) di belakang busur, menciptakan akumulasi tegangan yang dapat dilepaskan secara mendadak. Sejak catatan modern, daerah ini mengalami lebih dari 30 gempa magnitude ≥5,0 dalam tiga dekade terakhir, menandakan stres tektonik yang tinggi. Meskipun gempa M5,9 kali ini tidak menimbulkan tsunami, pergerakan vertikal pada dasar laut dapat menghasilkan gelombang kecil yang terdeteksi oleh sensor lokal. Risiko tsunami tetap ada bila terjadi pergeseran vertikal signifikan pada patahan utama. Selain itu, pola aftershock yang terpusat di sepanjang patahan Flores‑Komodo mengindikasikan kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan magnitude hingga 6,0 dalam minggu-minggu mendatang. Masyarakat dan pihak berwenang disarankan untuk terus memantau peringatan BMKG serta memperkuat kesiapsiagaan di daerah pesisir dan infrastruktur kritis.

Meow! Tanya Nesi!
😸