Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tampil Terakhir Sambil Nahan Ngantuk, Rangga DA 8 Sukses Bikin Dewi Perssik Histeris! Kok Bisa?

SelebritiAyu LestariAyu LestariSumber: KapanLagi
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Tampil Terakhir Sambil Nahan Ngantuk, Rangga DA 8 Sukses Bikin Dewi Perssik Histeris! Kok Bisa?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Rangga, peserta terakhir Final Audition Dangdut Academy 8, sukses memukau juri lewat lagu legendaris "Nyanyian Setan".
  • Dewi Perssik memberikan satu-satunya Standing Ovation (SO) karena kagum dengan energi Rangga yang tetap membara meski fisiknya tampak kelelahan.
  • Lesti Kejora dan Soimah memberikan pujian sekaligus wejangan penting terkait tempo dan dinamika bernyanyi untuk babak berikutnya.

Halo Sobat Pop! Balik lagi bareng gue, Nadia Putri, yang bakal nemenin kamu mengupas tuntas drama dan keseruan di panggung hiburan tanah air. Kali ini, kita harus banget bahas panggung Final Audition Dangdut Academy 8 yang tayang hari Selasa kemarin. Ada satu momen yang bikin gue merinding sekaligus gemas maksimal!

Bayangin aja, tampil di urutan paling buncit alias terakhir saat semua orang udah mulai lelah, kontestan muda bernama Rangga malah sukses mengguncang panggung. Rangga dengan berani membawakan lagu super menantang milik Raja Dangdut Rhoma Irama yang berjudul "Nyanyian Setan". Hasilnya? Pecah banget, guys!

Penampilan energi Rangga langsung dihadiahi Standing Ovation (SO) tunggal dari sang diva, Dewi Perssik. Mami Depe—sapaan akrabnya—bahkan blak-blakan mengaku salut dengan perjuangan fisik Rangga malam itu.

"Saya kasih SO buat Rangga, peserta terakhir tapi kamu membawakan lagu ini energic walaupun mata kamu terkantuk-kantuk tapi berusahanya itu loh luar biasa. Itu patut jadi contoh buat semuanya," ujar Dewi Perssik dengan penuh semangat. Bagi Depe, kerja keras dan profesionalitas di atas panggung adalah segalanya, dan Rangga membuktikan hal itu.

Nggak cuma Mami Depe yang dibuat terpesona, pedangdut cantik Lesti Kejora juga memberikan pujian hangat. Menurut Lesti, Rangga memiliki aura panggung yang sangat menyenangkan dan cara bernyanyi yang lepas, sangat cocok dengan usianya yang masih muda. Namun, sebagai penyanyi yang jeli, Lesti juga memberikan catatan kecil. "Hati-hati aja tadi ada beberapa bagian temponya sedikit lari, tapi sisanya secara keseluruhan bagus," tambah Lesti.

Sementara itu, Mae Soimah menyoroti mental bertarung yang dimiliki Rangga. Soimah mengaku sangat menyukai semangat juang Rangga yang selalu menyala layaknya sedang berada di medan perang, meskipun dia hanya duduk diam di pojokan sebelum tampil. Tapi, Soimah juga memberikan 'PR' penting: "Dinamikanya lebih diperhatikan lagi... supaya lebih dipermanis dan dinamikanya lebih terasa," pungkas Soimah.

Analisis Pakar

Sebagai pengamat budaya pop, gue melihat penampilan Rangga ini bukan sekadar aksi panggung biasa, melainkan sebuah potret nyata dari kerasnya industri kompetisi bakat modern. Tampil di urutan terakhir dalam sebuah audisi panjang adalah posisi yang sangat tidak menguntungkan secara psikologis. Juri sudah lelah, penonton mulai jenuh, dan energi di studio biasanya sudah menurun drastis. Namun, Rangga berhasil membalikkan keadaan tersebut menjadi panggung pembuktian pribadinya.

Keputusan Dewi Perssik untuk memberikan Standing Ovation tunggal adalah langkah yang sangat menarik untuk dianalisis. Di era industri hiburan saat ini, teknik vokal yang sempurna saja tidak lagi cukup untuk melahirkan seorang bintang. Penonton dan industri mencari faktor 'X'—yaitu daya juang, karisma, dan koneksi emosional. Depe, dengan jam terbangnya yang luar biasa, melihat bahwa 'rasa lapar' akan panggung yang ditunjukkan Rangga adalah komoditas langka yang sangat mahal harganya.

Namun, wejangan dari Lesti Kejora dan Soimah adalah alarm penting yang harus segera direspons oleh Rangga. Dangdut klasik, khususnya karya-karya Rhoma Irama, menuntut presisi teknis yang sangat tinggi. Masukan Lesti soal tempo dan kritik Soimah mengenai dinamika adalah fondasi utama jika Rangga ingin bertahan di babak-babak selanjutnya. Tanpa dinamika yang manis, penampilan energetik Rangga ke depannya bisa terasa monoton dan melelahkan untuk dinikmati dalam durasi yang panjang.

Secara keseluruhan, Rangga memiliki modal awal yang sangat kuat: mental baja dan aura bintang yang magnetis. Jika dia mampu menyerap kritik teknis dari para juri senior ini dengan cepat, bukan tidak mungkin remaja berbakat ini akan melenggang mulus hingga ke babak Grand Final Dangdut Academy 8. Kita tunggu saja kejutan berikutnya dari calon bintang baru ini!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Siapa peserta Dangdut Academy 8 yang mendapatkan Standing Ovation (SO) dari Dewi Perssik?
A: Peserta tersebut adalah Rangga, yang tampil memukau sebagai kontestan penutup di babak Final Audition Dangdut Academy 8.

Q: Lagu apa yang dibawakan Rangga saat audisi tersebut?
A: Rangga membawakan lagu legendaris berjudul "Nyanyian Setan" yang dipopulerkan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama.

Q: Apa saja kritik dan masukan dari Lesti Kejora dan Soimah untuk Rangga?
A: Lesti Kejora mengingatkan Rangga untuk lebih cermat menjaga tempo agar tidak lari, sedangkan Soimah menyarankan agar Rangga lebih memperhatikan dinamika bernyanyi agar lagunya terasa lebih hidup dan tidak flat.

Meow! Tanya Nesi!
😸