Identifikasi Dua Jenazah KM Nurul Salsa, Korban Turun Jadi 76 Orang
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

- Ringkasan Singkat Tim DVI Polda Sulawesi Selatan mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar .
- Jumlah korban resmi turun dari 78 menjadi 76 orang setelah verifikasi data penumpang oleh Basarnas Makassar .
- Masih ada 15 orang yang belum ditemukan; pencarian terus digalakkan oleh aparat.
Ringkasan Singkat
- Tim DVI Polda Sulawesi Selatan mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar.
- Jumlah korban resmi turun dari 78 menjadi 76 orang setelah verifikasi data penumpang oleh Basarnas Makassar.
- Masih ada 15 orang yang belum ditemukan; pencarian terus digalakkan oleh aparat.
Makassar, 23 Juli 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Basarnas) Makassar mengumumkan revisi data korban kapal penumpang KM Nurul Salsa yang karam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar pekan lalu. Jumlah korban yang semula dilaporkan 78 orang kini turun menjadi 76 orang setelah proses verifikasi ulang.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) yang dibentuk oleh Polda Sulawesi Selatan berhasil mengidentifikasi dua jenazah pada Rabu (22/7). Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Sulsel, Kombes Pol M Haris, menjelaskan proses identifikasi melibatkan pencocokan data gigi, sidik jari, serta riwayat medis korban.
Jenazah pertama, berlabel PM 62 B 01 Selayar, cocok dengan data antemortem (AM) 002 dan diidentifikasi sebagai Hasriyati, perempuan berusia 44 tahun asal Dusun Garassi, Kelurahan Bonto Baru, Kecamatan Pasimasunggu Timur. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data gigi, catatan medis, dan properti pribadi yang masih melekat pada jenazah.
Jenazah kedua, PM 62 B 02 Selayar, terhubung dengan data antemortem (AM) 001 dan diidentifikasi sebagai Bau Intang, pria berusia 52 tahun dari Butabangun, Bonto Baru. Proses ini mengandalkan sidik jari serta data medis yang tersedia.
Sampai saat ini, tim DVI telah menerima laporan mengenai 16 dari 17 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang. Total korban yang teridentifikasi meliputi 58 orang selamat, 3 orang meninggal, dan 15 orang masih dalam pencarian. Pihak berwenang menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus berlanjut hingga semua korban dapat dipastikan keberadaannya.
Analisis Pakar
Kasus tenggelamnya KM Nurul Salsa menyoroti kegagalan sistematis dalam pengawasan keselamatan maritim di wilayah Indonesia bagian selatan. Contoh lain dari tantangan penanggulangan bencana adalah kebakaran yang menghancurkan ribuan rumah di Ciptamulya.
Revisi data korban dari 78 menjadi 76 orang mengungkap adanya ketidaktepatan dalam pencatatan penumpang. Duplikasi nama dan pencatatan penumpang yang tidak berlayar menunjukkan kurangnya koordinasi antara operator kapal, keluarga korban, dan otoritas pelabuhan. Ini bukan sekadar kesalahan administratif; ketidakakuratan data menghambat proses identifikasi, distribusi bantuan, dan transparansi publik.
Peran Basarnas Makassar dalam memperbaharui data korban patut diapresiasi, namun harus diimbangi dengan upaya preventif. Upaya preventif dapat belajar dari pengalaman kebakaran hutan di Spanyol, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor.
Terakhir, keberhasilan tim DVI dalam mengidentifikasi dua jenazah menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga—polisi, medis, dan ahli forensik. Namun, proses ini memakan waktu dan sumber daya yang signifikan. Investasi dalam teknologi identifikasi modern, seperti DNA profiling, dapat mempercepat proses dan memberikan kepastian bagi keluarga korban.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Berapa total korban tenggelamnya KM Nurul Salsa?
- A: Jumlah korban resmi kini 76 orang, dengan 58 selamat, 3 meninggal, dan 15 masih dalam pencarian.
- Q: Siapa saja yang telah diidentifikasi?
- A: Dua jenazah telah diidentifikasi: Hasriyati (44 tahun) dan Bau Intang (52 tahun).
- Q: Apa penyebab revisi data korban?
- A: Revisi disebabkan oleh duplikasi nama dan penumpang yang ternyata tidak naik kapal, terdeteksi melalui verifikasi ulang data penumpang.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Angelalign Luncurkan Bahan Aligner SuperElastic, Dorong Terobosan Ortodonti Global

TNI Pastikan Pengamanan Jakarta Humanis, Menko Polkam Anggap Perdamaian Aceh Aset Strategis

Instruksi Mendesak Menteri PU untuk Inventarisasi Dampak Banjir Lahar Semeru di Lumajang
