Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kepala BNN: 178 Jenis Narkotika Baru Masuk Indonesia

Berita DaerahBudi SantosoBudi SantosoSumber: Tempo Metro
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kepala BNN: 178 Jenis Narkotika Baru Masuk Indonesia
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • BADANNarkotika Nasional ( BNN ) menemukan modus baru peredaran narkotika.
  • Para pelaku kini mengedarkan barang terlarang tersebut melalui media yang sulit terdeteksi, salah satunyavapeatau rokok elektrik yang mengandung etomidate.
  • Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan etomidate merupakan salah satu contoh narkotika jenis baru atauNew Psychoactive Substances(NPS).

BADANNarkotika Nasional (BNN) menemukan modus baru peredaran narkotika. Para pelaku kini mengedarkan barang terlarang tersebut melalui media yang sulit terdeteksi, salah satunyavapeatau rokok elektrik yang mengandung etomidate.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto mengatakan etomidate merupakan salah satu contoh narkotika jenis baru atauNew Psychoactive Substances(NPS). "Setidaknya terdapat 1.452 jenis NPS," kata Suyudi pada Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Suyudi, ribuan jenis narkotika baru tersebut kini telah beredar secara global. Sebanyak 178 jenis di antaranya telah teridentifikasi masuk ke Indonesia. "178 jenis teridentifikasi masuk Indonesia," ujar Suyudi dalam pidatonya.

Suyudi mengatakan BNN telah menguji sejumlah sampel cairanvapeyang beredar di masyarakat. Hasilnya, mayoritas rokok elektrik tersebut mengandung kanabinoid sintetis, metamfetamin, dan etomidate yang termasuk dalam kelompok NPS.

Karena itu, Suyudi menilai pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap celah peredarannarkobajenis baru tersebut. "BNN telah merekomendasikan pelarangan ketat atas produkvapeatau rokok elektrik," kata Suyudi.

Ia menegaskan BNN akan terus memberantas peredaran narkotika, termasuk dengan melumpuhkan kekuatan finansial para pengedar. "Kami tidak cukup puas hanya menangkap, tetapi ada semangat untuk memiskinkan bandar," ujarnya.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purnawirawan) Djamari Chaniago mengatakan pemberantasan narkotika menjadi salah satu prioritas pemerintah. Karena itu, pemerintah memandang setiap program pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai bentuk investasi bagi masa depan bangsa.

Menurut Djamari, cita-cita Indonesia mencapai Generasi Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila generasi muda terbebas dari penyalahgunaan narkotika. "Jika generasi muda hancur karena narkoba, maka yang terjadi adalah Indonesia Cemas," ucap Djamari.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pilihan Editor:Mengapa Polisi Mudah Menjadi Pelaku Pemerkosaan

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ