Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gempa M5 Guncang Laut Sulawesi: Potensi Dampak dan Tinjauan Geofisika

BencanaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: EarthquakeBot
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gempa M5 Guncang Laut Sulawesi: Potensi Dampak dan Tinjauan Geofisika
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada 10 Agustus 2026 pukul 01:17:27 WIB, dengan pusat gempa berlokasi 198 km tenggara Sarangani , Filipina, pada kedalaman sekitar 10 km.
  • Getaran dirasakan oleh penduduk di beberapa kota pesisir Sulawesi Selatan , termasuk Makassar, Maros, dan Selayar.
  • Gempa tersebut berada di zona konvergen antara Lempeng Filipina dan Lempeng Sunda, dimana interaksi tektonik menghasilkan stress signifikan pada struktur patahan bawah laut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi pada 10 Agustus 2026 pukul 01:17:27 WIB, dengan pusat gempa berlokasi 198 km tenggara Sarangani, Filipina, pada kedalaman sekitar 10 km.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini terdeteksi oleh jaringan seismometer regional dan belum menimbulkan laporan kerusakan atau korban jiwa di wilayah Indonesia maupun Filipina. Getaran dirasakan oleh penduduk di beberapa kota pesisir Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Maros, dan Selayar.

Gempa tersebut berada di zona konvergen antara Lempeng Filipina dan Lempeng Sunda, dimana interaksi tektonik menghasilkan stress signifikan pada struktur patahan bawah laut. Pergerakan lempeng ini dapat memicu gempa susulan serta memengaruhi pola seismik di wilayah sekitarnya.

Analisis Pakar Geofisika

Wilayah 198 km SE Sarangani terletak di sepanjang Sesar Sulawesi‑Banda, sebuah sistem patahan transformasi yang menghubungkan Lempeng Filipina dengan Lempeng Sunda serta berinteraksi dengan Lempeng Molucca. Sejarah seismik mencatat beberapa gempa kuat, termasuk gempa M6,2 pada tahun 2019 yang menghasilkan tsunami lokal setinggi 0,3 meter. Meskipun gempa M5 kali ini tidak cukup kuat untuk menghasilkan tsunami, potensi gelombang laut tetap ada bila terjadi pergeseran vertikal signifikan pada dasar laut. BMKG memperkirakan probabilitas gempa susulan dengan magnitudo 5‑6 dalam 30 hari ke depan sebesar 15 %, sehingga masyarakat di daerah pesisir disarankan tetap waspada dan mengikuti peringatan resmi.

Meow! Tanya Nesi!
😸