Erick Thohir Ungkap: FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Ajang Sepak Bola Terbesar Setelah Piala Dunia!
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Ringkasan Singkat
- FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar di Indonesia pada 21 September – 3 Oktober.
- Erick Thohir menyatakan turnamen ini menjadi event sepak bola terbesar setelah Piala Dunia 2026.
- Turnamen antarklub Asia Tenggara ini akan melibatkan tim-tim kuat dari seluruh Asia, memanfaatkan kalender FIFA ASEAN Cup yang bertepatan dengan FIFA Matchday.
Jakarta, 10 Agustus 2026 – Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengumumkan dengan penuh semangat bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi sorotan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia 2026 selesai.
Turnamen yang akan berlangsung dari 21 September hingga 3 Oktober mendatang akan menampilkan klub-klub elit Asia Tenggara serta tim-tim kuat dari kawasan Asia lainnya. Karena dijadwalkan pada FIFA Matchday, para pelatih dapat menurunkan skuad terbaik mereka, menjadikan kompetisi ini bak “Super Bowl” sepak bola regional.
"Bapak Presiden percaya olahraga ini bukan sekadar hiburan, melainkan alat pemersatu bangsa dan jendela untuk menyiarkan kebaikan Indonesia ke dunia," ujar Thohir dalam konferensi pers Senin (10/8). "FIFA ASEAN Cup bukan sekadar brand PSSI atau negara, melainkan brand FIFA yang mengangkat nama kita ke panggung global."
Menurut Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menpora, turnamen ini menandai era baru bagi sepak bola Indonesia. "Setelah Piala Dunia 2026 yang membuat kita begadang bersama, FIFA ASEAN Cup adalah event FIFA terbesar berikutnya. Ini sejarah, ini kebanggaan, dan ini momentum untuk menorehkan prestasi gemilang."
Acara ini akan tersebar di beberapa stadion ikonik di Indonesia, termasuk venue di Jakarta dan Jawa Barat, menjanjikan atmosfer yang menggelegar dan dukungan massa yang luar biasa.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menyaksikan evolusi sepak bola Indonesia sejak era Persija 1990-an, saya melihat FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai titik balik strategis. Pertama, penempatan turnamen pada kalender FIFA Matchday memberi kebebasan bagi klub-klub Asia untuk menurunkan pemain bintang tanpa mengorbankan kompetisi domestik. Ini berarti kualitas pertandingan akan jauh melampaui standar turnamen regional sebelumnya.
Kedua, keberadaan turnamen di Indonesia bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan tentang kapitalisasi pasar fanbase yang sangat besar. Dengan populasi lebih dari 270 juta dan kecintaan pada sepak bola yang mengalir di setiap sudut negeri, potensi komersial—baik dari hak siar, sponsor, hingga merchandise—akan melambung tinggi. Ini juga membuka peluang bagi sponsor lokal untuk berkolaborasi dengan brand global FIFA, memperkuat ekosistem olahraga nasional.
Ketiga, dari perspektif taktik, klub-klub Asia Tenggara akan menghadapi tantangan tak hanya dari kualitas lawan, tetapi juga adaptasi iklim dan atmosfer stadion yang beragam. Manajer yang cerdas harus menyiapkan rotasi pemain, mengoptimalkan pemulihan, dan memanfaatkan data analitik untuk mengantisipasi taktik lawan. Ini akan menjadi laboratorium taktik modern yang dapat menginspirasi pelatih-pelatih Indonesia untuk meningkatkan standar permainan mereka.
Akhirnya, sejarah mencatat bahwa turnamen internasional pertama kali diadakan di Indonesia selalu meninggalkan warisan yang mendalam—dari Asian Games 1962 hingga Piala Asia 2007. FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menulis bab baru yang tidak hanya meningkatkan prestise sepak bola Indonesia, tetapi juga memicu generasi muda untuk bermimpi menjadi bintang lapangan hijau. Jika dikelola dengan baik, ini bukan sekadar kompetisi, melainkan katalisator transformasi sportivitas nasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan tepatnya FIFA ASEAN Cup 2026 digelar?
A: Turnamen akan berlangsung dari 21 September hingga 3 Oktober 2026. - Q: Di mana lokasi pertandingan utama?
A: Pertandingan akan diadakan di beberapa stadion di Jakarta dan Jawa Barat, Indonesia. - Q: Mengapa turnamen ini dianggap terbesar setelah Piala Dunia 2026?
A: Karena dijadwalkan pada FIFA Matchday, memungkinkan klub menurunkan skuad terbaik, serta didukung oleh brand FIFA yang memberi eksposur global.


