9 Drama Korea tentang Tuli yang Bikin Baper, Penuh Kejutan & Bahasa Isyarat!

Selebriti
Rio DewantoRio Dewanto
Rio Dewanto
Rio Dewanto
Kritikus Film

Menyajikan ulasan tajam seputar film lokal, internasional, dan dunia perfilman.

9 Drama Korea tentang Tuli yang Bikin Baper, Penuh Kejutan & Bahasa Isyarat!
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Drama Korea kini mengangkat kisah komunitas Tuli dengan sentuhan romantis, thriller, dan fantasi.
  • Korean Sign Language (KSL) menjadi elemen utama, bukan sekadar hiasan.
  • 9 judul wajib tonton: dari TellMeThatYouLoveMe sampai WhenthePhoneRings, semuanya bikin baper.

Siap-siap ngeluyur drama yang bikin hati berdebar dan mata berkaca‑kaca! Di era di mana representasi disabilitas semakin penting, Korea Selatan menyiapkan deretan drakor yang menonjolkan KoreanSignLanguage sebagai jantung cerita. Dari kisah cinta sunyi hingga thriller yang menegangkan, setiap judul punya keunikan tersendiri. Bahkan, penikmat film seru dapat menemukan inspirasi dari cara visual yang kuat ini.

1. Tell Me That You Love Me – Romansa dewasa yang mengandalkan tatapan mata dan gerakan tangan. Cha Jin‑Woo (pelukis tunarungu) bertemu aktris muda Jung Mo‑Eun, dan keduanya belajar bahasa isyarat untuk menjembatani dunia mereka. Drama ini tayang di ENA & Genie TV (27 Nov 2023 – 16 Jan 2024) dengan 16 episode penuh emosi.

2. Can You Hear My Heart – Melodrama klasik 2011 yang menjadi pionir representasi positif komunitas Tuli. Bong Woo berjuang mengurus ibunya yang tunarungu, sementara Cha Dong‑Joo menyembunyikan kehilangan pendengaran sejak kecil. 30 episode yang menguras air mata, cocok buat maraton akhir pekan.

3. Twinkling Watermelon – Campuran musik, time‑travel, dan keluarga. Ha Eun‑Gyeol, seorang CODA (Child of Deaf Adults), terlempar ke tahun 1995, membentuk band Watermelon Sugar, dan berusaha menyatukan orang tuanya. Tayang di tvN (25 Sep 2023 – 14 Nov 2023) dengan 16 episode yang segar dan menghangatkan hati.

4. When the Phone Rings – Thriller romantis yang memanfaatkan bahasa isyarat sebagai senjata narasi. Baek Sa‑Eon, juru bicara kepresidenan, harus menyelamatkan istri bisunya, Hong Hee‑Joo, setelah diculik. 12 episode intens di MBC (22 Nov 2024 – 4 Jan 2025) dan tersedia di Netflix.

5. A Shop for Killers – Aksi penuh adrenalin dengan karakter tuli bernama Honda yang ternyata pembunuh ulung. Serial Disney+ (17 Jan 2024 – 7 Feb 2024) menantang stereotip disabilitas lewat pertarungan brutal dan plot berlapis.

Selain kelima judul di atas, masih ada empat rekomendasi lain yang tak kalah menarik, mulai dari drama keluarga hingga kisah inspiratif yang mengajak penonton belajar bahasa isyarat secara alami. Semua drama ini membuktikan bahwa keheningan bisa menjadi bahasa paling kuat untuk menyampaikan cinta, persahabatan, dan konflik. Bahkan, acara Comic‑Con pun menunjukkan betapa pentingnya visual storytelling dalam budaya pop modern.

Analisis Pakar

Sebagai editor hiburan yang selalu mengamati tren K‑pop dan K‑drama, saya melihat fenomena ini sebagai langkah evolusi penting dalam industri televisi Korea. Selama dekade terakhir, representasi penyandang disabilitas masih terpinggirkan, namun kini KSL bukan lagi sekadar “gimmick” visual. Penulis skenario dan sutradara secara sadar meneliti budaya Tuli, melibatkan konsultan bahasa isyarat, bahkan mengadakan workshop intensif bagi para pemeran. Hasilnya, penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga teredukasi.

Drama‑drama seperti Tell Me That You Love Me dan Can You Hear My Heart menonjolkan slow‑burn romance yang mengandalkan keintiman non‑verbal. Ini menantang konvensi drama romantis yang biasanya dipenuhi dialog berlebih. Penonton diajak merasakan “keheningan” sebagai ruang emosional, yang pada gilirannya meningkatkan empati terhadap komunitas Tuli.

Di sisi lain, When the Phone Rings dan A Shop for Killers membuktikan bahwa bahasa isyarat dapat menjadi elemen plot yang menegangkan. Menggunakan KSL sebagai alat penyelesaian konflik memberi dimensi baru pada genre thriller, sekaligus menolak stereotip bahwa orang dengan disabilitas hanya berperan sebagai “korban”.

Namun, tantangan terbesar tetap pada distribusi global. Banyak platform internasional masih belum menyediakan subtitle bahasa isyarat, sehingga potensi edukatif drama‑drama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Saya berharap ke depannya, layanan streaming akan menambahkan opsi “sign‑language overlay” sehingga penonton di seluruh dunia dapat merasakan nuansa autentik yang diciptakan pembuat drama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah drama‑drama ini menggunakan bahasa isyarat yang sebenarnya?
    A: Ya, semua produksi melibatkan konsultan KSL dan para aktor menjalani pelatihan intensif untuk memastikan gerakan tangan yang akurat.
  • Q: Di mana saya bisa menonton drama‑drama tersebut?
    A: Sebagian besar tersedia di platform lokal seperti ENA, tvN, MBC, serta layanan streaming internasional seperti Netflix dan Disney+.
  • Q: Apakah menonton drama ini membantu saya belajar bahasa isyarat?
    A: Secara tidak langsung, ya. Penonton dapat mengenal gerakan dasar KSL, namun untuk belajar secara serius disarankan mengikuti kursus atau aplikasi khusus.
Meow! Tanya Nesi!
😾