Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Besar: 13 Pejabat Baru, 4 Kapolres, dan Tantangan Integritas Polisi

Berita Daerah
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapolda Metro Jaya Pimpin Sertijab Besar: 13 Pejabat Baru, 4 Kapolres, dan Tantangan Integritas Polisi
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Kapolda Metro Jaya memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) bagi 13 pejabat utama dan empat kapolres.
  • Penunjukan ini merupakan tindak lanjut keputusan Kapolri atas rotasi dan pemberhentian di lingkungan Polri.
  • Para pejabat baru diharapkan mengembalikan kepercayaan publik dengan menegakkan integritas dan pelayanan humanis.

Dalam sebuah upacara yang digelar di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya pada Selasa (28/7), Komjen Asep Edi Suheri selaku Kapolda Metro Jaya memimpin serah terima jabatan (sertijab) bagi sejumlah pejabat utama (PJU) dan empat kapolres. Acara ini menandai implementasi keputusan Kapolri yang menegaskan rotasi, pemberhentian, dan pengangkatan pejabat di seluruh kepolisian.

Komjen Asep menekankan pentingnya menghormati pejabat lama yang telah mengabdi, sekaligus menyambut pejabat baru dengan harapan mereka dapat meningkatkan kinerja institusi. "Saya yakin dengan pengalaman yang dimiliki, saudara dapat melanjutkan serta meningkatkan capaian yang telah diraih. Bangun sinergi, jaga soliditas, dan berikan pengabdian terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, Asep menegaskan bahwa setiap anggota kepolisian harus menempatkan pelayanan humanis di atas segala kepentingan pribadi. "Jangan pernah menyakiti hati masyarakat. Jadilah polisi yang kehadirannya selalu memberikan manfaat, menghadirkan rasa aman, serta menjadi solusi bagi setiap persoalan yang dihadapi masyarakat," tegasnya.

Berikut daftar pejabat baru yang resmi dilantik:

  1. Karoops Polda Metro Jaya – Kombes Laode Aries El Fathar
  2. Karo SDM Polda Metro Jaya – Kombes Agus Nugroho
  3. Dirlantas Polda Metro Jaya – Kombes Darmansyah
  4. Dirpamobvit Polda Metro Jaya – Kombes Twedy Aditya Bennyahdi
  5. Kapolres Metro Jakarta Barat – Kombes Nasriadi
  6. Kabid Propam Polda Metro Jaya – Kombes Aris Supriyono
  7. Dirbinmas Polda Metro Jaya – Kombes Arief Satriyo
  8. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya – Kombes M Faizal Zulkarnaen
  9. Kepala SPN Polda Metro Jaya – Kombes Abdul Waras
  10. Kapolres Metro Depok – Kombes Christian Rony Putra
  11. Kapolres Metro Bekasi Kota – Kombes Putu Kholis Aryana
  12. Dirtahti Polda Metro Jaya – Kombes David Triyo Prasojo
  13. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok – AKBP Alrasyidin

Analisis Pakar

Rotasi pejabat kepolisian bukan sekadar prosedur administratif; ia mencerminkan dinamika politik internal Polri yang sering kali dipengaruhi oleh tekanan eksternal, baik dari pemerintah pusat maupun kelompok kepentingan lokal. Penunjukan kembali 13 pejabat utama sekaligus empat kapolres di Polda Metro Jaya menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi kebijakan penegakan hukum di wilayah terpadat Indonesia.

Sejarah panjang kasus korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan penegakan hukum yang tidak merata di Jakarta menuntut adanya perubahan struktural yang lebih radikal daripada sekadar pergantian nama. Jika tujuan utama rotasi adalah memperbaiki citra, maka pejabat baru harus memiliki rekam jejak yang bersih dan komitmen nyata terhadap integritas. Namun, data publik masih menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat yang diangkat masih memiliki jaringan yang sama dengan rekan-rekan lama, sehingga risiko terulangnya praktik kolusi tetap tinggi.

Selain itu, pernyataan Komjen Asep tentang pelayanan humanis harus diuji di lapangan. Masyarakat Jakarta semakin kritis terhadap tindakan polisi yang dianggap “kaku” atau “berkekuatan”. Penegakan hukum yang berorientasi pada hak asasi manusia memerlukan pelatihan intensif, mekanisme pengawasan internal yang transparan, serta sistem pelaporan yang mudah diakses publik. reformasi struktural diperlukan agar slogan‑slogan humanis tidak berakhir menjadi retorika belaka.

Terakhir, keberhasilan sertijab ini sangat bergantung pada sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan lembaga pengawas independen. Jika koordinasi ini tidak terjalin, maka rotasi pejabat hanya akan menjadi “panggung drama” yang tidak menghasilkan perubahan substantif. Pengawasan masyarakat melalui media, LSM, dan platform digital harus terus menuntut akuntabilitas agar janji‑janji reformasi tidak hanya menjadi wacana.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Kapolda Metro Jaya memimpin upacara sertijab?
  • A: Sebagai pimpinan tertinggi kepolisian wilayah, Kapolda bertanggung jawab memastikan transisi jabatan berjalan sesuai arahan Kapolri dan menjaga kontinuitas operasional.
  • Q: Apa saja jabatan yang diisi oleh pejabat baru?
  • A: Terdapat 13 posisi utama, termasuk Karoops, Karo SDM, DirLantas, DirPamobvit, serta empat Kapolres di wilayah Jakarta Barat, Depok, Bekasi Kota, dan Pelabuhan Tanjung Priok.
  • Q: Bagaimana dampak rotasi ini terhadap penegakan hukum di Jakarta?
  • A: Rotasi dapat membawa energi baru dan potensi perbaikan, namun efektivitasnya tergantung pada integritas pejabat baru dan dukungan sistem pengawasan yang kuat.
Meow! Tanya Nesi!
😾