Deir Al Balah Digeroyok: Serangan Israel Menghancurkan Ribuan Masjid dan Menewaskan Ribuan Warga Gaza

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Deir Al Balah Digeroyok: Serangan Israel Menghancurkan Ribuan Masjid dan Menewaskan Ribuan Warga Gaza
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Serangan Israel di Deir Al Balah, Gaza pada 28 Juli menyebabkan kerusakan signifikan pada hunian warga dan sebuah masjid.
  • Otoritas Gaza melaporkan lebih dari 1.050 masjid Gaza telah dihancurkan sejak konflik memulai Oktober 2023.
  • Sejak pengumuman tregas senjata pada Oktober 2025, korban kematian korban Palestina mencapai 1.007 jiwa.

Warga Palestina di Deir Al Balah terlihat memeriksa puing-puing rumah dan tempat ibadah setelah peringatan evakuasi militer yang diberikan oleh pasukan Israel sebelumnya. Gedung residential dan masjid setempat roboh, meninggalkan ratusan keluarga tanpa tempat tinggal dan akses ke layanan dasar.

Menurut laporan Otoritas Gaza, serangan ini menambah angka masjid Gaza yang dihancurkan ke lebih dari 1.050 sejak awal konflik Oktober 2023, menimbulkan kekhawatiran tentang pelanggaran hukum humaniter internasional. Simultanya, data menunjukkan bahwa sejak pengumuman tregas senjata pada Oktober 2025, korban Palestina telah mencapai 1.007 jiwa, menandakan dampak umaniter yang terus memburuk.

Analisis Pakar

Dari perspektif hukum internationals, serangkaian serangan yang menargetkan infrastruktur sipil seperti masjid dan hunian dapat dianggap sebagai pelanggaran Prinsip Distinksi dalam Hukuman Humaniter, yang mengharuskan pihak berkombat membedakan antara target militer dan objek sipil. Meski Israel menyatakan bahwa tujuan serangan adalah mengeliminasi infrastruktur Hamas, bukti di lapangan menunjukkan kerusakan yang meluas ke fasilitas religius dan permukiman, yang menimbulkan pertanyaan tentang proporsionalitas dan keperluan militer dari tindakan tersebut.

Secara geopolitik, terus berlangsungnya konflik di Gaza menambah tekanan pada hubungan Israel dengan negara-negara Arab dan organisasi internasional seperti PBB dan Uni Eropa. Beberapa negara telah mengajukan resolusi untuk penghentian ostilitas segera dan penyelidikan independen terhadap pelanggaran hak asasi manusia, sementara pihak Israel menegaskan haknya untuk bertahan diri terhadap ancaman teroris. Dinamika ini menciptakan kompleksitas diplomatik yang menghambat upaya perdamaian berkelanjutan di wilayah Levant.

Dari sisi kemanusiaan, angka korban yang terus naik serta kehancuran tempat ibadah menambah beban psikologis pada populasi sipil yang sudah mengalami trauma berulang. Organisasi kemanusiaan seperti UNRWA dan Komite Internasional Salib Merah melaporkan keterbatasan akses ke air bersih, listrik, dan layanan kesehatan karena infrastruktur vital terus dihancurkan. Situasi ini menekankan pentingnya koridor kemanusiaan yang aman dan pembangunan kembali yang inklusif setelah konflik.

Akhirnya, jika tidak ada intervensi yang lebih decisif dari pihak internasional untuk memaksa pembakuan damai dan akuntansi, siklus kekerasan dan kerusakan kemungkinan akan berlanjut, memperburuk krisis kemanusiaan dan menciptakan kondisi yang tidak stabil bagi generasi depan di Palestina dan Israel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang menyebabkan serangan Israel di Deir Al Balah pada 28 Juli?
  • A: Serangan tersebut dilakukan setelah peringatan evakuasi militer dari pasukan Israel, dengan tujuan yang dikatakan mengeliminasi infrastruktur Hamas, namun mengakibatkan kerusakan hunian dan masjid sipil.
  • Q: Berapa banyak masjid yang telah dihancurkan di Gaza sejak konflik dimulai?
  • A: Menurut Otoritas Gaza, lebih dari 1.050 masjid telah roboh sejak Oktober 2023.
  • Q: Berapa korban kematian Palestina yang tercatat setelah tregas senjata Oktober 2025?
  • A: Data menunjukkan 1.007 warga Palestina meninggal sejak pengumuman tregas senjata pada Oktober 2025.
Meow! Tanya Nesi!
😸