Skandal Keluarga Ha Young Bikin Brand Cabut Iklan, Interview Batal, dan Blog Kota Anyang Ditutup!
Pengamat budaya pop dan tren media sosial yang tahu persis apa yang sedang viral.

Ringkasan Singkat
- Brand fashion Artid dan Samsung tarik iklan yang menampilkan Ha Young setelah kontroversi kakek buyutnya yang pro‑Jepang terungkap.
- Jadwal interview Ha Young untuk drama Our Sticky Love di Netflix dibatalkan.
- Blog resmi Kota Anyang yang memuji kakek buyut Ha Young kini disembunyikan dari publik.
Drama Our Sticky Love yang lagi hits di Netflix tiba‑tiba kehilangan satu bintang utama: Ha Young. Kenapa? Karena kakek buyutnya, Ahn Sang‑ho, ternyata pernah menaruh diri di pihak Jepang pada masa kolonial. Kontroversi ini memicu Artid mengubah video iklan yang menampilkan aktris muda itu menjadi private, dan Samsung pun menurunkan iklan Art TV yang dijadwalkan tayang tahun 2025.
Tak hanya brand, Kota Anyang yang sempat memposting blog tentang Ahn Sang‑ho sebagai pejuang kemerdekaan juga menutup postingannya. Blog itu sempat menuliskan, “Melalui pemberitaan, saya baru mengetahui sosok Ahn Sang‑ho… Pejuang kemerdekaan tidak hanya yang melawan secara terbuka, tapi juga yang berjuang di bidangnya masing‑masing.” Sekarang, tulisan itu tak lagi dapat diakses publik.
Semua ini berawal dari penampilan Ha Young di acara Problem Child in House KBS pada 7 Agustus, di mana ia dengan bangga menyebutkan latar belakang medis keluarganya. Penonton cepat‑cepat menelusuri jejak kakek buyutnya dan menemukan bahwa Ahn Sang‑ho adalah dokter pertama Korea yang memperoleh lisensi medis Jepang pada 1902, bahkan pernah merawat Kaisar Gojong. Dari artikel kolonial Maeil Sinbo tahun 1918, terungkap pula bahwa ia mengaku keluarganya “berasimilasi sepenuhnya” dengan Jepang.
Agensi Bistus Entertainment langsung mengeluarkan bantahan, namun keesokan harinya mereka dan Ha Young harus mengakui fakta tersebut dan meminta maaf. Mereka menyesal telah mempublikasikan cerita tanpa verifikasi lengkap, sementara Ha Young mengaku tidak menyadari sisi gelap sejarah keluarganya.
Analisis Pakar
Kasus Ha Young menyoroti betapa sensitifnya isu sejarah kolonial di Korea Selatan, terutama yang melibatkan tokoh publik. Dalam budaya pop yang serba cepat, artis sering kali menjadi “juru cerita” tentang warisan keluarga mereka, namun kurangnya riset dapat berujung pada krisis reputasi yang meluas. Agensi harus lebih proaktif dalam melakukan due‑diligence, bukan sekadar mengandalkan narasi romantis yang menggiurkan.
Langkah brand seperti Artid dan Samsung untuk menurunkan iklan menunjukkan betapa perusahaan kini lebih berhati‑hati dalam mengelola risiko reputasi. Di era digital, satu postingan yang kontroversial dapat menyebar dalam hitungan menit, memaksa mereka untuk bereaksi cepat demi melindungi citra.
Selain itu, penutupan blog resmi Kota Anyang menandakan tekanan publik yang kuat. Pemerintah daerah harus menyeimbangkan antara menghormati sejarah lokal dan menghindari glorifikasi tokoh yang memiliki catatan kolaborasi dengan penjajah. Keputusan menutup konten tersebut mungkin merupakan upaya menghindari polarisasi lebih lanjut.
Terakhir, pembatalan interview Ha Young untuk Our Sticky Love mengirim sinyal kuat kepada industri hiburan: selebriti tidak dapat memisahkan diri dari latar belakang pribadi mereka. Penonton kini menuntut transparansi, dan produser harus siap mengelola krisis PR sebelum menandatangani kontrak dengan talent.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa iklan Ha Young diturunkan oleh Artid dan Samsung?
A: Kedua brand menganggap kontroversi kakek buyut Ha Young yang pro‑Jepang dapat merusak citra mereka, sehingga mereka menurunkan iklan untuk menghindari backlash. - Q: Apa yang sebenarnya dilakukan Ahn Sang‑ho selama masa kolonial?
A: Ahn Sang‑ho adalah dokter pertama Korea yang memperoleh lisensi medis Jepang pada 1902, mendirikan klinik Barat pertama di Seoul, dan pernah merawat Kaisar Gojong; ia juga pernah menyatakan keluarga telah “berasimilasi sepenuhnya” dengan Jepang. - Q: Apakah Ha Young akan kembali muncul di drama Our Sticky Love?
A: Saat ini interviewnya dibatalkan dan belum ada konfirmasi resmi mengenai partisipasinya lebih lanjut dalam drama tersebut.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

Angga Dwimas Sasongko Proyeksikan Krisis Industri Film: Produksi Melonjak, Penonton Anjlok

Lolox Ungkap Kesedihan Kehilangan Ayah di Gala Premiere Film GAK ADA MATINYA

Ashanty Bangga Arsy Ikut MUN 2026, Warisi Bakat Diplomasi Mendiang Kakek
