Jetour GIIAS 2026: Empat SUV dengan Karakter yang Membelah Jalan Kota dan Lurus ke Petualangan!

Otomotif
Doni SuryaDoni Surya
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Jetour GIIAS 2026: Empat SUV dengan Karakter yang Membelah Jalan Kota dan Lurus ke Petualangan!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Jetour menampilkan empat SUV dengan karakter berbeda: Dashing (kota), X70 Plus (keluarga), T1 Series (urban adventure) dan T2 Series (rugged adventure).
  • Setiap model dirancang untuk pola perjalanan spesifik, dengan pilihan mesin konvensional maupun plug‑in hybrid i‑DM yang menawarkan hingga 100 km range listrik murni.
  • Fitur teknologi seperti Jetour Surround Vision 540°, ADAS lengkap, dan kabin akustik halus menegaskan komitmen merek terhadap kenyamanan dan keselamatan.

Pada GIIAS 2026, Jetour membuktikan bahwa pilihan SUV tidak lagi hanya soal ukuran atau harga, melainkan bagaimana kendaraan akan digunakan. Jetour Dashing menargetkan profesional muda dan keluarga muda dengan desain sporty Mecha Aesthetic, konektivitas Wireless Android Auto/Apple CarPlay, serta Panoramic Sky Roof yang membuka ruang kabin.

Naik kelas, X70 Plus hadir sebagai SUV tujuh penumpang dengan dimensi 4.724 mm × 1.900 mm, mesin 1.5L Turbo 156 PS/230 Nm paired dengan transmisi 6DCT. Kabinnya dilengkapi 6‑Way Power Seat dengan memory, Panoramic Sky Roof 62 inci, dan kapasitas bagasi hingga 1.680 L ketika kursi baris kedua dan ketiga dilipat. Keamanan ditingkatkan oleh sistem ADAS yang mencakup Blind Spot Detection, Lane Changing Warning, Rear Cross Traffic Alert, Door Open Warning, kamera 360°, enam airbag, dan ISOFIX.

Untuk mereka yang ingin menggabungkan mobilitas harian dengan eksplorasi akhir pekan, Jetour menawarkan T1 i-DM – versi plug‑in hybrid dari T1 Series. Sistem Intelligent Dual Mode dapat beralih antara mode EV murni (hingga 100 km berdasarkan WLTC), hybrid cerdas, drive paralel, seri, dan pemulihan energi. Kabin T1 mengandalkan 79 titik peredam suara dan Double Layer Acoustic Glass yang menekan noise di bawah 40 dB saat mesin mati, ditambah fitur nyaman seperti 24 Hour Parking AC, Nap Mode, Dual Zone AC, dan Front Passenger Leg Rest.

Di ujung spektrum petualangan ekstrem, T2 Series menawarkan konstruksi kokoh dan desain tegas untuk menaklukkan jalan berlumpur, batu, dan lereng curam. Versi konvensional T2 tetap mengandalkan mesin bensin, sementara T2 i‑DM menghadirkan teknologi hybrida cerdas ke ranah off‑road, memberikan torque listrik instan untuk mengatasi rintangan tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar.

Menurut Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, pilihan SUV sebaiknya didasarkan pada kebutuhan penggunaan: siapa yang akan berkendara, seberapa sering ke luar kota, dan teknologi mana yang paling sesuai dengan kesiapan konsumen. Dengan menawarkan varian ICE dan i‑DM di setiap segmen, Jetour berusaha memberikan fleksibilitas yang jarang ditemukan di kompetitor lokal.

Analisis Pakar

Sebagai Doni Surya, saya melihat strategi Jetour di GIIAS 2026 sebagai langkah yang sangat cerdas dalam memecahkan segmen SUV yang semakin bersifat hiper‑spesifik. Dengan membagi produk berdasarkan “cara berkendara” bukan hanya ukuran, Jetour berhasil menargetkan psikologi konsumen modern yang ingin kendaraan mencerminkan gaya hidup, bukan sekadar alat transportasi.

Pertama, Dashing dengan desain Mecha Aesthetic dan fitur konektivitas wireless menunjukkan bahwa Jetour memahami kebutuhan profesional muda yang menginginkan teknologi seamless dan estetika futuristik. Panoramic Sky Roof dan Surround Vision 540° bukan hanya gimmick; mereka meningkatkan rasa luas dan keamanan dalam perkotaan yang padat, hal yang sering diabaikan oleh kompetitor yang fokus hanya pada kuasa mesin.

Kedua, X70 Plus menawarkan kombinasi yang jarang ditemukan di kelasnya: ruang bagasi besar hingga 1.680 L, sistem ADAS komprehensif, dan kabin yang tenang karena penggunaan material akustik. Ini menjawab keluhan keluarga Indonesia yang sering mengemudi jauh untuk liburan tetapi masih menginginkan kenyamanan sehari‑hari. Penggunaan mesin 1.5L Turbo dengan 6DCT memberikan respons yang cukup livelin sambil tetap efisien bahan bakar, sebuah kompromi yang tepat untuk pasar yang sensitif terhadap harga BBM.

Ketiga, T1 i‑DM menampilkan kemampuan listrik murni 100 km yang cukup untuk penggunaan kota harian, sementara sistem hybrid cerdas memungkinkan perjalanan jauh tanpa khangkhawatirkan range. Fitur kabin seperti Nap Mode dan 24 Hour Parking AC menunjukkan bahwa Jetour berpikir lebih jauh daripada hanya transmisi; mereka merancang pengalaman istirahat di dalam mobil, sesuatu yang sangat relevan untuk pekerja yang sering berhenti di tempat istirahat atau menunggu anak di sekolah.

Terakhir, T2 Series dengan versi i‑DM menambahkan torque listrik instan yang sangat berguna dalam situasi off‑road seperti naik lereng licin atau melubangi pasir deep. Kombinasi konstruksi kokoh dan teknologi hybrida memberikan keunggulan atas kompetitor konvensional yang hanya mengandalkan torque mesin pada putaran tinggi. Ini menandakan Jetour tidak hanya mengikuti tren elektro, tetapi mengintegrasikannya ke dalam segmen yang tradisional dianggap tidak cocok untuk elektromobilitas.

Secara keseluruhan, pendekatan Jetour menunjukkan pemahaman yang mendalam terhadap dinamika konsumen Indonesia: kebutuhan akan fleksibilitas, teknologi yang benar‑benar berguna, dan nilai yang tidak hanya terukur dari spesifikasi kertas. Jika mereka dapat menjaga kualitas produksi dan layanan pasca‑jual yang konsisten, Jetour memiliki potensi untuk menjadi pemain serius di kelas SUV menengah‑atas di Indonesia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa jarak listrik murni yang dapat dicapai oleh T1 i‑DM dan T2 i‑DM? A: Kedua varian i‑DM klaim mampu berjalan hingga 100 km dalam mode EV murni berdasarkan siklus uji WLTC.
  • Q: Apakah X70 Plus dilengkapi dengan sistem pengemudi otomatis tingkat 2? A: X70 Plus menyertakan ADAS lengkap seperti Blind Spot Detection, Lane Changing Warning, Rear Cross Traffic Alert, dan Door Open Warning, tetapi belum termasuk fitur pengemudi otomatis tingkat 2 seperti Adaptive Cruise Control dengan steering assist.
  • Q: Kapan Jetour Dashing akan mulai dijual di Indonesia dan kisar harganya? A: Jetour menginformasikan bahwa Dashing akan hadir di showroom mulai kuartal akhir 2026 dengan kisaran harga yang diperkirakan mulai dari Rp 350 juta hingga Rp 400 juta tergantung varian.
Meow! Tanya Nesi!
😸