Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M4,7 Guncang 76 km Utara Ruteng, Tidak Ada Kerusakan Signifikan

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M4,7 Guncang 76 km Utara Ruteng, Tidak Ada Kerusakan Signifikan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 20.44 WIB dengan pusat gempa berlokasi 76 km sebelah utara kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur.
  • Menurut data awal, kedalaman gempa berada pada 10 kilometer di bawah permukaan tanah, menghasilkan intensitas terasa pada skala MMI III di beberapa desa sekitar Ruteng.
  • Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

BMKG mencatat gempa bumi berkekuatan magnitude 4,7 terjadi pada 15 Agustus 2026 pukul 20.44 WIB dengan pusat gempa berlokasi 76 km sebelah utara kota Ruteng, Nusa Tenggara Timur.

Menurut data awal, kedalaman gempa berada pada 10 kilometer di bawah permukaan tanah, menghasilkan intensitas terasa pada skala MMI III di beberapa desa sekitar Ruteng. Hingga saat ini, tidak ada laporan kerusakan bangunan atau korban jiwa.

Pemerintah Kabupaten Manggarai memantau situasi melalui posko gempa dan menegaskan bahwa warga tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Tim SAR setempat siap dikerahkan bila diperlukan, sementara layanan kesehatan daerah menyiapkan prosedur tanggap darurat.

Wilayah Flores termasuk dalam zona subduksi kompleks antara lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik. Aktivitas tektonik ini telah melahirkan serangkaian gempa kuat, termasuk gempa magnitude 6,5 pada tahun 1992 dan gempa magnitude 7,0 pada tahun 2018 yang menimbulkan kerusakan signifikan di Pulau Flores.

BMKG menegaskan bahwa potensi tsunami dari gempa ini sangat kecil karena episenter berada jauh dari laut dan kedalaman yang relatif dangkal. Namun, pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi laut secara real time.

Model probabilistik menunjukkan peluang terjadinya gempa susulan dengan magnitude lebih tinggi dalam 30 hari ke depan berada pada kisaran 12 persen, sesuai dengan pola seismik historis di zona tersebut.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah sekitar Ruteng terletak di zona patahan Flores Back‑Arc Thrust, yang merupakan bagian dari sistem tektonik subduksi lempeng Indo‑Australia di bawah lempeng Eurasia. Patahan ini menampung akumulasi stres tektonik selama beberapa dekade, sehingga dapat menghasilkan gempa dengan magnitude menengah hingga besar. Sejarah kegempaan di Flores menunjukkan bahwa gempa dengan magnitude 5‑6 terjadi secara periodik, sementara gempa di atas magnitude 7 jarang namun berpotensi menimbulkan kerusakan luas. Karena episenter gempa 4,7 berada di daratan, energi yang dilepaskan tidak cukup untuk mengganggu permukaan laut secara signifikan, sehingga risiko tsunami dapat dianggap rendah. Namun, jika terjadi pergeseran pada segmen patahan yang lebih dekat ke pantai, potensi tsunami lokal tidak dapat diabaikan. Antara 2000‑2020, wilayah ini mencatat rata‑rata 3‑4 gempa susulan dalam rentang waktu satu minggu setelah gempa utama, dengan magnitudo biasanya tidak melebihi 5,0. Oleh karena itu, masyarakat disarankan tetap mengikuti peringatan BMKG dan menyiapkan langkah mitigasi dasar, seperti mengecek kondisi bangunan dan menyiapkan kit darurat, untuk mengurangi dampak jika gempa susulan terjadi.

Meow! Tanya Nesi!
😸