Juventus Hancurkan NEC Nijmegen 5-0, Palace dan Besiktas Ikut Pesta Gol di Matchday 1 Liga Eropa

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Juventus Hancurkan NEC Nijmegen 5-0, Palace dan Besiktas Ikut Pesta Gol di Matchday 1 Liga Eropa
BAGIKAN:

Juventus memulai kampanye Liga Eropa dengan demonstrasi kekuatan menakutkan, melumat NEC Nijmegen 5-0 di Allianz Stadium, Jumat (18/9) dini hari WIB, menjadikan Bianconeri pemuncak klasemen sementara dengan selisih gol terbaik di matchday pembuka.

Lima pencetak gol berbeda menyematkan tanda tangan pada kemenangan telak itu: Nico Gonzalez membuka keunggulan, diikuti Kerim Alajbegovic, Nick Woltemade, Zeki Celik, hingga Randal Kolo Muani yang menutup pesta gol di menit terakhir. Pelatih Thiago Motta memainkan rotasi padat namun alur permainan tetap fluida, menewaskan tim Eredivisie yang tak sempat bernapas.

Di Selhurst Park, Crystal Palace turut menebar ketakutan dengan mengalahkan Lech Poznan 4-0. Yeremy Pino, Chris Richards, Jorge Strand Larsen, dan Eddie Nketiah masing-masing mencatatkan namanya di papan skor, membuktikan proyek musim panas The Eagles mulai berbuah di panggung continental.

Beskitas menjadi satu-satunya wakil Turki yang berjaya, menumbangkan Marseille 4-1 di Vodafone Park. Kemenangan itu mengirim sinyal keras ke Grup B bahwa Tim Besi siap bersaing di atas rata-rata, sementara Olympique harus segera mencari jati diri setelah terpuruk di matchday pertama.

Nasib kontras dialami Celtic dan Real Sociedad. The Bhoys tumbang 1-3 di kandang sendiri dari Ferencvaros, sedangkan La Real takluk 1-2 dari Bournemouth di Anoeta. Kedua kekalahan itu mencatat catatan buruk: tim tuan rumah gagal memanfaatkan dukungan penonton penuh di laga pembuka fase liga.

Hasil lengkap matchday 1 lainnya: Lillestroem kalah 1-2 dari Torreense, dan Viktoria Plzen dikalahkan Union Saint-Gilloise 0-3. Format baru 36 tim memang langsung memaksa setiap poin bernilai emas sejak menit pertama.

Analisis Redaksi

Juventus dan Palace menunjukkan bahwa kedalaman skuad jadi kunci di format maraton Liga Eropa baru. Keduanya mencetak gol tanpa bergantung pada satu bintang — ciri tim yang dibangun untuk jangka panjang. Besiktas pun membuktikan investasi musim panas mereka bukan sekadar hiasan. Di sisi lain, Celtic dan Sociedad harus cepat bangkit; di sistem liga di mana hanya 24 tim lolos ke putaran 16 besar, dua kekalahan awal sudah menempatkan mereka di zona berbahaya sejak dini.

Yang perlu diwaspadai: jadwal padat Oktober akan menguji rotasi. Tim-tim dengan skuad tipis seperti Ferencvaros atau Bournemouth berisiko kehilangan momentum saat menghadapi lawan berat berturut-turut. Langkah logis berikutnya: pantau laporan cedera minggu depan dan perhatikan siapa pelatih yang berani memutar skuad penuh di laga domestik akhir pekan ini demi mengutamakan poin-poin continental.

Meow! Tanya Nesi!
😸