Revolusi atau Sekadar Gimmick? Seleksi Akpol 2026 Kini Wajibkan Tes Komputer dan Soal Setara Olimpiade

Hukum
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Revolusi atau Sekadar Gimmick? Seleksi Akpol 2026 Kini Wajibkan Tes Komputer dan Soal Setara Olimpiade
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Polri resmi memperkenalkan tes komputer wajib dan soal akademik berstandar olimpiade dalam seleksi Taruna Akpol 2026.
  • Langkah ini diambil untuk memastikan perwira masa depan memiliki literasi digital tinggi dan kemampuan berpikir kritis yang analitis.
  • Sebanyak 404 calon taruna/taruni menjalani seleksi akhir di Semarang di bawah pengawasan langsung para jenderal bintang tiga dan dua Polri.

Semarang - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan gebrakan signifikan dalam sistem penyaringan calon anggotanya. Pada seleksi Akpol tahun ini, institusi Korps Bhayangkara tersebut menerapkan standar baru yang jauh lebih ketat, yakni kewajiban lulus tes komputer serta pengerjaan soal akademik yang setara dengan tingkat olimpiade.

Langkah progresif ini diklaim sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang dirancang agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi modern. Proses seleksi tingkat pusat ini dipimpin langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Anwar, menegaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kompetensi dasar mutlak. Menurutnya, seluruh calon anggota Polri dari tingkat tamtama, bintara, hingga taruna Akpol wajib melek digital agar tidak tertinggal oleh zaman.

Selain aspek teknologi, lompatan besar juga terlihat pada materi ujian akademik. Polri tidak lagi menguji hafalan teoritis, melainkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah (problem solving) dengan standar olimpiade. Sebanyak 404 peserta yang tersisa kini harus membuktikan kapasitas intelektual mereka di hadapan para penguji tingkat tinggi.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis yang telah mengawal isu reformasi birokrasi selama puluhan tahun, saya melihat kebijakan baru Polri ini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, kita harus mengapresiasi upaya Polri untuk meningkatkan kualitas intelektual para calon perwiranya. Di era kejahatan siber yang kian canggih dan manipulasi informasi yang masif, Indonesia memang membutuhkan aparat penegak hukum yang cerdas secara akademis dan tangkas secara digital, bukan sekadar mengandalkan kekuatan fisik.

Namun, di sisi lain, kita tidak boleh menutup mata terhadap realitas ketimpangan pendidikan di Indonesia. Standar akademik setara 'olimpiade' dan tes komputer berpotensi menciptakan bias kelas yang sangat nyata. Calon peserta dari daerah pelosok yang minim fasilitas komputer dan tidak memiliki akses ke bimbingan belajar berkualitas tentu akan langsung tersingkir oleh kandidat dari kota-kota besar yang mapan secara ekonomi. Jika tidak diantisipasi, Akpol hanya akan menjadi tempat eksklusif bagi anak-anak dari kalangan elite perkotaan.

Selain itu, tantangan terbesar dari setiap inovasi rekrutmen di tubuh Polri adalah konsistensi dan transparansi. Sebagus apa pun sistem tes yang dirancang, ia akan runtuh seketika jika praktik 'titipan' atau nepotisme masih dibiarkan tumbuh di bawah meja. Penggunaan teknologi komputer harus benar-benar diintegrasikan dengan sistem penilaian yang tidak dapat diintervensi oleh pihak mana pun, termasuk oleh pejabat internal Polri sendiri.

Oleh karena itu, publik dan lembaga pengawas independen seperti Kompolnas harus mengawal ketat implementasi kebijakan ini. Kita tidak ingin perubahan ini hanya berakhir sebagai kosmetik humas (public relations) untuk membangun citra modern, sementara penyakit lama dalam rekrutmen masih belum sepenuhnya disembuhkan. Reformasi sejati diukur dari keadilan prosesnya, bukan hanya dari menterengnya istilah yang digunakan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa perubahan paling signifikan dalam seleksi Akpol 2026?
A: Perubahan paling mencolok adalah diterapkannya tes komputer wajib untuk menguji literasi digital dan peningkatan kualitas soal

BERITA TERKAIT

Meow! Tanya Nesi!
😸