Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mandiri Capai 41 Juta Pengguna Livin' – Digitalisasi Buka Jalan Efisiensi & Laba Besar

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Mandiri Capai 41 Juta Pengguna Livin' – Digitalisasi Buka Jalan Efisiensi & Laba Besar
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Livin' by Mandiri melampaui 41 juta pengguna terdaftar pada Juni 2026, menambah rata‑rata 27 ribu nasabah baru tiap hari.
  • Rasio BOPO turun ke 57,6 % (penurunan 6,2 poin YoY) berkat pergeseran transaksi ke kanal digital.
  • Laba bersih konsolidasi naik 24,4 % menjadi Rp30,4 triliun, didorong fee‑based income Livin' (+46 %) dan Kopra (+22,8 %).

Ringkasan Singkat

  • Livin' by Mandiri melampaui 41 juta pengguna terdaftar pada Juni 2026, menambah rata‑rata 27 ribu nasabah baru tiap hari.
  • Rasio BOPO turun ke 57,6 % (penurunan 6,2 poin YoY) berkat pergeseran transaksi ke kanal digital.
  • Laba bersih konsolidasi naik 24,4 % menjadi Rp30,4 triliun, didorong fee‑based income Livin' (+46 %) dan Kopra (+22,8 %).

Bank Mandiri kini menata ulang model bisnisnya: bukan lagi sekadar menambah cabang, melainkan memperluas Livin'byMandiri sebagai tulang punggung layanan ritel digital. Pada semester I 2026, rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) bank‑only tercatat 57,6 %, menandakan efisiensi operasional yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Volume transaksi yang dialihkan ke aplikasi setara dengan 11.500 transaksi per hari bila diproses melalui jaringan cabang konvensional – atau kira‑kira 1.700 transaksi per jam per kantor. Dengan skala ini, digitalisasi bukan sekadar kanal, melainkan fundamentaldigital yang menurunkan biaya per transaksi dan membuka ruang margin baru.

Di sisi bisnis, platform Kopra mencatat 354 ribu pengguna, 84 % di antaranya adalah UMKM. Fitur‑fitur seperti DHE Tracker dan e‑Documents memperkaya ekosistem layanan trade finance, menambah aliran pendapatan fee‑based yang kini menjadi kontributor utama laba non‑bunga.

Risiko tetap terkendali: NPL gross bank‑only berada di 0,98 % dan cost of credit 0,52 %, sementara NPL coverage ratio tetap kuat di 242 %. Kombinasi pertumbuhan basis nasabah, efisiensi biaya, dan pendapatan berbasis komisi menegaskan bahwa transformasi digital Mandiri adalah pendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Analisis Pakar

Digitalisasi di sektor perbankan Indonesia telah melewati fase adopsi awal; kini ia menjadi strategic lever untuk meningkatkan profitabilitas. Kasus Livin'byMandiri menunjukkan bahwa skala jaringan pengguna dapat dicapai tanpa menambah infrastruktur fisik yang mahal. Efek skala ini tercermin jelas pada penurunan BOPO, yang selama dekade terakhir menjadi indikator utama efisiensi operasional bank.

Namun, keberhasilan tidak otomatis menjamin stabilitas jangka panjang. Pertumbuhan pengguna yang cepat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas data, keamanan siber, dan kemampuan analitik untuk mengubah data transaksi menjadi insight penjualan silang (cross‑selling). Tanpa fondasi teknologi yang kokoh, risiko kebocoran data atau kegagalan sistem dapat menggerus kepercayaan nasabah, yang pada gilirannya menurunkan nilai lifetime customer.

Di segmen UMKM, Kopra berpotensi menjadi katalisator inklusi keuangan. Dengan 84 % pengguna berasal dari mikro‑dan kecil, platform ini dapat mengumpulkan data kredit yang lebih granular, memungkinkan penilaian risiko yang lebih akurat dan penawaran produk yang lebih terpersonalisasi. Ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan ke sektor informal.

Terakhir, peningkatan fee‑based income menandakan pergeseran model pendapatan dari bunga ke layanan nilai tambah. Bagi investor, sinyal ini mengurangi sensitivitas bank terhadap suku bunga dan meningkatkan stabilitas arus kas. Namun, kompetisi di ruang fintech semakin ketat; Mandiri harus terus berinovasi, misalnya dengan AI‑driven advisory atau open banking, untuk mempertahankan keunggulan kompetitif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak pengguna Livin' by Mandiri hingga Juni 2026?
    A: Sekitar 41 juta pengguna terdaftar.
  • Q: Apa dampak digitalisasi terhadap rasio BOPO Mandiri?
    A: BOPO turun menjadi 57,6 %, membaik 6,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya.
  • Q: Bagaimana kontribusi Kopra terhadap pendapatan bank?
    A: Fee Kopra naik 22,8 % YoY, memperkuat pendapatan non‑bunga Mandiri.
Meow! Tanya Nesi!
😸