Misteri Balas Dendam di Hutan India: Monkey Man Tayang Malam Ini, Siap Bikin Kamu Terpukau!
Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

Ringkasan Singkat
- Dev Patel debut sebagai sutradara sekaligus pemeran utama dalam film aksi‑drama Monkey Man.
- Plot berpusat pada Kid yang berjuang melawan korupsi dan balas dendam atas kematian ibunya.
- Film ditayangkan di Bioskop Trans TV malam ini pukul 20.00 WIB, diikuti oleh Khali the Killer jam 22.00.
Siap-siap, malam Rabu 12 Agustus 2026 bakal jadi maraton aksi yang nggak boleh kamu lewatin! Dev Patel tidak hanya memerankan tokoh Kid yang penuh dendam, tapi juga memegang kendali penuh sebagai sutradara pertama kalinya. Cerita dimulai di sebuah desa hutan India, di mana Kid kecil (diperankan Jatin Malik) tumbuh dengan dongeng tentang Hanuman yang menanamkan semangat juang.
Namun, kedamaian itu hancur ketika kepala kepolisian korup Rana Singh (Sikandar Kher) dan guru spiritual kejam Baba Shakti (Makarand Deshpande) menyerbu desa. Ibunya Kid, Neela (Adithi Kalkunte), terbakar hidup-hidup, meninggalkan luka yang menggerogoti hatinya. Bertahun‑tahun kemudian, Kid yang kini berwajah dewasa (Dev Patel) beroperasi di Yatana, sebuah arena tinju bawah tanah yang dipenuhi topeng kera.
Di balik pertarungan yang selalu dirancang agar ia kalah, Kid menyimpan rencana balas dendam. Ia menyusup ke klub malam Kings dengan identitas samaran Bobby, naik pangkat dari dapur hingga melayani tamu VIP. Setiap langkahnya semakin mendekatkan ia pada Baba Shakti dan Rana Singh, namun bahaya baru terus mengintai.
Proses syuting Monkey Man dimulai pada awal 2020 di India, terhenti karena pandemi, lalu dilanjutkan di sebuah pulau kecil di Batam, Indonesia. Bahkan Patel sempat melanjutkan adegan dengan lengan patah! Semua itu menambah aura gritty yang terasa di layar.
Analisis Pakar
Secara naratif, Monkey Man berhasil menggabungkan elemen mitologi Hindu dengan thriller balas dendam modern. Penggunaan dongeng Hanuman sebagai metafora kekuatan moral memberi lapisan filosofis yang jarang ditemui dalam genre aksi‑drama. Patel, yang biasanya dikenal lewat peran‑peran aktingnya, menunjukkan keberanian kreatif dengan menulis skenario bersama Paul Angunawela dan John Collee. Ini menandakan transisi artis multitalenta yang ingin mengukir identitas baru di balik kamera.
Namun, tidak semua elemen berjalan mulus. Penokohan antagonis—Rana Singh dan Baba Shakti—terkesan satu dimensi, mengandalkan stereotip korupsi dan kejahatan spiritual tanpa eksplorasi psikologis yang mendalam. Hal ini berpotensi membuat penonton kehilangan rasa empati terhadap konflik internal Kid. Di sisi lain, visualisasi arena tinju bawah tanah dengan topeng kera memberikan estetika visual yang kuat, menambah sensasi gritty yang cocok dengan tema balas dendam.
Dari sudut produksi, pemilihan lokasi syuting di Batam menambah nilai eksotisme sekaligus menegaskan komitmen film terhadap keaslian latar Asia Tenggara. Meskipun ada kendala fisik—Patel yang melanjutkan syuting dengan lengan patah—, semangat pantang menyerah ini terasa dalam setiap adegan pertarungan yang intens. Ini menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak selalu menghalangi kreativitas.
Kesimpulannya, Monkey Man bukan sekadar film aksi biasa; ia adalah laboratorium eksperimental bagi Dev Patel untuk menguji batasan dirinya sebagai sutradara, penulis, dan aktor. Bagi penonton yang menyukai cerita dengan lapisan mitos, aksi brutal, dan sentuhan emosional, film ini layak ditunggu. Namun, bagi yang mengharapkan antagonis yang kompleks, mungkin akan terasa kurang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Q: Kapan tepatnya Monkey Man ditayangkan di Trans TV?
A: Film ini ditayangkan pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB.
Q: Siapa saja yang terlibat sebagai pemeran utama selain Dev Patel?
A: Selain Dev Patel, film ini menampilkan Sharito Copley, Pitobash, Vipin Sharma, dan Sikandar Kher.
Q: Apakah Monkey Man merupakan debut Dev Patel sebagai sutradara?
A: Ya, ini adalah debut Dev Patel sebagai sutradara film panjang sekaligus penulis skenario.


