Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Buka Jalan Bebas Hambatan untuk Difabel & Investor: Apa Dampaknya bagi Bisnis di Sekitar?

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Pedestrian Deck Dukuh Atas Siap Buka Jalan Bebas Hambatan untuk Difabel & Investor: Apa Dampaknya bagi Bisnis di Sekitar?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Pedestrian Deck di Dukuh Atas akan dilengkapi elevator, eskalator, ramp, dan jalur pemandu taktil untuk penyandang disabilitas.
  • Deck ini menjadi tulang punggung Transit Oriented Development (TOD) yang menghubungkan enam moda transportasi, termasuk MRT Jakarta.
  • Rencana konektivitas langsung dengan gedung-gedung premium seperti Two Sudirman, Landmark, dan Wisma BNI membuka peluang nilai properti dan arus pendapatan baru.

PTMRTJakarta (Perseroda) tengah menyiapkan Pedestrian Deck Dukuh Atas sebagai jalur penghubung antarmoda yang ramah difabel sekaligus memperluas konektivitas ke gedung-gedung komersial di sekitarnya. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan elevator, eskalator, ramp, serta jalur pemandu taktil untuk mempermudah mobilitas semua pengguna, termasuk kursi roda, stroller, dan ibu hamil.

Menurut Agus Trihan, Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, aksesibilitas menjadi prioritas utama karena deck berada di atas permukaan jalan. “Semua entrance akan menggunakan full‑eskalator, dengan elevator khusus untuk kursi roda,” ujarnya pada acara Transport Hub MRT Jakarta, Kamis (30/7).

Deck ini merupakan bagian integral dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas, yang menargetkan integrasi enam moda transportasi: MRT, KRL Commuter Line, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta. DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung, menekankan bahwa infrastruktur ini dirancang untuk menciptakan seamless mobility tanpa harus terpapar panas atau hujan.

Selain meningkatkan aksesibilitas, deck diharapkan mengurangi kepadatan pejalan kaki di Terowongan Kendal, yang saat ini menjadi satu‑satunya akses utama ke empat kuadran kawasan. Sagita Devi, Kepala Departemen Perencanaan TOD, menjelaskan bahwa deck akan menjadi alternatif jalur, menyebar arus pejalan kaki, dan mengurangi potensi bottleneck.

Desain deck memperhitungkan pelebaran area pada titik-titik strategis (4‑5 m menjadi 7 m) untuk mengantisipasi penumpukan orang yang ingin menikmati pemandangan. Struktur deck dirancang tahan beban hingga 500 kg per meter persegi, sekaligus menyediakan ruang galeri sejarah yang menampilkan informasi tentang Patung Jenderal Sudirman.

Dalam upaya mengintegrasikan deck dengan properti komersial, pihak MRT telah melakukan forum grup diskusi (FGD) dengan pengelola Two Sudirman, Landmark, dan Wisma BNI. Semua pihak menyambut positif, meski detail kerja sama—apakah berupa sambungan struktural atau koridor lateral—masih dalam tahap studi.

Selain itu, MRT Jakarta juga mengkaji penyediaan kantong naik‑turun khusus untuk ojek online, guna menghindari penambahan kepadatan di sekitar deck.

Analisis Pakar

Sebagai seorang ekonom makro dan jurnalis finansial, saya melihat proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas bukan sekadar inisiatif infrastruktur sosial, melainkan katalisator nilai ekonomi kawasan. Pertama, peningkatan aksesibilitas secara langsung meningkatkan daya tarik properti komersial di sekitarnya. Gedung‑gedung premium seperti Two Sudirman yang terhubung langsung ke deck akan menikmati peningkatan foot traffic, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan sewa dan nilai properti secara signifikan.

Kedua, integrasi enam moda transportasi dalam satu hub menciptakan efek jaringan (network effect) yang memperkuat posisi Jakarta sebagai kota megapolis yang kompetitif secara global. Efisiensi mobilitas menurunkan biaya logistik bagi perusahaan, mempercepat perputaran barang, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Hal ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan PDB regional, terutama sektor jasa dan perdagangan.

Ketiga, fokus pada aksesibilitas difabel menandakan komitmen pemerintah terhadap inklusi sosial, yang kini menjadi faktor penilaian ESG (Environmental, Social, Governance) bagi investor institusional. Proyek semacam ini dapat meningkatkan skor ESG Indonesia, membuka pintu bagi aliran investasi asing yang menuntut standar keberlanjutan tinggi.

Terakhir, keberhasilan deck dalam mengurangi kepadatan di Terowongan Kendal akan menurunkan risiko kemacetan dan potensi kecelakaan, yang secara tidak langsung mengurangi biaya eksternalitas sosial. Dari perspektif bisnis, lingkungan yang lebih aman dan nyaman meningkatkan kepuasan konsumen, memperkuat loyalitas, dan pada akhirnya meningkatkan daya beli masyarakat di area tersebut.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan selesai dibangun?
    A: Proyek diperkirakan selesai pada akhir 2027, dengan fase pertama yang mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
  • Q: Apakah deck ini benar‑benar dapat diakses oleh penyandang disabilitas?
    A: Ya, deck dilengkapi elevator, ramp, eskalator, dan jalur pemandu taktil yang memenuhi standar aksesibilitas internasional.
  • Q: Bagaimana konektivitas antara deck dan gedung seperti Two Sudirman akan diwujudkan?
    A: Saat ini sedang dibahas opsi sambungan struktural atau koridor lateral; keputusan akhir akan diumumkan setelah studi kelayakan selesai.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸