Penjabat Gubernur BI Destry Damayanti Tekankan Kebijakan Tetap Stabil, Pasar Diminta Tenang

Ekonomi & Pasar
Hendra GunawanHendra Gunawan
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Penjabat Gubernur BI Destry Damayanti Tekankan Kebijakan Tetap Stabil, Pasar Diminta Tenang
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Penjabat Gubernur Destry Damayanti menegaskan kebijakan Bank Indonesia tetap konsisten meski Perry Warjiyo mengundurkan diri.
  • Stabilitas nilai tukar rupiah menjadi prioritas utama, dengan intervensi spot, NDF, dan DNDF terus berlanjut.
  • Proses penunjukan gubernur definitif akan mengikuti Undang‑Undang No 23/1999; sementara itu, kepemimpinan kolektif Dewan Gubernur tetap dijaga.

Jakarta, 27 Juli 2026 – Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Destry Damayanti, Penjabat Gubernur Bank Indonesia (BI), meminta pelaku pasar untuk tidak panik setelah Perry Warjiyo mengajukan surat pengunduran diri. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan moneter dan komitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tidak akan berubah.

"Untuk market, tentunya kami berharap tidak perlu panik. Kebijakan kami tetap konsisten seperti sebelumnya," ujar Destry. Ia menambahkan bahwa BI akan terus melakukan intervensi di pasar melalui spot, Non‑Deliverable Forward (NDF), dan Domestic NDF (DNDF) untuk menahan volatilitas yang dapat menggoyang kepercayaan investor.

Selain fokus pada nilai tukar, BI juga akan melanjutkan kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Insentif untuk arus masuk modal asing, termasuk penurunan biaya lindung nilai (hedging), tetap dipertahankan. Semua keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026 akan tetap dijalankan meski terjadi pergantian pimpinan.

Destry menekankan bahwa kepemimpinan di BI bersifat kolektif. "Kami berlima dengan Anggota Dewan Gubernur (ADG) akan terus berkomitmen menjalankan mandat yang telah diberikan," katanya. Mengenai proses penunjukan gubernur definitif, ia menyatakan bahwa mekanisme akan mengikuti ketentuan Undang‑Undang No 23/1999, dimulai dengan pembukaan proses pencalonan oleh pemerintah, kemudian pengajuan nama oleh Presiden dan persetujuan DPR.

Analisis Pakar

Secara teknis, pernyataan Destry menurunkan risiko premi risiko (risk premium) yang biasanya muncul pada saat pergantian pimpinan otoritas moneter. Pasar modal Indonesia, khususnya obligasi pemerintah dan saham sektor keuangan, cenderung merespon positif ketika kebijakan tetap terjamin. Hal ini penting karena volatilitas nilai tukar dapat memicu arus keluar modal (capital outflow) yang memperburuk tekanan pada neraca pembayaran.

Intervensi spot, NDF, dan DNDF yang disebutkan bukan sekadar formalitas. Pada periode sebelumnya, BI telah menunjukkan kemampuan untuk menstabilkan rupiah di tengah gejolak global, terutama ketika dolar AS menguat tajam. Dengan tetap menyiapkan likuiditas di pasar valuta asing, BI memberi sinyal bahwa ia siap menahan spekulasi berlebih, yang pada gilirannya menurunkan biaya pinjaman luar negeri bagi korporasi Indonesia.

Langkah mempertahankan insentif bagi arus masuk modal asing dan menurunkan biaya hedging merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi. Bagi investor institusional, terutama yang mengelola portofolio emerging market, kepastian kebijakan makroprudensial berarti risiko politik menurun, sehingga alokasi aset ke ekuitas dan obligasi Indonesia dapat dipertahankan atau bahkan ditambah.

Namun, ada catatan penting: meski kepemimpinan kolektif menjamin kontinuitas, proses penunjukan gubernur definitif yang memakan waktu dapat menimbulkan ketidakpastian struktural. Jika proses tersebut terhambat, pasar dapat mulai menilai kembali kredibilitas institusi, terutama dalam konteks kebijakan suku bunga yang akan datang. Oleh karena itu, pemerintah dan DPR sebaiknya mempercepat proses seleksi untuk menghindari ā€œvacuumā€ kebijakan yang dapat dimanfaatkan spekulan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa yang akan terjadi pada kebijakan suku bunga BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri?
    A: Kebijakan suku bunga tetap berada di bawah mandat Dewan Gubernur, sehingga tidak ada perubahan mendadak; keputusan akan tetap didasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
  • Q: Bagaimana intervensi BI di pasar valuta asing mempengaruhi nilai tukar rupiah?
    A: Intervensi spot, NDF, dan DNDF membantu menahan fluktuasi berlebih, menjaga kestabilan rupiah dan menurunkan biaya hedging bagi pelaku bisnis.
  • Q: Kapan gubernur definitif Bank Indonesia akan ditunjuk?
    A: Proses penunjukan mengikuti Undang‑Undang No 23/1999; pemerintah akan membuka pencalonan, Presiden mengajukan nama, dan DPR memberikan persetujuan, biasanya dalam beberapa minggu hingga bulan ke depan.
Meow! Tanya Nesi!
😸