Gempa M 4,5 Guncang Ambon, Tidak Ada Kerusakan Signifikan, Waspada Gempa Susulan
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 pada pukul 13:15:28 WIB, berpusat 125 km arah NNW Ambon, Provinsi Maluku.
- Gempa ini tercatat pada kedalaman 10 km dan terdeteksi oleh jaringan seismometer nasional serta internasional.
- Menurut laporan awal, tidak ada laporan korban jiwa atau cedera serius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 pada pukul 13:15:28 WIB, berpusat 125 km arah NNW Ambon, Provinsi Maluku. Gempa ini tercatat pada kedalaman 10 km dan terdeteksi oleh jaringan seismometer nasional serta internasional.
Menurut laporan awal, tidak ada laporan korban jiwa atau cedera serius. Kerusakan pada bangunan bersifat ringan, terbatas pada retakan dinding di beberapa rumah tinggal di wilayah pesisir Ambon. Penduduk melaporkan merasakan guncangan selama kurang lebih 10 detik, terutama di daerah dengan struktur bangunan tidak tahan gempa.
BMKG mengeluarkan peringatan gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo potensial hingga 3,5โ4,0, serta menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Pemerintah daerah segera mengaktifkan tim SAR dan melakukan inspeksi struktural pada fasilitas publik, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Wilayah Ambon terletak di zona subduksi kompleks antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, yang secara historis menjadi sumber aktivitas seismik signifikan. Gempa dengan magnitudo serupa pernah terjadi pada tahun 2019 (M 5,2) dan 2021 (M 4,8), meski tidak memicu tsunami. Data BMKG menunjukkan peningkatan frekuensi gempa kecil dalam tiga bulan terakhir, menandakan akumulasi tegangan tektonik yang perlu dipantau.
Analisis Pakar Geofisika
Wilayah Ambon berada di sepanjang zona patahan utama, yaitu Sesar Ambon (Ambon Fault), yang merupakan bagian dari sistem sesar transformasi yang menghubungkan zona subduksi. Sesar ini terbentuk akibat pergerakan lateral antara blok tektonik, menghasilkan pergeseran horisontal yang dapat memicu gempa dengan intensitas sedang hingga kuat. Sejarah seismik menunjukkan bahwa sesar ini telah menghasilkan lebih dari 30 gempa dengan magnitudo โฅ4,0 dalam 50 tahun terakhir. Meskipun gempa M 4,5 kali ini tidak menimbulkan tsunami, potensi tsunami tetap ada bila terjadi pergeseran vertikal signifikan pada sesar lempeng subduksi di sebelah timur. Oleh karena itu, BMKG terus memantau perubahan kedalaman hiposenter dan pola gelombang seismik untuk mengidentifikasi kemungkinan gempa susulan yang lebih besar. Masyarakat disarankan untuk tetap waspada, mengikuti prosedur evakuasi, dan memperkuat struktur bangunan guna mengurangi risiko pada gempa berikutnya.