Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Suami Nikita Willy Jadi Imam Salat Jumat di Kanada, Bikin Semua Terpana!

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Suami Nikita Willy Jadi Imam Salat Jumat di Kanada, Bikin Semua Terpana!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Suami Nikita Willy, Indra Priawan, memimpin salat Jumat pertama di Masjid Al‑Ikhlas Centre Edmonton, Kanada.
  • Ayat‑ayat Al‑Qur'an yang dibacanya begitu fasih membuat jemaah terkesima.
  • Selain pewaris Blue Bird Group, ia juga lulusan UI, master di Hult, dan co‑owner platform fashion online.

Liburan romantis bersama Nikita Willy ternyata berubah jadi panggung spiritual yang tak terduga. Di tengah cuaca sejuk Edmonton, Indra Priawan diundang menjadi imam pada peresmian Masjid Al‑Ikhlas Centre – masjid Indonesia pertama di Kanada Barat. Tanpa ragu, ia melantunkan ayat‑ayat suci dengan lantang dan jelas, membuat seluruh jamaah terdiam kagum.

Acara itu tidak hanya sekadar ibadah, melainkan juga ajang pertemuan para tokoh muslim, termasuk Ustaz Fatih Karim yang memberikan ceramahnya. Kehadiran Indra sebagai imam pertama menambah nilai historis, mengingat latar belakangnya yang bukan hanya selebriti, melainkan juga pewaris Blue Bird Group yang terkenal.

Berusia 33 tahun, Indra menamatkan studi Teknik Mesin di UI (2013) dan melanjutkan Master Bisnis Internasional di Hult International Business School, San Francisco. Kini ia memegang sekitar 5,96% saham di Blue Bird Group serta menjadi co‑owner platform belanja fashion daring, menegaskan bahwa ia bukan sekadar “suami artis” melainkan pengusaha muda yang serius.

Meski dibesarkan dalam keluarga konglomerat, Indra mengaku dibesarkan dengan nilai kesederhanaan. “Papaku dan nenekku selalu mengajarkan ‘yang penting ada saja’, walau sudah berkecukupan,” ungkapnya dalam sebuah video di channel resmi Nikita Willy. Cerita itu menambah dimensi manusiawi pada sosok yang kini menjadi sorotan publik.

Analisis Pakar

Penampilan Indra Priawan sebagai imam di Kanada bukan sekadar kebetulan; ia mencerminkan tren baru di mana figur publik, terutama yang berasal dari kalangan elite, semakin terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan. Hal ini dapat dilihat sebagai upaya memperkuat identitas Muslim Indonesia di diaspora, sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan nasional di antara komunitas Indonesia di luar negeri.

Dari perspektif bisnis, kehadiran seorang pewaris Blue Bird Group di panggung religius menambah nilai brand personal yang sangat strategis. Di era media sosial, citra seorang pengusaha yang juga aktif beribadah dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama di pasar mayoritas Muslim. Ini sejalan dengan konsep “Islamic branding” yang kini banyak dijadikan strategi pemasaran.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sorotan media juga menimbulkan pertanyaan tentang batas antara kehidupan pribadi dan publik. Apakah peran sebagai imam akan menjadi “alat” bagi Indra untuk memperluas jaringan bisnis? Ataukah ini murni panggilan hati yang tulus? Sebagai pengamat, saya melihat peluang bagi Indra untuk menjadi jembatan antara dunia korporat dan komunitas Muslim, asalkan ia tetap menjaga integritas dan tidak memanfaatkan posisi religiusnya untuk kepentingan komersial.

Terlepas dari spekulasi, satu hal pasti: penampilan Indra di Masjid Al‑Ikhlas Centre menegaskan bahwa kepemimpinan spiritual tidak mengenal batas geografis, status sosial, atau latar belakang ekonomi. Ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia di luar negeri untuk tetap menjaga identitas keagamaan sambil berkontribusi pada masyarakat setempat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Siapa yang memimpin salat Jumat di Masjid Al‑Ikhlas Centre Edmonton?
  • A: Imam pertama yang memimpin adalah Indra Priawan, suami aktris Nikita Willy.
  • Q: Apa hubungan Indra Priawan dengan Blue Bird Group?
  • A: Ia adalah cucu pendiri dan pemegang saham mayoritas (sekitar 5,96%) di perusahaan transportasi tersebut.
  • Q: Bagaimana latar belakang pendidikan Indra Priawan?
  • A: Ia lulus Teknik Mesin dari Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master Bisnis Internasional dari Hult International Business School, San Francisco.
Meow! Tanya Nesi!
😸