Iran Tersembunyi: Fasilitas Pengayaan Uranium 100 m di Bawah Pegunungan Pickaxe Jadi Sorotan Global
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ringkasan Singkat
- Iran dikabarkan membangun fasilitas pengayaan uranium 100 meter di bawah Pegunungan Pickaxe, Natanz.
- Fasilitas tersebut belum beroperasi, namun menjadi target potensial bagi Donald Trump dan militer Israel.
- Analisis para pakar menilai proyek ini dapat memperluas kapasitas nuklir Iran atau menjadi upaya penyamaran setelah serangan pada Juni 2025.
Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh Institut Sains dan Keamanan Internasional (ISIS), Iran telah menyiapkan sebuah kompleks pengayaan uranium yang terletak sekitar 100 meter di bawah gunung Kuh‑e Kolang, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Pickaxe. Pembangunan dimulai pada tahun 2020 dan disampaikan kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sebagai bagian dari rencana masa depan untuk merakit sentrifugal yang dapat menghasilkan energi nuklir sipil.
Fasilitas tersebut terdiri dari jaringan terowongan yang dilindungi oleh perimeter keamanan yang luas serta pintu masuk beton tebal, dirancang untuk menahan serangan udara. Meskipun citra satelit menjadi satu‑satunya sumber informasi publik, para analis menilai bahwa kompleks ini masih dalam tahap konstruksi dan belum beroperasi secara penuh.
Serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat pada Juni 2025 menargetkan fasilitas pengayaan di Natanz, Isfahan, dan Fordow. Serangan tersebut, yang berlangsung selama 12 hari, menewaskan sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka. Meskipun Donald Trump menyatakan niatnya untuk membombardir fasilitas di Pickaxe, hingga kini tidak ada bukti bahwa lokasi tersebut telah diserang.
Intelijen Israel memperkirakan Iran mungkin telah memindahkan sebagian persediaan uranium yang diperkaya serta sentrifugal canggih ke Pickaxe setelah serangan Juni lalu, sebagai upaya mengalihkan perhatian dan melindungi aset strategisnya. Namun, belum ada konfirmasi independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut.
Analisis Pakar
Para pengamat keamanan internasional menekankan bahwa keberadaan fasilitas subterranean seperti ini menambah lapisan kompleksitas dalam upaya verifikasi IAEA. Tanpa akses fisik, badan pengawas hanya dapat mengandalkan citra satelit, sinyal elektromagnetik, dan laporan intelijen, yang semuanya rentan terhadap interpretasi yang berbeda. Hal ini memberi Iran ruang manuver yang signifikan dalam menyeimbangkan antara kepatuhan formal dan pengembangan kemampuan nuklir yang lebih luas.
Jika fasilitas di Pickaxe memang dimaksudkan untuk memperluas kapasitas pengayaan uranium, maka Iran secara efektif menyiapkan jalur cadangan yang dapat diaktifkan bila fasilitas lain, seperti Natanz, mengalami kerusakan atau sanksi tambahan. Strategi semacam ini mencerminkan pola yang telah terlihat dalam program nuklir Iran sejak awal 2000‑an, di mana redundansi geografis dijadikan alat negosiasi politik.
Di sisi lain, keberadaan fasilitas yang belum beroperasi dapat juga dipandang sebagai alat tekanan diplomatik. Dengan mengklaim pembangunan fasilitas baru, Tehran dapat menegaskan posisi tawar dalam perundingan kembali dengan pihak Barat, sambil menunggu perubahan dinamika geopolitik yang lebih menguntungkan. Namun, langkah ini berisiko meningkatkan ketegangan regional, terutama dengan Israel yang secara historis menolak setiap upaya Iran untuk memperluas kemampuan nuklirnya.
Secara keseluruhan, situasi ini menegaskan perlunya mekanisme verifikasi yang lebih transparan dan kerjasama multilateral yang melibatkan tidak hanya IAEA, tetapi juga negara‑negara regional. Tanpa dialog yang konstruktif, spekulasi dan aksi militer dapat memperburuk keamanan regional dan menghambat upaya non‑proliferasi yang telah berlangsung selama dekade terakhir.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Apakah fasilitas di Pegunungan Pickaxe sudah beroperasi?
A: Berdasarkan analisis satelit dan pernyataan intelijen, fasilitas tersebut masih dalam tahap konstruksi dan belum beroperasi secara penuh. - Q: Mengapa Iran membangun fasilitas di lokasi yang sangat tersembunyi?
A: Lokasi subterranean memberikan perlindungan terhadap serangan udara dan meningkatkan kemampuan Iran untuk mempertahankan program nuklirnya meski menghadapi tekanan internasional. - Q: Apa implikasi geopolitik jika fasilitas ini selesai dibangun?
A: Penyelesaian fasilitas dapat memperluas kapasitas pengayaan uranium Iran, meningkatkan ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat, serta mempersulit proses verifikasi IAEA.
BERITA TERKAIT

Wamensos Tegaskan: Kelola BMN Sekolah Rakyat atau Program Gagal – 8 Arahan Kritis untuk Kemensos

Kebakaran Hebat di Dermaga Muara Baru: Kapal yang Sedang Diperbaiki Jadi Korban, Penyebab Masih Misterius
