Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

KPK Sita Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Tempo Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

KPK Sita Rp 2 Miliar dalam OTT Bupati Pemalang
BAGIKAN:

KPK menyita uang tunai sekitar Rp 2 miliar dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Penyidik masih mendalami keterkaitan uang tersebut dengan perkara dugaan gratifikasi yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyitaan uang itu merupakan bagian dari rangkaian OTT yang digelar sejak Selasa, 28 Juli 2026. "Barang bukti lainnya juga diamankan dalam rangkaian peristiwa tangkap tangan ini," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Juli 2026. akuntabilitas menjadi sorotan.

Budi belum menjelaskan asal-usul uang senilai Rp 2 miliar tersebut maupun kaitannya dengan dugaan tindak pidana korupsi yang sedang diusut. Menurut dia, penyidik masih mendalami perkara sebelum menggelar ekspose atau gelar perkara.

KPK menduga perkara yang menjerat Anom berkaitan dengan gratifikasi atau penerimaan lainnya yang berhubungan dengan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. Namun, lembaga antirasuah itu belum mengungkap konstruksi perkara maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.

Dalam OTT tersebut, KPK menangkap 21 orang. Sebanyak lima orang diamankan di Jakarta, 15 orang di Kabupaten Pemalang, dan satu orang di Kabupaten Purworejo.

Dari total 21 orang yang ditangkap, KPK membawa 12 orang untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih. Lima orang yang ditangkap di Jakarta, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, telah tiba lebih dulu. Adapun tujuh orang lainnya masih dalam perjalanan dari Jawa Tengah menuju Jakarta saat KPK menyampaikan keterangan pers.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan sayembara untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pilihan Editor:Benarkah Biaya Politik Penyebab Korupsi Kepala Daerah

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸