Drama Menit Akhir! Singapura Menang 2-1 atas Kamboja di Piala AFF 2026
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Ringkasan Singkat
- Singapura unggul 1-0 lewat gol Shawal Anuar pada menit ke-22.
- Kamboja menyamakan kedudukan lewat Ouk Sovann di menit ke-55.
- Gol kemenangan spektakuler Ilhan Fandi pada injury time (90+12) mengamankan kemenangan 2-1.
Pertandingan pembuka Piala AFF 2026 di Stadion Marodok Techno, Phnom Penh, berlangsung dengan ketegangan yang meningkat setiap menitnya. Awal babak pertama terasa datar, namun setelah 15 menit, Singapura mulai mengendalikan tempo dengan serangan cepat lewat sayap. Pada menit ke-22, Shawal Anuar menembakkan bola ke gawang Kamboja, membuka skor dan memicu semangat timnya.
Kamboja, sebagai tuan rumah, tak tinggal diam. Mereka menekan kembali, menciptakan peluang berulang, namun hingga peluit akhir babak pertama, skor tetap 1-0. Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua tim. Pada menit ke-55, Ouk Sovann menyeimbangkan kedudukan, memicu sorakan penonton dan menegangkan kembali duel ini.
Setelah pergantian pemain, kedua tim berusaha mencari celah, namun skor tetap imbang hingga menit ke-80. Saat injury time menjelang akhir pertandingan, Singapura kembali mengancam lewat tendangan bebas, namun gol tersebut dibatalkan oleh VAR karena offside. Tidak lama kemudian, pada menit ke-90+12, Ilhan Fandi melesakkan tendangan salto yang menakjubkan, menutup skor menjadi 2-1 dan memastikan kemenangan dramatis bagi Singapura.
Kehadiran pemain muda seperti Justin Hubner menambah antusiasme turnamen.
Analisis Pakar
Secara taktis, kemenangan Singapura bukan sekadar kebetulan. Pelatih mereka berhasil mengatur pola permainan yang menekankan kecepatan serangan lewat sayap, memaksa pertahanan Kamboja terbuka. Shawal Anuar memanfaatkan ruang di sisi kanan, sementara Ilhan Fandi menunjukkan kemampuan individual yang luar biasa dengan tendangan saltonya, menandakan kesiapan mental tim dalam situasi tekanan tinggi.
Di sisi lain, Kamboja tampak kurang konsisten dalam mengelola keunggulan. Meskipun berhasil menyamakan kedudukan, mereka gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk mencetak gol tambahan. Kekurangan dalam transisi cepat dari pertahanan ke serangan menjadi titik lemah yang dimanfaatkan Singapura secara optimal.
Penggunaan VAR pada gol tendangan bebas yang dibatalkan menegaskan pentingnya teknologi dalam menjaga keadilan pertandingan. Keputusan tersebut memberi pelajaran bagi kedua tim untuk lebih berhati-hati dalam mengeksekusi serangan di area penalti, terutama terkait posisi offside.
Ke depan, Singapura kini membawa kepercayaan diri tinggi, sementara Kamboja harus melakukan evaluasi taktik defensif dan memperbaiki konsistensi serangan. Pertandingan ini menjadi contoh klasik bagaimana gol di menit akhir dapat mengubah seluruh dinamika turnamen.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa pencetak gol kemenangan bagi Singapura?
- A: Gol kemenangan dicetak oleh Ilhan Fandi pada menit ke-90+12.
- Q: Di stadion mana pertandingan ini berlangsung?
- A: Pertandingan digelar di Stadion Marodok Techno, Phnom Penh.
- Q: Bagaimana peran VAR dalam pertandingan ini?
- A: VAR menolak gol tendangan bebas Singapura karena offside, memastikan keputusan akhir tetap adil.


