Wuling Aira EV Menjadi Raja Jalanan di GIIAS 2026, DFSK Gapai 625 SPK dengan PHEV E5 Plus
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Wuling Motors mencatat 3.290 SPK, dengan Aira EV menyumbang 68% total pemesanan.
- Varian Long Range Aira EV paling diminati (2.073 unit), sementara DFSK mengamankan 625 SPK, dipimpin oleh E5 Plus (380 unit).
- Test‑drive menjadi indikator kuat minat konsumen: Wuling 2.203 kali, DFSK lebih dari 700 kali, menegaskan permintaan atas teknologi listrik dan hybrid.
Gelaran GIIAS 2026 di Tangerang kembali menjadi barometer tren mobilitas Indonesia. Di antara puluhan pameran, Wuling Motors menorehkan performa luar biasa dengan total 3.290 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Dari semua model yang dipamerkan, Aira EV menjadi magnet utama, menyerap 2.238 SPK atau sekitar 68% dari keseluruhan pemesanan Wuling.
Permintaan terpusat pada varian Long Range, yang berhasil mengamankan 2.073 unit, sementara varian Standard Range hanya menyumbang 165 unit. Aktivitas test‑drive di booth Wuling juga tinggi, tercatat 2.203 kali, menandakan konsumen tidak sekadar melihat, melainkan ingin merasakan langsung keunggulan kendaraan listrik.
Di sisi lain, DFSK menutup pameran dengan 625 SPK. Model unggulan mereka, E5 Plus, menguasai 380 unit, diikuti oleh SERES E1 (125 unit) dan Gelora E (120 unit). Booth DFSK menarik lebih dari 10.000 pengunjung, dengan lebih dari 700 test‑drive—sebagian besar melibatkan E5 Plus, yang merupakan SUV plug‑in hybrid (PHEV).
Program “Deal n Drive” memungkinkan 147 unit Aira EV Long Range langsung diserahkan ke pembeli selama pameran, menegaskan kecepatan konversi minat menjadi penjualan. Sementara itu, DFSK menekankan pentingnya pengalaman langsung pada teknologi PHEV, yang terbukti menjadi faktor penentu bagi lebih dari separuh pengunjung yang mencoba E5 Plus.
Analisis Pakar
Data pemesanan ini bukan sekadar angka penjualan; ia mencerminkan pergeseran struktural dalam preferensi konsumen Indonesia menuju kendaraan listrik (EV) dan hybrid. Dominasi Aira EV menunjukkan bahwa segmen EV massal kini memiliki daya tarik yang cukup kuat, terutama bila dipadukan dengan varian Long Range yang menjawab kekhawatiran range anxiety. Dari perspektif makroekonomi, peningkatan adopsi EV dapat menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil, mengurangi defisit impor BBM, dan membuka peluang bagi industri lokal dalam rantai pasok baterai serta infrastruktur pengisian.
Namun, keberhasilan Wuling tidak lepas dari strategi harga agresif dan jaringan distribusi yang luas. Dengan harga kompetitif, Aira EV menembus segmen menengah‑bawah, memperluas basis konsumen yang sebelumnya terhalang oleh biaya tinggi. Sementara itu, DFSK menargetkan konsumen premium‑mid yang menginginkan fleksibilitas hybrid, yang masih menjadi pilihan menarik bagi mereka yang belum siap beralih sepenuhnya ke EV murni.
Implikasi bagi investor adalah jelas: produsen EV lokal dan asing yang mampu menawarkan varian dengan jangkauan panjang dan harga terjangkau akan menjadi pemenang pasar. Selain itu, perusahaan yang berinvestasi dalam infrastruktur pengisian cepat, serta pemain di sektor baterai, akan menikmati pertumbuhan eksponensial seiring percepatan adopsi EV. Pemerintah juga perlu memperkuat insentif fiskal dan regulasi yang mendukung ekosistem ini, agar momentum yang tercipta di GIIAS tidak hanya menjadi hype sesaat.
Secara keseluruhan, GIIAS 2026 menegaskan bahwa Indonesia berada pada titik kritis transisi mobilitas. Kompetisi antara Wuling dan DFSK bukan hanya soal kuantitas SPK, melainkan tentang siapa yang lebih cepat mengintegrasikan teknologi, harga, dan layanan purna jual untuk memenangkan hati konsumen yang semakin sadar lingkungan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total SPK yang dicatat oleh Wuling di GIIAS 2026?
A: Wuling mencatat 3.290 SPK, dengan Aira EV menyumbang 2.238 SPK (68% dari total). - Q: Model mana yang paling banyak dipesan oleh DFSK?
A: DFSK E5 Plus menjadi model terlaris dengan 380 unit SPK. - Q: Apa perbedaan utama antara varian Long Range dan Standard Range Aira EV?
A: Varian Long Range menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh per pengisian baterai, sehingga lebih diminati (2.073 unit) dibandingkan Standard Range (165 unit).
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BEI Catat 23 UKM Siap IPO di 2027 Setelah Ikuti Program Pendampingan

Rapat Koordinasi Kemenko Perekonomian Bahas Percepatan Implementasi Kredit Perempuan Prasejahtera dan Penurunan Bunga Pinjaman

BEI Resmi Keluarkan Saham HSC dari IHSG, Pasar Diprediksi Stabil Tanpa Gejolak
