BPBD Sumsel Siapkan Penutupan Sekolah Jika Asap Karhutla Meningkat, Warga Diminta Waspada!
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- BPBD Sumsel akan rekomendasikan libur sekolah bila asap kebakaran hutan (karhutla) menebal.
- Kepala Pelaksana BPBD, M Iqbal Alisyabana, menegaskan keputusan akan bergantung pada tingkat kepekatan asap.
- Asap sudah terasa di Palembang selama empat hari terakhir, memicu distribusi masker kepada warga.
Sumatera Selatan ā Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengumumkan skenario darurat bila kabut asap akibat karhutla semakin pekat. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Sabtu (8/8), Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyabana, menegaskan bahwa rekomendasi penutupan sekolah akan menjadi opsi pertama bila kualitas udara turun di bawah ambang aman.
"Jika eskalasi karhutla di Sumsel semakin meningkat dan asap mulai mengganggu kualitas udara, pernapasan, dan kesehatan masyarakat, kita akan merekomendasikan untuk meliburkan sekolah," ujar Alisyabana, mengutip detikSumbagsel. Ia menambahkan bahwa usulan tersebut akan disampaikan kepada Dinas Pendidikan serta instansi terkait untuk dipertimbangkan secara cepat.
Keputusan tersebut tidak bersifat otomatis. "Kalau asap mulai tebal dan berbahaya, tentunya kita akan merekomendasikan kepada dinas terkait langkahālangkah apa saja yang perlu diambil," tegasnya, menekankan bahwa penilaian akan didasarkan pada data realātime kualitas udara dan tingkat keparahan dampak kesehatan.
BPBD Sumsel terus memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara, serta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Dinas Kesehatan. Alisyabana mengingatkan bahwa selain mengancam kesehatan, asap tebal dapat menurunkan produktivitas ekonomi dan bahkan memengaruhi hubungan bilateral dengan negara tetangga.
Data terbaru menunjukkan bahwa dalam empat hari terakhir, asap karhutla telah menyusup ke wilayah Palembang. Meskipun tidak berlangsung sepanjang hari, intensitasnya cukup tinggi untuk menimbulkan keluhan pernapasan. Pada kunjungan Menteri Hukum dan HAM (Menhut) kemarin, tim BPBD membagikan masker sebagai langkah preventif.
Analisis Pakar
Langkah BPBD Sumsel untuk merekomendasikan libur sekolah merupakan respons yang tepat dalam konteks mitigasi risiko kesehatan publik. Namun, kebijakan ini menyoroti kegagalan preventif yang lebih mendasar: kurangnya penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal dan minimnya upaya restorasi hutan. Tanpa penindakan tegas, rekomendasi penutupan sekolah menjadi solusi sementara yang menambah beban pada sistem pendidikan dan ekonomi keluarga.
Selain itu, koordinasi lintas sektoral masih jauh dari optimal. Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan Lingkungan Hidup harus memiliki protokol standar operasional prosedur (SOP) yang terintegrasi, bukan sekadar menunggu rekomendasi darurat. Pemerintah provinsi perlu mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis satelit yang dapat memberi sinyal kepada sekolah dan institusi publik jauh sebelum kualitas udara menurun kritis.
Pengalaman negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia bagian lain menunjukkan bahwa kebijakan penutupan sekolah harus disertai dengan program edukasi tentang bahaya asap, distribusi alat pelindung pernapasan (APD), dan dukungan psikologis bagi anak-anak. Tanpa upaya edukatif, penutupan sekolah hanya akan menimbulkan ketidakpastian belajar dan potensi penurunan prestasi akademik.
Terakhir, dampak ekonomi yang disebutkan oleh Alisyabana tidak boleh diremehkan. Sektor pariwisata, transportasi, dan perdagangan di Sumsel sangat sensitif terhadap kualitas udara. Pemerintah harus menyiapkan paket kompensasi atau stimulus bagi pelaku usaha yang terdampak, sekaligus memperkuat program reboisasi untuk mengurangi frekuensi kebakaran di masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Kapan BPBD Sumsel akan memutuskan penutupan sekolah?
A: Keputusan akan diambil bila indeks kualitas udara (AQI) mencapai level berbahaya dan asap menebal secara konsisten selama beberapa jam. - Q: Apa yang harus dilakukan orang tua jika sekolah ditutup karena asap?
A: Orang tua disarankan tetap melindungi anak dengan masker N95, mengurangi aktivitas luar ruangan, dan memantau informasi resmi dari Dinas Pendidikan. - Q: Bagaimana cara masyarakat memantau kualitas udara di Sumsel?
A: Masyarakat dapat mengakses aplikasi BMKG atau situs resmi BPBD Sumsel yang menyediakan data realātime AQI dan peta penyebaran asap.


