Kepala Desk Ketenagakerjaan Ungkap Penyebab Gelombang PHK
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

KEPALADesk KetenagakerjaanBareskrimPolri Brigadir Jenderal Moh. Irhamni menilai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan terjadi tidak terlepas dari dampak dinamika global dan kondisi ekonomi yang memengaruhi dunia usaha.Irhamni mengatakan situasi global dan perkembangan lingkungan strategis berdampak pada kondisi nasional, termasuk terhadap keberlangsungan usaha.
Menurut dia, kondisi tersebut membuat sebagian pengusaha terpaksa melakukan PHK."PHK itu juga tidak bisa kita hindarkan dengan situasi global seperti ini. Perkembangan lingkungan strategis berdampak pada situasi nasional, sehingga para pengusaha terpaksa juga harus melakukan PHK," kata Irhamni saat ditemui di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, seusai konferensi pers Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Kamis, 23 Juli 2026.
Irhamni mengatakan Desk Ketenagakerjaan Polri hadir untuk membantu mereduksi dampak PHK dengan memfasilitasi penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Menurut dia, masyarakat dapat melaporkan persoalan hubungan industrial ke Desk Ketenagakerjaan yang tersedia di Mabes Polri, Polda, maupun Polres.
"Dengan keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dari Mabes Polri sampai Polda dan Polres, harapannya jika ada permasalahan terkait hubungan industrial dapat dilaporkan kepada kami," ujarnya.
Sebelumnya, Desk Ketenagakerjaan Polri bersama Kementerian Ketenagakerjaan memediasi sengketa pemutusan hubungan kerja terhadap 134 mantan karyawan PT Amos Indah Indonesia. Hasil mediasi tersebut membuat perusahaan sepakat membayarkan kompensasi senilai Rp 12,7 miliar.
Irhamni mengatakan pembayaran kompensasi, termasuk pesangon, merupakan hasil kesepakatan antara pekerja dan pengusaha. "Kesepakatan ini menjadiwin-win solutionbagi kedua belah pihak, baik pengusaha maupun rekan-rekan pekerja," kata dia.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pilihan Editor:Peran Elite di Sekitar Presiden dalam Konflik Polisi-Jaksa
BERITA TERKAIT

DAM Ganda Kendali 4 Manajer Investasi BUMN, AUM Rp170 Triliun Siap Jadi Raksasa Investasi Nasional

Alphard Tabrak Lampu Merah, Satpam Dihujat: Polisi Selidiki Dugaan Plat Palsu di Bundaran HI
