Drama Darurat FIFA: Dewan Siap Gulingkan Infantino!
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Dewan FIFA berencana menggelar rapat darurat untuk memakzulkan Gianni Infantino dari kursi presiden.
- Rapat dapat digelar bila 19 anggota atau 50%+1 dari 37 anggota mendukung, dipicu oleh kontroversi kartu merah Folarin Balogun dan proposal FIFA Forward Enterprise.
- Jika Infantino tidak mengundurkan diri, UEFA, CONCACAF, dan AFC siap mengajukan mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA.
Berita panas datang dari Great Britainās News yang mengutip The Sunday Times. Sejumlah anggota Dewan FIFA tengah menggerakkan roda politik sepak bola internasional dengan menyiapkan rapat luar biasa. Agenda utama? Menentukan nasib Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.
Dewan FIFA terdiri dari 37 anggota, termasuk sang presiden. Untuk menggelar rapat darurat, diperlukan dukungan minimal 19 anggota atau mayoritas 50%+1. Dua pemicu utama yang mengobarkan api ini adalah penangguhan sanksi kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 serta kontroversialnya proposal FIFA Forward Enterprise.
Tak menutup kemungkinan, Dewan FIFA dapat memanggil Kongres Luar Biasa FIFA untuk memakzulkan Infantino. Sejumlah anggota, termasuk UEFA, menilai bahwa kepemimpinan Infantino telah melampaui batas. Sebelumnya, UEFA sudah menuntut pengunduran diri sang presiden. Jika tidak, mosi tidak percaya akan menjadi senjata utama untuk memicu kongres tersebut.
Wacana mosi tidak percaya menguat setelah UEFA, CONCACAF, dan AFC menolak proposal FIFA terkait pembentukan FIFA Forward Enterprise. Dalam skema ini, FIFA akan bertransformasi menjadi perusahaan yang mengelola seluruh kompetisi, termasuk Piala Dunia, dengan investor mengendalikan operasional sementara FIFA hanya memegang saham emas.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat olahraga yang telah menelusuri seluk-beluk politik sepak bola selama puluhan tahun, saya melihat fenomena ini sebagai titik balik yang sangat krusial. Gerakan Dewan FIFA untuk menggelar rapat darurat bukan sekadar langkah administratif; ini adalah pertaruhan strategis yang menandai pergeseran kekuasaan dari satu figur sentral ke arah kolektivitas yang lebih demokratis. Infantino memang berhasil mengubah wajah FIFA dengan proyek-proyek ambisius, namun kebijakan FIFA Forward Enterprise menimbulkan keraguan mendalam tentang transparansi dan kontrol komersial.
Kontroversi seputar kartu merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 menyoroti bagaimana keputusan teknis dapat berujung pada dampak politik yang luas. Penangguhan sanksi tersebut tidak hanya memicu kemarahan pemain dan pelatih, tetapi juga menambah beban pada kredibilitas kepemimpinan Infantino. Di mata banyak federasi, ini menjadi bukti bahwa keputusan FIFA kini terlalu dipengaruhi oleh kepentingan komersial, bukan semata-mata keadilan olahraga.
Jika Kongres Luar Biasa FIFA memang terpaksa digelar, konsekuensinya akan meluas ke seluruh ekosistem sepak bola global. UEFA, CONCACAF, dan AFC yang menolak FIFA Forward Enterprise menegaskan bahwa mereka tidak mau menjadi boneka dalam skema korporasi yang menggerus otonomi federasi. Ini adalah sinyal kuat bahwa masa depan FIFA akan ditentukan oleh negosiasi kekuasaan antara badan-badan regional dan kepemimpinan pusat.
Namun, saya tetap optimis. Krisis ini dapat menjadi katalisator bagi reformasi struktural yang lebih inklusif, di mana suara semua anggota memiliki bobot yang setara. Jika proses ini dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas, sepak bola dunia dapat kembali ke jalur yang lebih adil, mengutamakan kompetisi di atas profit semata.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apa syarat agar rapat darurat Dewan FIFA dapat digelar?
A: Diperlukan dukungan minimal 19 anggota atau mayoritas 50%+1 dari total 37 anggota Dewan. - Q: Mengapa proposal FIFA Forward Enterprise menjadi pemicu utama?
- A: Karena proposal tersebut mengubah FIFA menjadi perusahaan komersial yang mengelola semua kompetisi, menimbulkan kekhawatiran tentang kontrol dan transparansi.
- Q: Apa konsekuensi jika Infantino tidak mengundurkan diri?
- A: UEFA, CONCACAF, dan AFC dapat mengajukan mosi tidak percaya yang dapat memicu Kongres Luar Biasa FIFA untuk memakzulkan beliau.


