Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Keluarga Netanyahu Desak Sumpah Kesetiaan Staf PM: Kontroversi atau Politik Kekuasaan?

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Keluarga Netanyahu Desak Sumpah Kesetiaan Staf PM: Kontroversi atau Politik Kekuasaan?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Yoav Horowitz, mantan kepala staf Benjamin Netanyahu (2016‑2019), mengklaim keluarga premiér menuntut semua staf menandatangani sumpah kesetiaan. Netanyahu menolak pakta damai yang diusulkan oleh Trump.
  • Horowitz, kini kandidat partai oposisi Yashar, menuduh campur tangan keluarga dalam kebijakan keamanan dan menyebut permintaan tersebut sebagai bukti otoritarianisme.
  • Ia menolak melaksanakan tuntutan itu, sambil mengkritik apa yang ia sebut sebagai erosi demokrasi sejak 2019.

Dalam sebuah wawancara dengan Channel12News pada Jumat (7/8), Yoav Horowitz mengungkapkan bahwa anggota keluarga Benjamin Netanyahu secara aktif mempengaruhi keputusan‑keputusan keamanan negara. Menurutnya, tidak ada pemisahan yang jelas antara premiér dan istrinya, Sara Netanyahu, yang “satu dalam segala hal”.

Horowitz menambahkan bahwa putra premiér, Yair Netanyahu, yang dikenal dengan pernyataan‑pernyataan provokatifnya, menjadi “faktor lain” yang memperkuat lingkaran kekuasaan di sekitar kantor perdana menteri. Netanyahu juga diduga terlibat dalam keputusan strategis terkait Gaza.

“Tuntutan akan loyalitas pribadi selalu ada sepanjang waktu. Itu semacam obsesi,” kata Horowitz, menambahkan bahwa ia menolak melaksanakan permintaan tersebut meski mengaku bahwa premiér mendukungnya. Ia juga menegaskan kembali tuduhan‑tuduhan sebelumnya bahwa pemerintahan Netanyahu bersifat anti‑demokrasi dan otoriter, dengan kontrol yang kuat atas Knesset, sistem peradilan, dan kepolisian.

Analisis Pakar

Permintaan sumpah kesetiaan pribadi kepada sebuah keluarga politik menimbulkan pertanyaan mendasar tentang batas antara loyalitas institusional dan kultus pribadi dalam demokrasi modern. Jika benar adanya, hal ini dapat mengindikasikan pergeseran dari norma‑norma birokrasi profesional menuju jaringan patronase yang mengaburkan akuntabilitas publik. Di banyak negara demokratis, pegawai negeri diharuskan bersumpah setia kepada konstitusi, bukan kepada individu atau keluarga tertentu.

Dalam konteks Israel, di mana keamanan nasional sering menjadi arena perdebatan politik, campur tangan keluarga premiér dalam kebijakan keamanan dapat memperparah polarisasi. Keterlibatan Sara dan Yair Netanyahu dalam urusan publik, meski tidak memegang jabatan resmi, menciptakan persepsi bahwa keputusan‑keputusan strategis dipengaruhi oleh kepentingan pribadi. Hal ini berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga‑lembaga negara, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang terus berlangsung.

Secara politik, tuduhan Horowitz dapat dimanfaatkan oleh oposisi, khususnya partai Yashar yang dipimpin oleh Gadi Eisenkot, untuk menyoroti apa yang mereka sebut sebagai “pemerintahan satu orang”. Namun, penting untuk menilai klaim tersebut secara kritis: apakah ada bukti konkret selain pernyataan Horowitz? Apakah permintaan tersebut bersifat formal atau sekadar anekdot internal? Tanpa verifikasi independen, risiko penyebaran narasi yang dapat memperburuk fragmentasi politik tetap tinggi.

Jika tuduhan ini terbukti, konsekuensinya tidak hanya bersifat politik, melainkan juga hukum. Israel memiliki kerangka hukum yang mengatur etika pelayanan publik, dan permintaan semacam itu dapat melanggar prinsip‑prinsip netralitas birokrasi. Pengawasan parlemen dan lembaga pengawas independen akan menjadi kunci untuk menilai apakah ada pelanggaran yang memerlukan tindakan korektif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang dimaksud dengan sumpah kesetiaan kepada keluarga Netanyahu?
    A: Itu merujuk pada permintaan agar staf kantor perdana menteri menandatangani pernyataan loyalitas pribadi kepada keluarga premiér, bukan kepada institusi negara.
  • Q: Bagaimana reaksi partai oposisi terhadap tuntutan tersebut?
    A: Partai oposisi, termasuk Yashar, mengecam permintaan itu sebagai indikasi otoritarianisme dan menggunakannya untuk menyerang legitimasi pemerintahan Netanyahu.
  • Q: Apakah ada preseden serupa dalam politik Israel?
    A: Meskipun loyalitas politik umum memang ada, permintaan formal untuk sumpah kesetiaan kepada individu atau keluarga belum pernah menjadi praktik standar dalam sejarah modern Israel.
Meow! Tanya Nesi!
😸