Menteri Keuangan Tinjau Sekolah Rakyat Surabaya: Model Pendidikan Gratis yang Bisa Goyang Anggaran Nasional
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- Menkeu MenteriKeuangan mengunjungi SekolahRakyat Terintegrasi 2 di Surabaya untuk cek kesiapan fasilitas.
- 270 siswa dari SD, SMP, dan SMA, semua terpilih lewat ProgramKeluargaHarapan, didukung 131 tenaga pendidik dan asrama.
- Inisiatif ini dipandang sebagai investasi SDM jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan, namun menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan pembiayaan.
Sabtu, 1 Agustus 2026, Menteri Keuangan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 2 Kota Surabaya yang berlokasi di Kecamatan Bulak, Surabaya. Kunjungan ini bukan sekadar inspeksi rutin; ia menjadi barometer bagi pemerintah pusat dalam menilai efektivitas skema Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai jalur penyaluran bantuan pendidikan kepada keluarga kurang mampu. APBN menjadi sorotan utama dalam pembiayaan jangka panjang program ini.
Selama tur, Menkeu menelusuri rute harian siswa, mulai dari asrama, ruang kelas, hingga area umum. Ia memeriksa kondisi furnitur, sirkulasi udara, serta kesiapan infrastruktur pendukung belajar mengajar. Temuan awal menunjukkan bahwa fasilitas sudah beroperasi sejak 30 Juli 2026 dengan standar yang memadai, meski masih ada ruang untuk perbaikan pada sistem pendingin ruangan dan jaringan internet.
Untuk tahun ajaran 2026/2027, SR Terintegrasi 2 menampung 270 peserta didik: 30 siswa SD, 120 siswa SMP, dan 120 siswa SMA, termasuk 98 siswa kelas XI. Semua siswa dipilih melalui skema PKH, memastikan bantuan tepat sasaran. Proses belajar mengajar didukung oleh 131 tenaga pendidik: 41 guru, 37 wali asuh, 10 wali asrama, serta 43 tenaga pendukung lainnya yang mengawasi keseharian di asrama.
Keberadaan Sekolah Rakyat ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas. Namun, di balik niat mulia, muncul tantangan fiskal: pembiayaan berkelanjutan, pengawasan kualitas, serta integrasi dengan pasar kerja. Bagaimana model ini dapat di‑scale‑up ke kota lain tanpa menambah beban anggaran yang signifikan? Terobosan Pendidikan di Papua menjadi contoh potensial untuk replikasi.
Analisis Pakar
Secara makroekonomi, investasi pada pendidikan dasar‑menengah melalui program gratis seperti Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan human capital. Menurut teori pertumbuhan endogen, peningkatan kualitas SDM dapat menurunkan biaya tenaga kerja jangka panjang, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memperluas basis pajak. Namun, realisasi manfaat ini memerlukan jangka waktu yang cukup panjang, sehingga pemerintah harus menyiapkan mekanisme pendanaan yang stabil, misalnya melalui alokasi khusus dalam APBN atau skema obligasi sosial.
Selanjutnya, skema seleksi berbasis PKH menambah lapisan akuntabilitas, namun juga menimbulkan risiko eksklusi. Jika data KTP atau data pendapatan tidak akurat, ada kemungkinan anak-anak yang sebenarnya membutuhkan bantuan tidak terjangkau. Oleh karena itu, integrasi data lintas kementerian (Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Sosial) harus dipercepat dengan platform digital yang terstandarisasi.
Dari perspektif bisnis, keberadaan Sekolah Rakyat membuka peluang bagi sektor swasta, khususnya penyedia layanan edukasi, teknologi pembelajaran, dan infrastruktur asrama. Perusahaan edtech dapat menawarkan solusi blended learning yang mengurangi beban fisik pada ruang kelas, sementara kontraktor bangunan dapat menawar proyek renovasi dan pemeliharaan fasilitas. Pemerintah dapat memanfaatkan model Public‑Private Partnership (PPP) untuk menyalurkan investasi tanpa menambah beban langsung pada APBN.
Namun, risiko utama tetap pada keberlanjutan operasional. Tanpa mekanisme monitoring yang ketat, kualitas pengajaran dapat menurun, mengurangi ROI sosial dari program ini. Oleh karena itu, rekomendasi saya adalah: (1) menetapkan indikator kinerja utama (KPI) yang terukur, (2) mengalokasikan dana cadangan untuk pemeliharaan tahunan, dan (3) melibatkan lembaga independen untuk audit kualitas pendidikan secara periodik.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa biaya tahunan yang dikeluarkan pemerintah untuk Sekolah Rakyat Surabaya?
A: Estimasi biaya operasional tahunan sekitar Rp 45 miliar, mencakup gaji tenaga pendidik, pemeliharaan fasilitas, dan beasiswa PKH. - Q: Apakah siswa yang tidak terdaftar dalam PKH dapat masuk Sekolah Rakyat?
A: Saat ini, pendaftaran bersifat eksklusif untuk keluarga penerima PKH; kebijakan ini dapat berubah jika ada alokasi anggaran tambahan. - Q: Bagaimana cara perusahaan swasta berpartisipasi dalam program ini?
A: Perusahaan dapat mengajukan proposal PPP, menjadi penyedia layanan edtech, atau mensponsori program beasiswa tambahan melalui CSR.


