BRI Gandeng OJK & Kominfo, Perangi Judi Online & Scam Digital: Langkah Besar Keamanan Finansial
Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Ringkasan Singkat
- PERBANAS, OJK dan Kominfo memperkuat sinergi untuk memerangi judi online serta kejahatan keuangan digital.
- BRI melalui CEO Hery Gunardi meningkatkan penggunaan Fraud Detection System (FDS) dan menutup ribuan rekening terkait perjudian.
- Data OJK menunjukkan penolakan 2,8 juta calon nasabah dan peningkatan laporan transaksi mencurigakan sebesar 260 % pada 2025.
Pertemuan OJK Banking Forum 2026 yang digelar di Kantor OJK pada 15 Juli menegaskan komitmen bersama antara regulator, pemerintah, dan industri perbankan untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan berintegritas. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum PERBANAS sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
Dalam sambutannya, Hery menegaskan bahwa perbankan tidak hanya sekadar menutup rekening yang terindikasi ilegal, tetapi juga memperkuat deteksi fraud melalui sistem FDS yang kini terintegrasi dengan algoritma AI. "Koordinasi intensif dengan regulator memungkinkan kami menindak cepat rekening yang mencurigakan, sekaligus meningkatkan edukasi publik tentang bahaya judi online," ujarnya.
Menteri Meutya Hafid menambahkan bahwa upaya pemberantasan harus menembus seluruh rantai ekosistem, bukan hanya memblokir situs. "Kami di Kemkomdigi telah menertibkan lebih dari 6,7 juta konten perjudian hingga Juli 2026, namun pemutusan akses harus diikuti dengan pemutusan aliran dana melalui rekening bank," katanya.
Data OJK hingga Mei 2026 mencatat 2,8 juta penolakan hubungan usaha dengan calon nasabah, 51,2 ribu penutupan hubungan usaha yang terkait perjudian, serta 32.454 rekening yang diblokir setelah melalui proses Enhanced Due Diligence (EDD). Laporan transaksi mencurigakan dengan indikasi perjudian meningkat 260 % pada 2025, menandakan besarnya tantangan sekaligus komitmen industri.
Analisis Pakar
Kolaborasi antara BRI, OJK, dan Kemkomdigi, serta Menteri Keuangan, menandai titik balik dalam strategi mitigasi risiko siber di sektor keuangan Indonesia. Dari perspektif makroekonomi, penurunan eksposur terhadap aktivitas ilegal berpotensi meningkatkan kepercayaan investor asing, yang selama ini masih waspada terhadap volatilitas regulasi digital. Penguatan Fraud Detection System yang memanfaatkan machine learning tidak hanya menurunkan tingkat false positive, tetapi juga mempercepat respon terhadap pola transaksi anomali, sehingga mengurangi waktu pencucian uang (money laundering) yang biasanya memakan minggu.
Namun, tantangan utama tetap pada integrasi data lintas lembaga. Saat ini, OJK, perbankan, dan Kemkomdigi masih beroperasi dengan basis data yang terfragmentasi. Untuk mencapai sinergi yang optimal, diperlukan platform data sharing yang aman, misalnya melalui teknologi blockchain atau data lake yang terstandarisasi. Tanpa interoperabilitas, upaya blokir rekening akan bersifat reaktif, bukan preventif.
Selanjutnya, edukasi publik harus dipercepat. Statistik OJK menunjukkan bahwa sebagian besar korban judi online adalah pengguna muda yang terpapar iklan digital. Bank harus mengintegrasikan modul edukasi ke dalam aplikasi mobile banking, menawarkan notifikasi real‑time ketika pola transaksi mencurigakan terdeteksi, sekaligus menyediakan jalur bantuan psikologis. Pendekatan holistik ini akan menurunkan beban sosial dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
Terakhir, kebijakan regulasi harus bersifat adaptif. Dengan laju inovasi fintech yang cepat, regulator perlu mengadopsi kerangka kerja sandbox yang memungkinkan pengujian teknologi anti‑fraud secara terbatas sebelum skala nasional. Ini akan mempercepat adopsi solusi canggih tanpa mengorbankan keamanan sistem keuangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Bagaimana cara BRI mendeteksi rekening yang terkait judi online?
A: BRI menggunakan Fraud Detection System berbasis AI yang memindai pola transaksi tidak wajar, kemudian mengirimkan sinyal ke tim kepatuhan untuk verifikasi dan tindakan lanjutan. - Q: Apa peran OJK dalam memerangi kejahatan keuangan digital?
A: OJK mengeluarkan regulasi, melakukan Enhanced Due Diligence, serta menolak atau menutup hubungan usaha dengan nasabah yang terindikasi melakukan aktivitas ilegal. - Q: Seberapa efektif upaya Kemkomdigi dalam memblokir konten perjudian?
A: Hingga Juli 2026, Kemkomdigi telah menertibkan lebih dari 6,7 juta konten perjudian, namun efektivitas jangka panjang bergantung pada koordinasi dengan lembaga keuangan untuk memutus aliran dana.
BERITA TERKAIT

Ancaman Kebakaran Gambut Meroket: KLH Perketat Pengawasan, Bisnis Harus Siap Hadapi Risiko

Purbaya Tegaskan: PHK Tak Menandakan Krisis, Ekonomi 5% Justru Membuka Peluang Kerja Baru
