Pertamina Gencarkan Produksi Gas Pangkah: Solusi Energi Industri Jawa Timur
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Wilayah Kerja Pangkah di Gresik dipercepat produksi gasnya untuk mendukung basis industri Jawa Timur.
- Sumur pengembangan UPA-17ST menghasilkan 2.443 BOPD minyak dan 3,72 MMSCFD gas, melampaui target perusahaan.
- PGN Saka fokus pada optimalisasi fasilitas onshore/offshore sekaligus eksplorasi cadangan baru.
Jakarta, CNBC Indonesia ā Pertamina menegaskan bahwa Wilayah Kerja Pangkah bukan sekadar aset migas yang sudah berproduksi, melainkan potensi strategis untuk menambah pasokan energi industri di Jawa Timur. Dengan menempatkan sumber energi dekat dengan konsumen utama, perusahaan berharap dapat memperkuat keandalan rantai pasok dan menurunkan biaya logistik.
Pengelolaan wilayah ini berada di bawah PGN Saka, anak usaha PT Saka Energi Indonesia (SIPL) yang tergabung dalam Subholding Gas Pertamina. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menekankan pentingnya kontinuitas pasokan gas bumi untuk menjaga kestabilan produksi industri. "Jawa Timur memiliki basis industri yang sangat kuat. Karena itu, kontinuitas pasokan energi, khususnya gas bumi, perlu terus dijaga," ujarnya dalam pernyataan tertulis Senin (10/8/2026).
Selain menelusuri cadangan baru, Oki menyoroti pemanfaatan maksimal infrastruktur yang sudah ada, termasuk Onshore Processing Facility dan LPG Plant. "Kami mendiskusikan bagaimana infrastruktur yang sudah tersedia dapat dimanfaatkan semakin optimal," tambahnya.
Pemboran sumur pengembangan UPA-17ST pada Maret 2026 menghasilkan laju alir awal 2.443 barel minyak per hari (BOPD) dan 3,72 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) associated gas, melampaui target internal. Direktur Utama PGN Saka, Intan Fauzi, menegaskan bahwa hasil ini mengindikasikan masih banyak nilai tambah yang dapat digali melalui eksplorasi terukur dan integrasi fasilitas onshoreāoffshore.
Strategi ganda ā memaksimalkan produksi yang ada sekaligus menggali cadangan baru ā diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset Pangkah, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Analisis Pakar
Secara makro, upaya Pertamina di Pangkah mencerminkan tren deāglobalisasi rantai pasok energi, di mana negaraānegara produsen berusaha menurunkan ketergantungan pada impor dengan mengoptimalkan sumber daya domestik. Jawa Timur, sebagai salah satu zona industri terpadat di Indonesia, menuntut pasokan gas yang stabil dan terjangkau. Dengan menempatkan sumber energi di dekat konsumen, Pertamina tidak hanya mengurangi biaya transportasi, tetapi juga mengurangi risiko gangguan pasokan yang dapat menghambat produksi manufaktur.
Namun, tantangan utama terletak pada efisiensi operasional fasilitas yang sudah ada. Banyak lapangan migas di Indonesia masih beroperasi dengan tingkat recovery yang rendah karena teknologi yang usang. Investasi dalam teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan digitalisasi proses produksi dapat meningkatkan recovery factor secara signifikan, mengubah aset marginal menjadi kontributor utama pasokan energi.
Selanjutnya, eksplorasi cadangan baru di Pangkah harus diimbangi dengan analisis ekonomi yang ketat. Harga minyak dan gas yang fluktuatif menuntut kalkulasi nilai bersih (NPV) yang realistis, serta mitigasi risiko regulasi dan lingkungan. Kolaborasi dengan perusahaan layanan minyak internasional dapat mempercepat transfer teknologi dan penurunan biaya eksplorasi.
Terakhir, kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan infrastruktur gas, termasuk jaringan pipa dan terminal LPG, akan menjadi katalisator penting. Jika kebijakan tarif dan regulasi distribusi gas tetap stabil, maka investasi di Pangkah dapat menghasilkan margin yang lebih tinggi, sekaligus memberikan kontribusi signifikan pada target energi terbarukan Indonesia melalui pemanfaatan gas sebagai transisi energi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa target produksi gas Pertamina di Wilayah Kerja Pangkah untuk 2027?
A: Pertamina menargetkan peningkatan produksi gas hingga sekitar 5 MMSCFD, dengan fokus pada optimalisasi fasilitas yang ada dan penambahan sumur baru. - Q: Bagaimana dampak peningkatan produksi gas Pangkah terhadap industri di Jawa Timur?
A: Peningkatan pasokan gas lokal akan menurunkan biaya energi bagi industri, meningkatkan daya saing, dan mengurangi ketergantungan pada impor LPG. - Q: Apa peran PGN Saka dalam pengembangan Pangkah?
A: PGN Saka mengelola operasi onshore/offshore, mengoptimalkan fasilitas existing, serta memimpin eksplorasi cadangan baru untuk memperkuat ketahanan energi nasional.


