Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

UEFA Siapkan Revolusi: Rotasi Presiden FIFA & Tantang Gianni Infantino!

OlahragaMaya SariMaya SariSumber: CNN Olahraga
Maya Sari
Maya Sari
Wartawan Olahraga

Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

UEFA Siapkan Revolusi: Rotasi Presiden FIFA & Tantang Gianni Infantino!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • UEFA bertekad menggulingkan Gianni Infantino dan mengusulkan rotasi kepemimpinan FIFA.
  • Rencana rotasi melibatkan semua konfederasi: UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OCF.
  • Usulan dibahas dalam pertemuan eksklusif di Salzburg saat pesta Piala Super Eropa.

Berita panas datang dari markas UEFA! Tidak lagi sekadar menolak rencana penjualan saham Piala Dunia yang sempat digodok oleh Gianni Infantino, konfederasi sepak bola terbesar di Eropa kini meluncurkan strategi jangka panjang yang bisa mengubah wajah FIFA selamanya.

Setelah menandatangani surat bersama AFC dan CONCACAF, UEFA menegaskan bahwa semua negara anggota bersatu padu menolak dominasi satu orang di pucuk pimpinan dunia sepak bola. Lebih dari sekadar protes, UEFA mengusulkan rotasi kepresidenan FIFA—sebuah sistem di mana kursi tertinggi FIFA beralih secara periodik di antara enam konfederasi: UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, dan OCF.

Ide revolusioner ini dibahas secara intensif di Salzburg, Austria, ketika para pengambil keputusan FIFA dan UEFA berkumpul dalam rangka pesta Piala Super Eropa. Konsep rotasi bukan hal baru; ia sudah dipraktikkan di lembaga multinasional seperti Uni Eropa. UEFA berargumen bahwa penerapan model serupa di FIFA akan menyeimbangkan kekuasaan, mencegah sentralisasi otoritas, dan memberi suara yang lebih adil bagi semua benua.

Rencana ini juga akan disertai dengan penguatan administrasi di sekitar lingkaran kepresidenan, memastikan transisi yang mulus dan akuntabel. Meski langkah berani ini mendapat sorotan, Infantino masih memegang dukungan kuat dari sejumlah negara anggota FIFA, menandakan bahwa pertarungan politik sepak bola akan semakin sengit.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat olahraga yang telah menelusuri dinamika kekuasaan dalam sepak bola internasional selama lebih dari satu dekade, saya melihat inisiatif UEFA ini sebagai titik balik strategis. Rotasi kepresidenan bukan sekadar gimmick politik; ia mencerminkan kebutuhan mendesak untuk mendemokratisasi keputusan yang selama ini terpusat pada satu figur. Jika berhasil, model ini dapat mengurangi risiko keputusan sepihak yang sering menimbulkan kontroversi, seperti rencana penjualan saham Piala Dunia yang hampir terjadi.

Namun, tantangan terbesar terletak pada implementasinya. FIFA harus menyusun konstitusi baru, menetapkan masa jabatan yang jelas, serta mekanisme pemilihan yang transparan. Tanpa kerangka hukum yang kuat, rotasi dapat berubah menjadi ajang politik internal yang justru memperparah fragmentasi. Di sinilah peran penting konfederasi seperti AFC dan CONMEBOL, yang harus bersedia menurunkan kepentingan regional demi kepentingan global.

Selain itu, dukungan politik dari negara‑negara anggota menjadi faktor penentu. Sejumlah federasi di Asia dan Afrika masih mengandalkan jaringan lama dengan Infantino. Jika UEFA tidak mampu membangun aliansi yang solid di luar Eropa, rencana rotasi bisa berakhir sebagai deklarasi belaka. Oleh karena itu, strategi diplomasi intensif, termasuk dialog terbuka dengan CAF dan OCF, sangat krusial.

Terlepas dari risiko, saya optimis bahwa tekanan kolektif UEFA dapat memaksa FIFA untuk membuka ruang reformasi. Sepak bola dunia membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, responsif, dan berimbang. Rotasi kepresidenan, bila dijalankan dengan integritas, dapat menjadi katalisator perubahan yang selama ini diidam‑idamkan oleh para fans, pemain, dan pelaku industri.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa tujuan utama UEFA mengusulkan rotasi presiden FIFA?
    A: Untuk mendistribusikan kekuasaan secara adil di antara semua konfederasi, mengurangi dominasi satu individu, dan meningkatkan transparansi dalam pengambilan keputusan FIFA.
  • Q: Bagaimana mekanisme rotasi presiden FIFA yang diusulkan?
    A: Setiap konfederasi (UEFA, AFC, CONCACAF, CONMEBOL, CAF, OCF) akan mengisi kursi presiden secara bergantian dalam periode yang telah ditentukan, dengan dukungan administrasi yang kuat untuk memastikan transisi mulus.
  • Q: Apakah rencana ini sudah mendapat persetujuan resmi dari FIFA?
    A: Belum. Saat ini masih dalam tahap diskusi dan negosiasi di antara pemangku kepentingan FIFA, termasuk pertemuan di Salzburg yang menjadi ajang pembicaraan awal.
Meow! Tanya Nesi!
😸