Kejutan Final Piala Dunia 2026: Gary Neville Lontarkan Kritik Pedas ke Argentina yang 'Bermain Seperti Sampah'
Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Ringkasan Singkat
- Argentina kalah tipis 0-1 dari Spanyol di final Piala Dunia 2026.
- Gary Neville melontarkan kritik tajam, menyebut penampilan Albiceleste "seperti sampah".
- Messi tetap menjadi bintang, namun tanpa magisnya Argentina tak mungkin melaju ke final lagi.
New Jersey – Di panggung megah Stadion New Jersey, final Argentina melawan Spanyol berakhir dengan skor 0-1. Gol tunggal Albiceleste dicetak oleh Ferran Torres pada perpanjangan waktu babak kedua, menutup mimpi Argentina yang sempat berkilau di turnamen ini.
Sepanjang 120 menit, Argentina tampak kebingungan melawan permainan atraktif Spanyol. Emi Martínez menjadi satu-satunya penyelamat dengan 10 penyelamatan krusial, namun itu tidak cukup untuk menutup jurang kualitas yang semakin lebar.
Legenda timnas Inggris, Gary Neville, tidak menahan amarahnya. "Saya memang mengagumi mereka, tapi penampilan mereka kemarin sungguh buruk. Mereka bermain seperti sampah," ujar Neville dalam wawancara dengan Daily Mail. Ia menegaskan, tanpa Messi, Argentina bahkan tidak akan menembus final.
Messi, sang "La Pulga", tetap menorehkan delapan gol di Piala Dunia 2026, menegaskan magisnya yang tak lekang oleh waktu. Namun, bahkan kehebatan sang maestro tidak mampu menutupi kekurangan taktis timnya pada laga penentuan juara.
Legenda Inggris lainnya, Ian Wright, mengungkapkan simpati kepada Messi, namun tak menyembunyikan kegembiraannya atas kemenangan Spanyol. "Saya senang Argentina tidak menang, tapi melihat Messi menangis itu menyayat hati. Spanyol pantas menjadi juara," katanya.
Analisis Pakar
Sebagai pengamat yang telah menelusuri jejak-jejak taktik di panggung dunia, saya melihat kegagalan Argentina bukan sekadar soal mental, melainkan sebuah krisis struktural. Tim Tango mengandalkan Messi sebagai poros kreatif, namun tidak menyediakan alternatif yang memadai ketika sang bintang tertekan oleh pressing tinggi Spanyol.
Strategi defensif yang dipaksakan pada menit-menit akhir justru menambah kebingungan. Alih-alih menutup ruang, lini belakang tampak berlarut dalam zona zona, memberi ruang bagi pemain-pemain Spanyol untuk menembus dan menciptakan peluang berbahaya. Emi Martínez memang tampil heroik, namun statistik penyelamatan tinggi biasanya menandakan pertahanan yang lemah.
Di sisi lain, Spanyol menampilkan permainan bola pendek, pergerakan tanpa bola, dan pressing terkoordinasi yang memaksa Argentina bermain mundur. Keberhasilan Ferran Torres mencetak gol pada extra time bukan kebetulan; itu hasil dari disiplin taktik yang terlatih selama bertahun‑tahun.
Ke depan, Argentina harus merombak pola permainan. Mengintegrasikan pemain sayap yang dapat membuka lebar lapangan, serta menambah opsi playmaker kedua di luar Messi, akan menjadi kunci. Tanpa perubahan itu, mereka akan terus terjebak dalam bayang‑bayang kegagalan di panggung internasional.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa yang mencetak gol kemenangan final Piala Dunia 2026?
A: Gol tunggal Spanyol dicetak oleh Ferran Torres pada perpanjangan waktu babak kedua. - Q: Mengapa Gary Neville mengkritik Argentina?
A: Neville menilai penampilan Argentina sangat buruk, menyebut mereka bermain seperti sampah karena tak mampu menahan serangan Spanyol. - Q: Berapa jumlah gol yang dicetak Messi di Piala Dunia 2026?
A: Messi mencetak delapan gol selama turnamen, menjadi pencetak gol terbanyak bagi timnya.
BERITA TERKAIT

Misteri Pembunuhan Prajurit TNI AD di Tangerang: Empat Tersangka Ditangkap dalam 24 Jam

MPLS SMA Al Azhar 9 Yogyakarta: Golf Jadi Sorotan Utama di Tengah Program 7 Kebiasaan Anak Hebat
