Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M5,0 Guncang Ende: Dampak Awal, Potensi Tsunami, dan Risiko Gempa Susulan

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M5,0 Guncang Ende: Dampak Awal, Potensi Tsunami, dan Risiko Gempa Susulan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 02.17 WIB di kedalaman yang belum diumumkan, berpusat 65 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • Guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Pulau Flores, termasuk kota Ende, Lio, dan Sikka, dengan laporan kerusakan ringan pada bangunan tidak tahan gempa.
  • Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di daerah rawan longsor.

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 02.17 WIB di kedalaman yang belum diumumkan, berpusat 65 km arah NNW Ende, Nusa Tenggara Timur. Guncangan dirasakan di beberapa wilayah di Pulau Flores, termasuk kota Ende, Lio, dan Sikka, dengan laporan kerusakan ringan pada bangunan tidak tahan gempa.

Tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di daerah rawan longsor. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa rumah mengalami retak pada dinding dan atap. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi prosedur evakuasi bila terjadi gempa susulan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan bagian dari aktivitas tektonik di zona subduksi lempeng Indo-Australia yang menukik ke bawah lempeng Eurasia. Wilayah ini dikenal memiliki sejarah kegempaan yang intens, termasuk gempa M6,5 pada tahun 1992 yang menimbulkan kerusakan signifikan di daerah Ende.

Potensi tsunami akibat gempa M5,0 ini diperkirakan sangat rendah karena kedalaman gempa yang relatif dangkal dan magnitudenya yang berada di bawah ambang batas yang biasanya memicu tsunami. Namun, BMKG tetap memantau pergerakan laut secara real‑time dan akan mengeluarkan peringatan jika ada anomali.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Ende terletak di zona patahan kompleks yang meliputi sesar-sesar utama seperti Sesar Ende‑Lio dan Sesar Flores‑Sumbawa. Kedua sesar ini terbentuk akibat interaksi antara lempeng Indo‑Australia dan lempeng Eurasia, menghasilkan akumulasi tegangan yang secara periodik dilepaskan melalui gempa. Sejarah seismik menunjukkan bahwa zona ini mengalami gempa berkekuatan menengah hingga kuat setiap 10‑15 tahun, dengan pola gempa susulan yang biasanya terjadi dalam rentang 24‑48 jam setelah kejadian utama. Meskipun gempa M5,0 kali ini tidak cukup kuat untuk memicu tsunami, potensi gempa susulan dengan magnitudo lebih tinggi tetap ada, terutama bila tegangan pada sesar belum sepenuhnya terlepas. Masyarakat disarankan untuk tetap mengikuti informasi resmi BMKG dan menyiapkan perlengkapan darurat, serta menghindari daerah rawan longsor hingga stabilitas tanah terkonfirmasi aman.

Meow! Tanya Nesi!
😸