Netanyahu vs. Mantan Kepala Militer: Persaingan Sengit Menjelang Pemilu Israel 2024

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Netanyahu vs. Mantan Kepala Militer: Persaingan Sengit Menjelang Pemilu Israel 2024
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Premier BenjaminNetanyahu menghadapi tantangan kuat dari mantan kepala militer GadiEisenkot dalam pemilu Oktober.
  • Survei terbaru menunjukkan partai baru Eisenkot, Yashar, unggul tipis atas Likud, menandakan pergeseran elektabilitas.
  • Eisenkot menonjolkan agenda keamanan, reformasi wajib militer universal, dan perlindungan institusi demokrasi, sambil menggaet simpati publik lewat latar belakang pribadi yang sederhana.

Premier BenjaminNetanyahu kembali berada di garis depan persaingan politik menjelang PemiluIsrael yang dijadwalkan pada Oktober 2024. Lawan utamanya kali ini bukan lagi tokoh politik tradisional, melainkan mantan kepala staf militer GadiEisenkot, yang baru-baru ini meluncurkan partai Yashar. Survei yang dirilis oleh Channel 12 menempatkan Yashar pada 23 kursi, melampaui Likud yang memperoleh 22 kursi, serta mencatat 43% responden menilai Eisenkot lebih layak menjadi perdana menteri dibandingkan 34% yang masih mendukung Netanyahu.

Eisenkot, yang pernah memimpin kabinet perang selama operasi militer di Jalur Gaza, mengusung platform yang menekankan keamanan nasional, persatuan sosial, dan penguatan institusi demokrasi. Ia menyoroti perannya dalam mengembangkan ā€œDoktrin Dahiyaā€, yang menganggap Hizbullah menyembunyikan persenjataan di infrastruktur sipil, serta berjanji membentuk komisi penyelidikan atas serangan Hamas yang memicu konflik Gaza.

Salah satu pilar kampanye Eisenkot adalah reformasi wajib militer universal, yang akan memperluas layanan militer ke warga Yahudi ultra-Ortodoks dan warga Arab Israel. Di samping itu, ia menegaskan komitmen untuk melindungi independensi peradilan, supremasi hukum, hak minoritas, dan kebebasan pers, dengan tujuan menjadikan Israel ā€œnegara Yahudi yang demokratis, kuat, maju, dan amanā€.

Popularitas Eisenkot dipengaruhi pula oleh tragedi pribadi: putra dan dua keponakannya gugur dalam pertempuran di Gaza, serta latar belakangnya sebagai imigran keturunan Maroko yang dibesarkan di pinggiran negara, yang memberi citra pemimpin ā€œbiasaā€ di mata publik.

Analisis Pakar

Persaingan antara Netanyahu dan Eisenkot menandai titik kritis dalam politik Israel, di mana dinamika keamanan, identitas nasional, dan kebijakan sosial kembali menjadi faktor penentu. Netanyahu, yang telah memerintah selama hampir satu dekade, mengandalkan jaringan politik tradisional dan dukungan dari basis kanan yang kuat. Namun, kelelahan publik terhadap konflik berkelanjutan di Gaza serta tudingan tentang penanganan ekonomi dan korupsi telah menggerus sebagian dukungan tradisionalnya.

Eisenkot, di sisi lain, memanfaatkan reputasinya sebagai pahlawan militer dan narasi pribadi yang menyentuh hati rakyat. Kebijakannya yang menekankan wajib militer universal berpotensi mengubah struktur sosial Israel, mengurangi ketimpangan beban pertahanan antara komunitas ultra-Ortodoks dan Arab. Namun, kebijakan ini juga berisiko menimbulkan gesekan internal, mengingat sensitivitas isu agama dan identitas etnis.

Jika Eisenkot berhasil mengonsolidasikan dukungan dari pemilih moderat dan centrist, ia dapat memecah koalisi tradisional Likud dan membuka ruang bagi koalisi lintas spektrum. Namun, tantangan terbesar tetap pada kemampuan mengelola pemerintahan koalisi yang beragam, terutama dalam konteks keamanan yang terus bergejolak di perbatasan Gaza dan Lebanon.

Geopolitik perubahan kepemimpinan di Israel dapat mempengaruhi hubungan dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara‑negara Arab. Eisenkot yang dikenal lebih hawkish dalam kebijakan pertahanan mungkin akan menegaskan posisi Israel secara militer, sementara tekanan internasional untuk menghentikan operasi militer di Gaza dapat menambah kompleksitas kebijakan luar negeri Israel.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan tepatnya pemilu Israel 2024 akan dilaksanakan?
    A: Pemilu dijadwalkan berlangsung pada bulan Oktober 2024, dengan tanggal pasti belum diumumkan.
  • Q: Apa perbedaan utama antara platform Likud dan Yashar?
    A: Likud menekankan kontinuitas kebijakan keamanan dan ekonomi konservatif, sementara Yashar menyoroti reformasi wajib militer universal, investigasi serangan Hamas, dan perlindungan hak minoritas.
  • Q: Bagaimana latar belakang pribadi Eisenkot memengaruhi popularitasnya?
    A: Tragedi keluarga di Gaza dan asalnya sebagai imigran Maroko memberi citra pemimpin yang dekat dengan rakyat, meningkatkan simpati publik.
Meow! Tanya Nesi!
😸