Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M 4,8 Guncang Wilayah SSW Abepura, Papua: Tidak Ada Kerusakan Signifikan, Waspada Gempa Susulan

BencanaBudi SantosoBudi SantosoSumber: EarthquakeBot
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Gempa M 4,8 Guncang Wilayah SSW Abepura, Papua: Tidak Ada Kerusakan Signifikan, Waspada Gempa Susulan
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gempa bumi berkekuatan magnitude 4,8 terjadi pada 12 Agustus 2026 pukul 02:33 WIB di kedalaman yang belum diumumkan, berpusat 166 kilometer arah selatan‑barat‑barat (SSW) dari Abepura, Papua.
  • Wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Jayapura dan sekitarnya; meskipun intensitas dirasakan oleh sebagian penduduk, skala Modified Mercalli (MMI) diperkirakan berada pada level III (goyangan ringan).
  • BMKG menegaskan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan karena kedalaman gempa berada di bawah ambang yang dapat memicu gelombang laut signifikan.

Gempa bumi berkekuatan magnitude 4,8 terjadi pada 12 Agustus 2026 pukul 02:33 WIB di kedalaman yang belum diumumkan, berpusat 166 kilometer arah selatan‑barat‑barat (SSW) dari Abepura, Papua.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terdeteksi oleh jaringan seismometer nasional dan tidak menimbulkan laporan kerusakan struktural maupun korban jiwa pada wilayah sekitarnya.

Wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Jayapura dan sekitarnya; meskipun intensitas dirasakan oleh sebagian penduduk, skala Modified Mercalli (MMI) diperkirakan berada pada level III (goyangan ringan).

BMKG menegaskan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan karena kedalaman gempa berada di bawah ambang yang dapat memicu gelombang laut signifikan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan menyarankan prosedur evakuasi darurat bila terjadi gempa dengan intensitas lebih tinggi.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah Papua terletak di zona konvergen antara lempeng Indo‑Australia dan lempeng Pasifik, dimana sesar utama seperti Sesar Papua Barat dan Sesar Mamberamo berperan aktif. Sejarah gempa di daerah ini menunjukkan kejadian berulang dengan magnitudo 5‑6 dalam dekade terakhir, termasuk gempa M 6,2 pada 2020 yang menimbulkan kerusakan terbatas. Sesar‑sesar tersebut bersifat strike‑slip dan thrust, sehingga potensi terjadinya gempa susulan cukup tinggi. Meskipun gempa M 4,8 tidak cukup kuat untuk memicu tsunami, pergerakan lempeng dapat menghasilkan gelombang lokal bila terjadi di bawah laut dengan kedalaman dangkal. Oleh karena itu, pemantauan terus‑menerus oleh jaringan seismik BMKG dan kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Meow! Tanya Nesi!
😸