Uji Coba Bansos lewat Kopdes Merah Putih: Langkah Revolusioner atau Beban Baru bagi Pemerintah?

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Uji Coba Bansos lewat Kopdes Merah Putih: Langkah Revolusioner atau Beban Baru bagi Pemerintah?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Uji coba penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Kopdes Merah Putih dijadwalkan akhir Agustus 2026.
  • Target pemerintah: 25 ribu koperasi desa/kelurahan aktif pada September 2026, dengan dua skema penyaluran – lewat agen bank Himbara atau langsung via koperasi.
  • Implementasi menunggu Peraturan Presiden yang masih dalam penyusunan, menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur dan kontrol fiskal.

Menteri Ferry Juliantono mengumumkan bahwa uji coba penyaluran bansos lewat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akan dimulai setelah operasional resmi, diperkirakan pada akhir Agustus 2026. Pengumuman ini disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas KDKMP di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa percobaan akan dilaksanakan pada kuartal keempat 2026, mencakup 900 titik Kopdes sebagai pilot project. Saat ini, bansos masih disalurkan melalui Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) dan PT Pos Indonesia.

Gus Ipul menyoroti dua opsi utama: pertama, bank-bank Himbara membuka agen di Kopdes sehingga penerima dapat menarik tunai dan langsung berbelanja di desa; kedua, penyaluran langsung ke Kopdes tanpa perantara bank, menunggu regulasi yang akan diatur dalam Peraturan Presiden yang belum ditandatangani.

Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan operasional penuh pada September 2026, dengan 25 ribu koperasi desa/kelurahan siap menyalurkan bantuan secara terpusat. Ia menekankan pentingnya dukungan lintas lembaga untuk mempercepat implementasi.

Analisis Pakar

Secara makroekonomi, model penyaluran bansos melalui koperasi desa berpotensi mengurangi biaya transaksi yang selama ini dibebankan pada jaringan perbankan dan pos. Dengan menurunkan overhead logistik

Meow! Tanya Nesi!
😸