Ritual ‘Mall‑Mania’ Trisno PAS Band: Kenapa Sang Gitaris Selalu Cari Minimarket Sebelum Manggung?
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Ringkasan Singkat
- Gitaris legendaris Trisno selalu mampir ke mall atau minimarket sebelum naik panggung.
- Rekan satu band, Sandy, mengungkap kebiasaan itu sebagai “oksigen” bagi Trisno.
- Ritual belanja ini jadi bagian penting dari tur PAS Band, bahkan memengaruhi semangat tim saat persiapan soundcheck.
Di balik penampilan garang PAS Band di atas panggung, ada satu ritual yang selalu mengiringi Trisno sebelum ia menaklukkan mikrofon: meluncur ke mall atau minimarket terdekat. “Dia kan anak mall banget,” kata Sandy, rekan satu band, saat dikejutkan oleh kebiasaan ini di Depok, Sabtu (01/08/2026). “Kalau nggak ada mall, langsung tanya ‘Ada minimarket nggak?’”
Menurut Sandy, singgah sebentar di pusat perbelanjaan bukan sekadar jalan‑jalan. Itu adalah cara Trisno menenangkan diri, mengisi “oksigen” mental sebelum menyalakan lampu sorot. Membeli camilan atau sekadar ngopi di sana sudah cukup membuatnya “happy banget”.
Ritual ini ternyata menempel di setiap kota yang mereka kunjungi. Dari Depok sampai Subang, Trisno selalu mengatur jadwal turnya dengan satu pemberhentian: “Beli apa gitu, udah puas, siap melanjutkan agenda panggung.”
Selain kebiasaan belanja, PAS Band juga terkenal dengan soundcheck yang disiplin. “Kalau soundcheck, yang main duluan personil, bukan kru,” jelas Sandy. Momen ini sering berubah jadi arena perebutan gorengan dan cerita-cerita ringan di balik panggung.
Sebelum kepergiannya, Trisno masih dijadwalkan tampil di Subang pada 8 Agustus. Sandy bahkan sempat mengunjungi rumah sakit untuk memberi semangat: “Ayo Bro kuat, kuat, kuat. Kita mau manggung, ayo latihan!” Harapannya sederhana—agar sang gitaris kembali ke panggung dan melanjutkan tur yang sudah menanti.
Analisis Pakar
Ritual belanja sebelum tampil memang terdengar sepele, namun bila ditelaah lebih dalam, hal ini mencerminkan kebutuhan psikologis seorang artis yang hidup di bawah sorotan publik. Trisno mengekspresikan apa yang banyak musisi rasakan: kebutuhan akan “zona aman” di tengah tekanan industri musik. Mall atau minimarket menjadi ruang transisi, tempat ia dapat mengalihkan fokus dari ekspektasi penonton ke hal-hal sederhana yang memberi rasa kontrol.
Fenomena ini juga menyoroti dinamika kelompok dalam band. Seperti yang diungkap Sandy, PAS Band mengedepankan kebersamaan lewat soundcheck yang dilakukan oleh personil sendiri. Ini bukan sekadar soal teknis, melainkan ritual kolektif yang memperkuat ikatan emosional. Ketika anggota band berbagi gorengan atau cerita di sela‑sela soundcheck, mereka membangun jaringan kepercayaan yang tak terlihat di atas panggung.
Dari perspektif budaya pop Indonesia, kebiasaan “mall‑mania” ini menambah warna pada narasi artis yang sering dipersepsikan sebagai sosok “rock‑n‑roll”. Trisno tampak menyeimbangkan sisi introvert dengan kebutuhan sosial yang terstruktur. Ia tidak menghindar dari publik, melainkan memilih interaksi yang terkurasi—dengan kru, dengan penjual di minimarket, bahkan dengan diri sendiri lewat belanja.
Terakhir, penting untuk mencatat bahwa ritual semacam ini dapat menjadi alat coping yang efektif, terutama bagi mereka yang berjuang melawan penyakit atau stres berat. Saat Trisno berada di rumah sakit, dukungan tim melalui ajakan “kita latihan yuk” bukan sekadar motivasi, melainkan bentuk terapi sosial yang dapat mempercepat proses penyembuhan. Ini mengajarkan kita bahwa di balik gemerlap panggung, ada kebutuhan manusiawi yang sama bagi semua artis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa Trisno selalu ingin pergi ke mall sebelum konser?
A: Mall atau minimarket menjadi “zona nyaman” baginya, tempat menenangkan pikiran dan mengisi energi mental sebelum naik panggung. - Q: Apakah kebiasaan ini memengaruhi penampilan PAS Band?
A: Ya, ritual tersebut membantu Trisno fokus, yang pada gilirannya meningkatkan kekompakan dan performa keseluruhan band. - Q: Apa yang dilakukan kru PAS Band saat soundcheck?
A: Personil band melakukan soundcheck sendiri, bukan menyerahkannya sepenuhnya pada kru, sehingga menciptakan momen kebersamaan dan bahkan perebutan gorengan.
BERITA TERKAIT (Selebriti)

My Chemical Romance Prioritaskan Riset Studio, Konser 2027 Ditinggalkan demi Album Baru

H-4 Konser BIGBANG di Bangkok: iMe Thailand Tetapkan Syarat Ketat & Ceklis Barang Wajib untuk Penggemar

Laporan TPKS Betrand Peto Resmi Naik Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum: Ini Justru Memperjelas Positioning Hukum
