Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Mematikan di Padang: 3 Kecamatan Terseret, Motor Hanyut, Evakuasi Paksa dengan Perahu

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Banjir Mematikan di Padang: 3 Kecamatan Terseret, Motor Hanyut, Evakuasi Paksa dengan Perahu
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Hujan deras sejak Senin (3/8) menggenangi tiga kecamatan di Kota Padang, menenggelamkan rumah dan jalan utama.
  • Tim gabungan BNPB dan BPBD terpaksa menurunkan perahu polietilen untuk mengevakuasi ratusan warga.
  • Arus kuat menghanyutkan beberapa motor, sementara BMKG memperingatkan potensi hujan lebat lanjutan akibat siklon tropis 94W.

Sejak pukul 11.00 WIB, hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, memicu genangan air yang meluap ke permukiman dan menghalangi akses jalan utama. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa curah hujan yang terus meningkat hingga pukul 17.00 WIB menyebabkan tiga kecamatan—Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung—terkena dampak paling parah.

Di Kuranji, wilayah terdampak meliputi Kelurahan Lapau Munggu, Komplek Wahana, Kampuang Tanjung, Pasar Lalang, hingga Gunung Sarik. Sementara di Koto Tangah, genangan menggenangi Kelurahan Aia Pacah, area belakang RSUD, dan Perumahan Green Mandiri. Bungus Teluk Kabung melaporkan banjir di lima kelurahan, menambah daftar korban yang harus dievakuasi.

Tim gabungan BNPB-BPBD menurunkan perahu polietilen untuk mengevakuasi warga ke titik aman. Namun, arus deras tak hanya menggenangi rumah; sejumlah kendaraan bermotor, termasuk motor roda dua, hanyut terbawa air, menambah beban penanganan darurat.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat bahwa hujan masih mengguyur sebagian wilayah hingga malam hari, sehingga genangan belum sepenuhnya surut. Pendataan korban dan kerugian masih berlangsung, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat di zona rawan untuk terus memantau informasi resmi dan mematuhi arahan evakuasi.

BMKG sebelumnya mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan lebat di Sumatera Barat akibat munculnya bibit siklon tropis 94W di Laut Filipina. Peringatan tersebut menegaskan pentingnya kesiapsiagaan berkelanjutan, mengingat cuaca ekstrem dapat berlanjut hingga 5 Agustus.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai respons BNPB masih terkesan reaktif daripada proaktif. Penyiapan infrastruktur evakuasi—seperti perahu polietilen—baru diaktifkan setelah air meluap, bukan sebagai bagian dari rencana kontinjensi yang sudah teruji. Hal ini mengindikasikan kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan lembaga meteorologi dalam mengantisipasi skenario banjir skala kota.

Lebih jauh, data historis menunjukkan bahwa wilayah Kuranji, Koto Tangah, dan Bungus Teluk Kabung berada di zona rawan banjir karena topografi rendah dan jaringan drainase yang sudah usang. Namun, tidak ada laporan publik tentang upaya revitalisasi saluran air atau program mitigasi jangka panjang. penanggulangan bencana tampaknya masih berfokus pada penanganan darurat, bukan pada pencegahan struktural.

Peran BMKG dalam menyampaikan peringatan dini juga perlu dievaluasi. Meskipun peringatan tentang siklon tropis 94W telah disebarluaskan, penyebaran informasi ke lapisan masyarakat masih lemah, terbatas pada media konvensional dan belum memanfaatkan platform digital yang lebih cepat menjangkau warga di daerah rawan.

Ke depan, pemerintah daerah harus mengintegrasikan data klimatologi, perencanaan tata ruang, dan investasi infrastruktur hijau—seperti taman resapan dan peningkatan kapasitas drainase—dalam strategi mitigasi. Tanpa langkah-langkah preventif yang kuat, banjir akan terus menjadi ancaman berulang, menambah beban ekonomi dan menurunkan kepercayaan publik terhadap kemampuan negara dalam melindungi warganya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Berapa banyak warga yang telah dievakuasi dari banjir di Padang?
    A: Hingga saat ini, tim gabungan BNPB-BPBD telah mengevakuasi lebih dari 500 orang menggunakan perahu polietilen.
  • Q: Apa penyebab utama banjir di tiga kecamatan tersebut?
    A: Banjir dipicu oleh hujan lebat berintensitas tinggi sejak Senin (3/8) yang menyebabkan genangan air meluap ke permukiman dan jalan utama.
  • Q: Apakah ada peringatan cuaca sebelumnya dari BMKG?
    A: Ya, BMKG mengeluarkan peringatan dini tentang potensi hujan lebat akibat bibit siklon tropis 94W yang berada di Laut Filipina.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸