BGN Reshuffle: 5 Senior Officials Appointed to Revamp Gratis Meal Program

Ekonomi & Pasar
Siti AmaliaSiti Amalia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

BGN Reshuffle: 5 Senior Officials Appointed to Revamp Gratis Meal Program
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden untuk mengangkat lima pejabat eselon 1 di Badan Gizi Nasional.
  • Pengangkatan mencakup posisi Deputi di bidang Sistem & Tata Kelola, Penyediaan & Penyaluran, Promosi & Kerja Sama, serta Pemantauan & Pengawasan, plus Sekretaris Utama.
  • Struktur baru diharapkan mempercepat implementasi Program Makan Bergizi Gratis.

Dalam konferensi pers di kantor Badan Gizi Nasional (BGN), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) yang mengangkat lima pejabat eselon 1 untuk memperkuat pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Presiden sesuai Pasal 59 Perpres 83/2024 tentang BGN.

Pelantikan berlangsung siang ini di kantor BGN. Berikut profil singkat lima pejabat yang baru dilantik:

  • Dr. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea M.K.M. – Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, menggantikan Tigor Pangaribuan. Sebelumnya menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan.
  • Zainuri, Ak. – Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran, menggantikan Suardi Samiran. Mantan Kepala Biro Keuangan BPKP.
  • Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si. – Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, sebelumnya Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta.
  • Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H. – Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, menggantikan Dadang Hendrayudha. Pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan.
  • Dr. Lili Khamiliyah, S.E., M.Si. – Sekretaris Utama, menggantikan Sarwono. Sebelumnya Kepala Biro Umum dan Keuangan BGN.

Kelima pejabat ini akan bekerja sama dengan Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang serta dua wakilnya, Agustina dan Trenggono, untuk mengoptimalkan pelaksanaan MBG yang menargetkan jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Analisis Pakar

Pengangkatan lima pejabat senior ini bukan sekadar rotasi birokrasi; ia menandai upaya pemerintah untuk menambah kapabilitas teknis dan manajerial dalam program sosial‑ekonomi terbesar tahun ini. Program Makan Bergizi Gratis memiliki implikasi makroekonomi yang signifikan: meningkatkan produktivitas tenaga kerja, menurunkan beban kesehatan jangka panjang, dan memperluas basis konsumsi domestik.

Penunjukan Prima Yosephine sebagai Deputi Sistem dan Tata Kelola membawa pengalaman lintas sektoral dari Kementerian Kesehatan, yang penting untuk menyelaraskan standar gizi dengan sistem distribusi logistik. Sementara Zainuri, dengan latar belakang keuangan BPKP, diharapkan memperkuat transparansi alokasi dana, mengurangi kebocoran, dan meningkatkan akuntabilitas pada tingkat provinsi.

Di sisi lain, Mariman Darto dan Ketut Sumedana akan menggarap aspek promosi, kerja sama, serta pengawasan—dua pilar yang selama ini menjadi titik lemah program karena kurangnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta. Keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada kemampuan membangun kemitraan publik‑privat yang dapat menambah sumber daya dan inovasi.

Terakhir, Lili Khamiliyah sebagai Sekretaris Utama akan menjadi ujung tombak koordinasi internal BGN. Pengalaman administratifnya di biro umum dan keuangan menjadi aset penting untuk memastikan bahwa kebijakan strategis tidak terhambat oleh birokrasi berlapis. Jika sinergi ini berjalan lancar, MBG dapat menjadi model kebijakan gizi yang dapat direplikasi di negara‑negara berkembang lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa Presiden menandatangani Keputusan Pengangkatan pejabat eselon 1 di BGN?
    A: Karena Pasal 59 Perpres 83/2024 memberi wewenang Presiden untuk langsung menunjuk pejabat tinggi madya guna mempercepat reformasi struktural pada program prioritas nasional.
  • Q: Apa dampak penunjukan pejabat baru terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis?
    A: Diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi, transparansi keuangan, serta pengawasan, sehingga lebih banyak penerima manfaat dapat menikmati layanan gizi berkualitas.
  • Q: Siapa yang memimpin BGN setelah restrukturisasi ini?
    A: Kepala BGN tetap Nanik Sudaryati Deyang, dibantu oleh dua wakilnya, Agustina Arumsari dan Trenggono, serta lima Deputi baru yang baru saja dilantik.