Chery Tiggo V: SUV Revolusioner yang Bisa Berubah Jadi Pikap di Indonesia!

Otomotif
Siska AmeliaSiska Amelia
Siska Amelia
Siska Amelia
Rider & Reviewer

Membawa perspektif segar dalam dunia otomotif roda dua dari kacamata perempuan.

Chery Tiggo V: SUV Revolusioner yang Bisa Berubah Jadi Pikap di Indonesia!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Chery Sales Indonesia debutkan Tiggo V di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2026, menjadi peluncuran pertama di dunia.
  • Model ini mengusung dimensi 4,91 m × 1,921 m × 1,79 m dengan ground clearance 220 mm, kabin 7‑kursi, dan dapat di‑transformasi menjadi double‑cabin pickup.
  • Versi Super Hybrid (plug‑in hybrid) diklaim menempuh hingga 1.030 km, dilengkapi V2L 2,2 kW, split tailgate 250 kg, serta layar infotainment besar dengan Android Auto & Apple CarPlay.

Chery Tiggo V resmi diungkapkan pada Rabu, 5 Agustus 2026, oleh Presiden Direktur Chery Sales Indonesia (CSI), Zeng Shou. Ia menegaskan bahwa kendaraan ini dirancang khusus untuk pasar Indonesia yang menginginkan crossover berkapasitas besar sekaligus fleksibilitas muatan. Tiggo V menempati segmen SUV‑MPV dengan dimensi luar 4,91 m panjang, 1,921 m lebar, dan 1,79 m tinggi, serta ground clearance 220 mm yang cukup untuk menaklukkan jalanan beraspal maupun non‑asphalt.

Kabinnya dapat menampung tujuh penumpang, dilengkapi sistem AC terdistribusi merata hingga baris ketiga. Ventilasi khusus di Pilar C memastikan aliran udara tetap optimal, sebuah detail yang jarang ditemui pada kompetitor sekelas. Di tengah dasbor terpasang layar sentuh besar yang berfungsi sebagai head unit utama, mendukung koneksi nirkabel Android Auto dan Apple CarPlay untuk pengalaman infotainment modern.

Powertrain Tiggo V hadir dalam dua varian: mesin bakar internal (ICE) konvensional dan Super Hybrid. Versi hybrid merupakan Plug‑in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) yang menggabungkan motor listrik berkapasitas tinggi dengan mesin bensin, menghasilkan klaim jarak tempuh total hingga 1.030 km dalam satu siklus pengisian. Selain itu, sistem Vehicle‑to‑Load (V2L) 2,2 kW memungkinkan pemilik menyalurkan listrik ke peralatan eksternal, menjadikan mobil ini mini‑generator di medan off‑road.

Fitur paling mencolok adalah split tailgate yang dapat menahan beban hingga 250 kg. Sekitar sepertiga bagian belakang dapat dibuka lebar, mengubah siluet SUV menjadi bodi double‑cabin pickup. Transformasi ini dapat dilakukan secara mandiri oleh pemilik atau melalui layanan dealer, memberi fleksibilitas luar biasa bagi pengguna yang membutuhkan ruang kargo tambahan tanpa harus beralih ke kendaraan terpisah.

Harga resmi belum diumumkan, namun CSI menjanjikan penetapan harga yang kompetitif mengingat segmen pasar yang sangat sensitif di Indonesia.

Analisis Pakar

Sebagai seorang reviewer otomotif yang telah menelusuri ratusan SUV di pasar Asia Tenggara, saya melihat Tiggo V sebagai langkah berani Chery untuk menembus niche yang selama ini didominasi oleh pemain lokal seperti Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport. Dimensi yang cukup besar dengan ground clearance 220 mm memberi kepercayaan diri di medan yang tidak rata, sementara kabin 7‑kursi menargetkan keluarga besar – sebuah kombinasi yang jarang dipadukan dengan kemampuan convertible menjadi pickup.

Teknologi hybrid yang ditawarkan, khususnya klaim jarak tempuh 1.030 km, terdengar hampir terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Jika angka tersebut memang dapat dicapai dalam kondisi nyata, Tiggo V akan melampaui kompetitor PHEV seperti Toyota RAV4 Prime atau Mitsubishi Outlander PHEV yang biasanya berada di kisaran 600‑800 km. Namun, skeptisisme tetap diperlukan karena faktor seperti kapasitas baterai, efisiensi motor, dan strategi manajemen energi belum diungkap secara detail.

Fitur V2L 2,2 kW menambah nilai jual di segmen petani atau usaha kecil yang membutuhkan sumber listrik portabel. Ini merupakan inovasi yang masih jarang ditemui di SUV kelas menengah, dan dapat menjadi keunggulan kompetitif bila diintegrasikan dengan sistem manajemen baterai yang cerdas. Di sisi lain, split tailgate dengan beban 250 kg menuntut struktur rangka yang kuat; saya berharap Chery telah memperkuat sasis dengan high‑strength steel atau bahkan aluminium untuk menghindari masalah keausan pada titik pivot.

Terakhir, strategi pemasaran yang menempatkan Indonesia sebagai peluncuran pertama menunjukkan keyakinan Chery terhadap potensi pasar domestik. Jika harga dapat bersaing dengan kompetitor lokal dan jaringan layanan purna jual cukup luas, Tiggo V berpotensi menjadi “Swiss Army Knife” di antara SUV Indonesia – sebuah kendaraan yang dapat beralih fungsi sesuai kebutuhan harian maupun kerja lapangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Chery Tiggo V akan tersedia di pasar Indonesia?
    A: Penjualan diperkirakan dimulai akhir 2026, dengan detail harga yang akan diumumkan menjelang peluncuran resmi.
  • Q: Berapa jarak tempuh yang dapat dicapai oleh varian Super Hybrid?
    A: Chery mengklaim varian Super Hybrid dapat menempuh hingga 1.030 km dalam satu siklus pengisian penuh.
  • Q: Apakah pemilik dapat mengubah SUV menjadi pickup sendiri?
    A: Ya, split tailgate memungkinkan konversi menjadi double‑cabin pickup secara mandiri atau melalui dealer, tanpa memerlukan modifikasi struktural yang rumit.
Meow! Tanya Nesi!
😸