IKN Tax Holiday Sepi: Nol Investor Mengajukan Fasilitas Bebas Pajak Selama 2025, Kenapa?
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Ringkasan Singkat
- Laporan DJP menunjukan tidak ada satu pun permohonan tax holiday di IKN sepanjang 2025.
- Pemerintah menawarkan insentif PPh Badan hingga 100% dan lama hingga 30 tahun untuk sektor infrastruktur.
- Penurunan drastis dari tujuan investasi menunjukkan ketidakcocokan antara insentif dan kondisi lapangan.
Jakarta, CNBC Indonesia ā Laporan keuangan yang telah diaudit oleh DJP Kementerian Keuangan membuktikan bahwa jumlah permohonan fasilitas TaxHoliday penanaman modal di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Daerah Mitra mencapai nol sepanjang tahun 2025, menurun dari tujuh permohonan pada 2024.
Meski insentif yang ditawarkan cukup menarik ā pembebasan PPh Badan sebesar 100% untuk jangka waktu tertentu, hingga 30 tahun pajak untuk sektor infrastruktur dan layanan umum ā investor tampak tidak tertarik. Fasilitas ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28 Tahun 2024, yang mencakup juga PPhBadan untuk aktivitas keuangan di Financial Center IKN dengan potongan hingga 85% untuk pasar modal, derivatif, dan perdagangan komoditas internasional.
Analisis awal menunjukkan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan penurunan ini: ketidakpastian regulasi terkait perubahan status IKN, keterbatasan infrastruktural pendukung, dan persepsi risiko politik yang masih tinggi. Selain itu, prosedur permohonan yang dianggap rumit dan kurangnya sosialisasi yang efektif juga dikabarkan menjadi penghalang bagi potensi investor.
Dengan kondisi seperti ini, pemerintah perlu mengevaluasi kembali desain insentif, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, dan meningkatkan transparansi serta kemudahan akses ke fasilitas pajak agar IKN dapat menjadi destinasi investasi yang benar-benar kompetitif pada tahapan pertumbuhan ekonomi nasional.
Analisis Pakar
Sebagai pakar ekonomi makro, saya menganggap fenomena nol permohonan tax holiday di IKN bukan sekadar angka statistik, tapi sinyal struktural yang lebih dalam mengenai ketidaksesuaian antara kebijakan fiskal dan realitas investasi di wilayah baru. Pertama, meski insentif pajak terlihat menggiurkan pada kertas, efektivitasnya sangat tergantung pada stabilitas hukum dan kepastian regulasi. Investor asli, terutama dari sektor manufaktur dan infrastruktur, cenderung menilai risiko regulasi yang berubah-ubah sebagai faktor penentu lebih besar daripada manfaat pajak sementara.
Kedua, keterbatasan infrastruktural pendukung seperti listrik, air bersih, dan konektivitas transportasi masih menjadi hambatan besar. Tanpa dasar fisik yang memadai, keuntungan pajak tidak akan cukup untuk menutup biaya tambahan yang harus ditanggung investor untuk membangun fasilitas pendukung sendiri. Hal ini terutama terasa bagi proyek-proyek skala besar yang membutuhkan jaminan kontinuitas operasional selama puluhan tahun.
Ketiga, aspek psikologis dan reputasi juga tidak boleh diabaikan. IKN masih dalam fase pembangunan awal, dan citra sebagai "proyek pemerintah" yang belum terbukti dapat menimbulkan kecurigaan mengenai transparansi pengelolaan dan potensi korupsi. Investor institusional, seperti dana pensiun dan manajer aset global, biasanya memerlukan track record dan jaminan hukum yang kuat sebelum menaruh modal signifikan.
Akhirnya, saya menyarankan agar pemerintah tidak hanya fokus pada insentif pajak, tetapi juga membangun ekosistem investasi yang holistik: memperkuat koordinasi antar lembaga, menyediakan layanan satu pintu (one-stop service) yang benar-benar efisien, dan menjamin hukum investasi melalui perjanjian bilateral atau jaminan negara. Tanpa langkah-langkah tersebut, insentif pajak akan tetap menjadi alat yang kurang efektif dalam menarik investasi berkelanjutan ke IKN.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Mengapa tidak ada investor yang mengajukan tax holiday di IKN selama 2025?
- A: Kombinasi ketidakpastian regulasi, infrastruktur yang belum memadai, dan prosedur permohonan yang kompleks menurunkan minat investor apesar insentif pajak yang menarik.
- Q: Apa saja manfaat pajak yang ditawarkan untuk sektor keuangan di Financial Center IKN?
- A: Untuk perbankan, asuransi, dan keuangan syariah diberikan potongan 100% PPh Badan, sementara aktivitas pasar modal, derivatif, dan perdagangan komoditas internasional mendapat potongan hingga 85%.
- Q: Langkah apa yang perlu pemerintah ambil untuk meningkatkan efektivitas insentif tax holiday di IKN?
- A: Pemerintah harus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, menyederhanakan prosedur permohonan, meningkatkan transparansi, dan menjamin kepastian hukum melalui kerjasama dengan lembaga internasional dan jaminan investasi.


