Asuransi Kendaraan Bergeser: Personal Accident Jadi Fokus Utama
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ringkasan Singkat
- Vincent Soegianto, CEO Oona Insurance Indonesia, mengungkap pergeseran kebutuhan asuransi dari kendaraan ke risiko personal accident.
- Pertumbuhan permintaan ini muncul dari peminjam pembiayaan kendaraan, menandakan peluang baru bagi industri asuransi.
- Kolaborasi tiga pihakâMultifinance, perusahaan pembiayaan, dan asuransiâmenjadi kunci menciptakan produk yang terjangkau dan berisiko rendah.
Dalam acara Multifinance CEO Gathering 2026 yang digelar di Parle Senayan, Vincent Soegianto menyoroti perubahan perilaku konsumen asuransi kendaraan di Indonesia. Dulu, proteksi utama terfokus pada kerusakan atau kehilangan kendaraan. Kini, konsumen semakin menuntut perlindungan personal accident yang mencakup risiko cedera atau kematian pada pengemudi dan penumpang.
"Pergeseran yang menarik terjadi pada semester terakhir, dengan peningkatan signifikan pada permintaan asuransi personal accident dari peminjam pembiayaan," ujar Vincent dalam sambutannya. Ia menegaskan bahwa asuransi kini tidak hanya melindungi unit kendaraan, melainkan juga peminjam yang menjadi pihak rentan.
Strategi Oona Insurance Indonesia beralih menjadi strategic partner bagi perusahaan pembiayaan. "Kami mengadakan diskusi tiga pihak antara ATPM, finance company, dan insurance company untuk merancang produk yang affordable, sekaligus menyeimbangkan risiko bagi semua pihak," jelasnya. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan menstabilkan profitabilitas sektor multifinance sekaligus meningkatkan kepuasan nasabah.
Analisis Pakar
Perubahan pola permintaan ini mencerminkan dua tren makro yang saling berinteraksi: pertama, peningkatan kesadaran risiko pribadi di tengah ketidakpastian ekonomi; kedua, tekanan regulasi yang menuntut transparansi dan perlindungan konsumen yang lebih luas. Dari perspektif mikro, peminjam kendaraan kini menyadari bahwa kecelakaan tidak hanya mengancam aset fisik, tetapi juga kesehatan dan pendapatan mereka. Oleh karena itu, asuransi personal accident menjadi komponen krusial dalam paket pembiayaan.
Secara bisnis, pergeseran ini membuka peluang margin baru bagi perusahaan asuransi. Premi personal accident biasanya memiliki rasio loss yang lebih rendah dibandingkan asuransi kendaraan tradisional, terutama bila dikaitkan dengan profil risiko yang tersegmentasi secara tepat. Namun, tantangan utama terletak pada underwriting yang akurat dan integrasi data lintas sektorâmisalnya, data riwayat kredit, perilaku mengemudi, dan histori medis.
Kolaborasi tiga pihak yang disebutkan Vincent bukan sekadar formalitas. Dalam praktiknya, sinergi antara Multifinance dan asuransi memungkinkan penawaran bundling yang lebih kompetitif, mengurangi biaya akuisisi nasabah, dan meningkatkan retensi. Pendekatan ini juga sejalan dengan kebijakan OJK yang mendorong ekosistem keuangan inklusif dan berkelanjutan.
Namun, eksekusi harus diimbangi dengan kontrol risiko yang ketat. Jika premi personal accident ditetapkan terlalu rendah tanpa memperhitungkan faktor mortalitas, perusahaan asuransi dapat terjebak dalam spiral kerugian. Oleh karena itu, penting bagi Oona Insurance dan mitra-mitranya untuk mengadopsi model pricing berbasis data analytics yang dinamis, serta memperkuat edukasi konsumen tentang manfaat perlindungan ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa permintaan asuransi personal accident meningkat di kalangan peminjam kendaraan?
A: Karena konsumen kini menyadari risiko cedera atau kematian yang dapat mengganggu kemampuan membayar cicilan, sehingga mereka mencari perlindungan yang melindungi diri mereka, bukan hanya kendaraan. - Q: Bagaimana kolaborasi antara perusahaan multifinance dan asuransi dapat menurunkan biaya premi?
A: Dengan menggabungkan data nasabah dan menawarkan paket bundling, kedua pihak dapat mengoptimalkan underwriting, mengurangi biaya akuisisi, dan menyalurkan premi yang lebih terjangkau. - Q: Apakah asuransi personal accident memiliki risiko kerugian yang lebih rendah dibandingkan asuransi kendaraan?
A: Umumnya ya, karena klaim personal accident cenderung lebih terprediksi dan dapat dikelola melalui underwriting berbasis profil risiko yang detail.


