Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Modal Sarung Biru & Usilin Mami di Dapur, Kreator Remaja 'The Sabron Family' Sukses Beli Rumah Mewah!

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Modal Sarung Biru & Usilin Mami di Dapur, Kreator Remaja 'The Sabron Family' Sukses Beli Rumah Mewah!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat The Sabron Family (Abdul Hakam Siraj), kreator konten asal Surabaya, sukses membeli rumah di usia muda berkat konten memasak yang jenaka.
  • Kariernya dimulai secara tidak sengaja dari kebiasaannya mengusili sang ibu di dapur dan video viral menggoreng satu toples kerupuk sekaligus.
  • Dikenal dengan ciri khas sarung biru dan sapaan "Neng", ia kini memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di TikTok yang justru lebih menyukai momen masakan gagalnya.

Ringkasan Singkat

  • The Sabron Family (Abdul Hakam Siraj), kreator konten asal Surabaya, sukses membeli rumah di usia muda berkat konten memasak yang jenaka.
  • Kariernya dimulai secara tidak sengaja dari kebiasaannya mengusili sang ibu di dapur dan video viral menggoreng satu toples kerupuk sekaligus.
  • Dikenal dengan ciri khas sarung biru dan sapaan "Neng", ia kini memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di TikTok yang justru lebih menyukai momen masakan gagalnya.

Halo gaes! Nadia Putri di sini, editor hiburan kesayangan kalian yang selalu siap bagi-bagi cerita paling fresh dan menginspirasi dari jagat maya. Kali ini, ada kisah super seru dan bikin takjub dari seorang remaja asal Surabaya yang sukses bikin iri satu Indonesia. Bayangkan saja, berawal dari keisengan di dapur bareng sang ibu, cowok ini sekarang sudah bisa beli rumah sendiri di usia yang masih sangat belia! Penasaran kan gimana ceritanya?

Yuk, kenalan sama Abdul Hakam Siraj, atau yang lebih beken dikenal sebagai The Sabron Family. Pemuda kelahiran Surabaya, 5 Juli 2007 ini sukses menjelma menjadi salah satu kreator konten kuliner dan hiburan paling hits saat ini. Lewat video-video sederhana yang menampilkan interaksi hangat nan kocak bersama sang ibu (yang akrab disapa Mami), ia berhasil mencuri hati jutaan netizen.

Tapi tahu nggak sih, ternyata karier cemerlangnya ini sama sekali nggak direncanakan, lho! Semua itu berawal murni dari keusilan Hakam yang suka mengganggu Maminya saat sedang sibuk memasak. "Awalnya aku sering usilin Mamiku kalau lagi di dapur. Mamiku kan orang Arab-Jawa Surabaya, hobinya ngomel pakai bahasa Surabaya. Nah, aku kadang nggak ngerti apa yang diomelin walaupun aku lahir di Surabaya," seloroh Hakam dengan gaya polosnya yang khas.

Dari keisengan itulah, ketertarikan Hakam pada dunia kuliner mulai tumbuh. Ia pun mulai bereksperimen dengan berbagai resep. Nah, momen breakthrough alias titik balik popularitasnya terjadi karena sebuah ketidaksengajaan yang super kocak. Saat baru belajar masak, Hakam dengan polosnya menggoreng satu toples kerupuk sekaligus ke dalam wajan! Alih-alih dihujat karena salah teknik, kepolosan Hakam ini justru bikin netizen ngakak guling-guling hingga videonya viral ke mana-mana.

Selain kontennya yang menghibur, Hakam juga punya personal branding yang kuat banget. Ia hampir selalu tampil mengenakan sarung biru ikonik dan punya sapaan khas buat para penonton setianya. "Aku suka pakai sarung biru dan itu ikonik buat netizen. Terus aku suka menyapa penonton dengan Neng," ungkap kreator yang kini memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut di platform TikTok ini.

Kini, kerja keras dan konsistensinya berbuah manis. Di usianya yang masih belia, Hakam dengan bangga mengumumkan bahwa ia telah berhasil membeli sebuah rumah dari hasil keringatnya sendiri sebagai konten kreator. "Alhamdulillah bisa beli rumah," ucapnya penuh syukur. Menariknya, Hakam membocorkan kalau para pengikutnya justru lebih senang melihat momen-momen ketika masakannya gagal total dibanding saat berhasil. "Mereka bukannya kasih masukan, malah senang kalau aku enggak bener masaknya. Padahal aku sudah effort masak yang bener, eh mereka malah enggak percaya dan nyuruh aku goreng kerupuk terus!" candanya.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, saya melihat fenomena kesuksesan The Sabron Family ini sebagai bukti nyata dari pergeseran selera audiens modern, khususnya Gen Z dan Milenial. Di era di mana media sosial sempat didominasi oleh konten estetis yang serba terkurasi dan sempurna (highly-polished content), kehadiran Hakam justru membawa angin segar lewat konsep 'anti-aesthetic' dan realisme yang jujur. Audiens hari ini sudah jenuh dengan kepura-puraan; mereka mendambakan keaslian, kekacauan yang manusiawi, dan humor yang tidak dipaksakan.

Dinamika hubungan ibu dan anak (Mami dan Hakam) juga menjadi motor utama kesuksesan ini. Dalam lanskap sosiologis Indonesia, figur ibu yang cerewet namun penuh kasih sayang adalah pola dasar (archetype) yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Ditambah lagi dengan bumbu kultural Arab-Jawa Surabaya yang kental, konten mereka tidak hanya menghibur tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang kuat di tengah gempuran konten yang terlalu Jakarta-sentris.

Selain itu, keputusan cerdas Hakam untuk merangkul kegagalan sebagai bagian dari kontennya adalah strategi psikologis yang brilian. Ketika ia gagal menggoreng kerupuk atau makanannya gosong, jarak antara 'kreator' dan 'penonton' seketika runtuh. Penonton tidak merasa diintimidasi oleh keahlian memasak yang hebat, melainkan merasa setara dan terhubung secara emosional (parasocial relationship). Kegagalan di tangan Hakam berhasil dimonetisasi menjadi sebuah komoditas hiburan yang bernilai tinggi.

Terakhir, pencapaian Hakam yang mampu membeli rumah di usia remaja meneg

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ