Telkom Dapat Lestari Award 2026: Strategi Talent Management yang Bikin Kompetitif di Era Digital

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Telkom Dapat Lestari Award 2026: Strategi Talent Management yang Bikin Kompetitif di Era Digital
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan keunggulan dalam pengembangan sumber daya manusia dengan mengangkat Lestari Award 2026 pada kategori Talent Management. Penghargaan ini menyoroti keberhasilan People Development Plan (PDP) yang mengusung tema “Building Future‑Ready Digital Leaders Across TelkomGroup”.

Upacara penyerahan dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Telkom dalam menciptakan ekosistem talenta terintegrasi. Inisiatif ini tidak hanya menyiapkan pemimpin digital, tetapi juga memperkuat transformasi bisnis berkelanjutan perusahaan.

Lestari Award sendiri merupakan platform yang mengakui praktik ESG inovatif. Tahun ini, kompetisi melibatkan 14 kategori dan 12 juri independen dari pemerintah, akademisi, praktisi, LSM, serta profesional keberlanjutan. Penilaian berlapis memastikan bahwa pemenang benar‑benar menggerakkan agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

PDP dirancang oleh unit Talent Management Policy dan dioperasikan bersama Telkom Corporate University Center (TCUC) serta Assessment Corporate University (ACI). Program mencakup pengembangan kompetensi, coaching, mentoring, experiential learning, riset, inovasi, serta platform pembelajaran digital yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis B2C, B2B, infrastruktur digital, dan kepemimpinan strategis.

Direktur Human Capital Management Telkom, Willy Saelan, menegaskan bahwa “organisasi yang siap menghadapi masa depan dimulai dari memastikan setiap insan TelkomGroup memiliki ruang untuk terus belajar, bertumbuh, dan menciptakan dampak bagi bisnis.” Sementara SVP Group Sustainability and Corporate Communication, Ahmad Reza, menambahkan bahwa investasi pada manusia adalah pilar utama keberlanjutan, sejalan dengan inisiatif GoZero% Sustainable Action.

Analisis Pakar

Penghargaan ini bukan sekadar simbol; ia menandai perubahan paradigma dalam cara perusahaan telekomunikasi besar mengelola aset paling berharga—manusia. Di era digital, kecepatan inovasi menuntut tenaga kerja yang tidak hanya menguasai teknologi terkini, tetapi juga mampu memimpin perubahan budaya organisasi. Telkom, dengan PDP‑nya, berhasil menggabungkan dua elemen kritis: skill‑upgrading yang berkelanjutan dan leadership pipeline yang terstruktur.

Dari perspektif ekonomi makro, peningkatan kapabilitas SDM berpotensi meningkatkan produktivitas nasional. Telkom, sebagai salah satu kontributor utama PDB melalui layanan digital, dapat menulari sektor lain untuk mengadopsi model serupa. Efek spillover ini akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar ASEAN, khususnya dalam bidang layanan cloud, IoT, dan 5G.

Namun, tantangan tetap ada. Implementasi PDP memerlukan investasi signifikan dalam platform pembelajaran digital, pelatihan mentor, dan sistem assessment yang akurat. Jika tidak diimbangi dengan mekanisme retensi yang kuat—misalnya, paket kompensasi yang kompetitif—talenta yang dibina dapat beralih ke kompetitor yang menawarkan imbalan lebih tinggi. Oleh karena itu, Telkom harus memastikan bahwa kebijakan empowerment tidak hanya bersifat simbolik, melainkan terintegrasi dalam struktur remunerasi dan karier.

Terakhir, keberhasilan Telkom dalam kompetisi regional akan menjadi barometer sejauh mana model PDP dapat diadaptasi oleh perusahaan lain di Asia Tenggara. Jika Telkom mampu menampilkan hasil kuantitatif—seperti peningkatan NPS, penurunan turnover, atau pertumbuhan pendapatan digital—model ini dapat menjadi standar industri, mempercepat pencapaian SDGs secara regional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa kriteria utama yang dinilai dalam Lestari Award kategori Talent Management?
    A: Penilaian mencakup inovasi ESG, dampak sosial, keberlanjutan program pengembangan talenta, serta kontribusi terhadap pencapaian SDGs.
  • Q: Bagaimana People Development Plan Telkom berbeda dari program pelatihan konvensional?
    A: PDP mengintegrasikan pembelajaran berbasis digital, coaching, mentoring, serta assessment berbasis kompetensi yang selaras dengan kebutuhan bisnis strategis Telkom.
  • Q: Apa implikasi penghargaan ini bagi investor Telkom?
    A: Penghargaan menambah kredibilitas ESG Telkom, yang dapat meningkatkan minat investor institusional yang menekankan faktor keberlanjutan dalam keputusan investasi.
Meow! Tanya Nesi!
😾